close
Breaking news

JAKARTA – Kepemilikan senjata nuklir ternyata turut menjadi simbol superio...read more Yogyakarta, RASILNEWS – Bencana alam di Indonesia pada tahun ini terhitung s...read more RASILNEWS, MYANMAR – Pejabat KBRI di Yangon menyatakan, proyek pembangunan...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Bazar Sya’ban 1438 akan mengangkat isu Halal Life...read more Rasilnews, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, tida...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Pemimpin Redaksi (Pemred) Kantor Berita Islam MINA,...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Geliat Dakwah islam di negeri seribu pagoda Thailan...read more RASILNEWS, MALAYSIA – Dua perusahaan Malaysia yang mengoperasikan pelabuha...read more RASILNEWS, JAKARTA – Koordinator Tim Pembela Ulama dan Aktivis (PUA), Eggi...read more RASILNEWS, JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudd...read more

AS AKAN KIRIM RATUSAN TENTARA DAN BELASAN JET TEMPUR KE TIMUR TENGAH

Washington, Rasilnews – Amerika Serikat (AS) akan mengirim ratusan tentara tambahan dan belasan jet tempur ke Timur Tengah dalam beberapa pekan mendatang. Pentagon menyatakan, pengiriman ini menyusul adanya peningkatan tekanan oleh Iran yang diperkirakan akan melakukan serangan terhadap kepentingan AS di kawasan tersebut. 

Untuk pertama kalinya, secara terbuka pejabat Pentagon menyalahkan Iran atas pengeboman kapal tanker di dekat Uni Emirat Arab (UEA) dan serangan roket di Irak. Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan pada Jumat lalu bahwa, 1.500 tentara yang dikerahkan di Timur Tengah memiliki peran sebagai protektif dan respons atas ancaman dari Iran. 

Langkah-langkah ini membuat anggota Kongres khawatir AS akan bergerak menuju konflik terbuka. Apalagi, Trump kerap melontarkan kebijakan yang berbeda-beda. 

Sebelumnya, Trump mengatakan, AS terbuka untuk bernegosiasi dengan Iran. Dia juga mengatakan bahwa, Iran tidak mungkin ingin berperang dengan AS.

“Saat ini saya tidak berpikir Iran ingin berkonflik, saya tidak berpikir mereka ingin bertarung dengan kami,” ujar Trump, dilansir The Guardian, Ahad (26/5).

Pengerahan pasukan tambahan tersebut mencakup pengiriman satu skuadron 12 jet tempur, pesawat pengawas berawak dan tak berawak, serta sejumlah insinyur militer untuk meningkatkan perlindungan bagi pasukan. Sementara, satu batalion dari empat rudal Patriot yang dijadwalkan akan meninggalkan Timur Tengah, telah diperintahkan untuk tetap siaga. 

Dengan demikian, jumlah pasukan tambahan menjadi sekitar 1500, termasuk 600 pasukan batalion Patriot. Tak satu pun dari pasukan ini akan dikirim ke Irak atau Suriah.  

“Kami akan mengirimkan sejumlah kecil pasukan. Beberapa orang yang sangat berbakat akan pergi ke Timur Tengah sekarang dan kita akan melihat apa yang terjadi,” kata Trump sebelum bertolak ke Jepang.

Administrasi Trump mengabaikan izin Kongres untuk menjual senjata ke Arab Saudi senilai 7 miliar dolar AS, dengan alasan ancaman dari Iran. Direktur Staf Gabungan, Michael Gilday mengatakan kepada wartawan di Pentagon, AS percaya bahwa Pengawal Revolusi Iran bertanggung jawab atas ledakan pada empat kapal tanker. Selain itu, proxy Iran di Irak juga telah menembakkan roket ke Baghdad, serta mencoba mengerahkan kapal kecil yang dimodifikasi dan mampu meluncurkan rudal jelajah. 

Gilday tidak memberikan bukti langsung yang mendukung klaim bahwa Iran telah meningkatkan serangan. Gilday mengatakan, kesimpulannya berdasarkan pada laporan intelijen dan bukti-bukti yang dikumpulkan di wilayah tersebut. Para pejabat Pentagon mengatakan, mereka mencoba untuk mendeklasifikasikan beberapa informasi sehingga dapat dipublikasikan. 

“Ini adalah operasi yang didorong oleh intelijen,” kata Gilday.

Gilday menambahkan, AS akan terus berpegangan pada intelijen yang menyarankan bahwa Iran secara aktif merencanakan serangan terhadap AS di wilayah tersebut oleh Garda Revolusi dan proksi Iran di Yaman dan Irak. Ketika ditanya bukti keterlibatan Iran, dia mengatakan, ranjau yang digunakan dalam serangan kapal tanker dikaitkan langsung dengan Garda Revolusi. Menurutnya, ancaman tersebut dapat ditelusuri kembali kepada para pemimpin senior di Iran.

No Comments

Leave a reply

Post your comment
Enter your name
Your e-mail address

Story Page