• Print
close
Breaking news

JAKARTA – Kepemilikan senjata nuklir ternyata turut menjadi simbol superio...read more Yogyakarta, RASILNEWS – Bencana alam di Indonesia pada tahun ini terhitung s...read more RASILNEWS, MYANMAR – Pejabat KBRI di Yangon menyatakan, proyek pembangunan...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Bazar Sya’ban 1438 akan mengangkat isu Halal Life...read more Rasilnews, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, tida...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Pemimpin Redaksi (Pemred) Kantor Berita Islam MINA,...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Geliat Dakwah islam di negeri seribu pagoda Thailan...read more RASILNEWS, MALAYSIA – Dua perusahaan Malaysia yang mengoperasikan pelabuha...read more RASILNEWS, JAKARTA – Koordinator Tim Pembela Ulama dan Aktivis (PUA), Eggi...read more RASILNEWS, JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudd...read more

DAHSYATNYA DOA SEORANG IBU

JAKARTA, RASILNEWS – Orang tua adalah sosok panutan sekaligus menjadi seorang yang rela melakukan apa saja untuk anaknya. Bahkan sampai mengorbankan nyawa untuk anaknya, terutama seorang ibu yang rela mengandung, melahirkan, membesarkan dan mengasuh anaknya dengan penuh kasih sayang dan keikhlasan tanpa meminta imbalan.

Dalam ajaran Islam juga menjelaskan, sosok ibu begitu dimuliakan. Bahkan dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Ibu adalah sosok “nomor satu” yang wajib dihormati.

Dari Abu Hurairah RA, “Suatu saat ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW, lalu bertanya: Wahai Rasulullah, siapakah yang berhak aku pergauli dengan baik? Rasulullah menjawab: Ibumu! Lalu siapa? Rasulullah menjawab: Ibumu! Lalu siapa? Rasulullah menjawab: Ibumu! Sekali lagi orang itu bertanya: Kemudian siapa? Rasulullah menjawab: Bapakmu!”(HR Bukhari).

Ada sebuah kisah yang penuh hikmah, seorang Sayyid bernama Sholeh bin Muhammad Al Ja’fari. Yang doanya “dibatalkan” karena keinginan ibunya. Sayyid Sholeh Al-Ja’fari adalah Ulama dan Wali besar pendiri Thariqah Al-Ja’fari serta Imam dan Khatib di Masjid Al-Azhar, Mesir. Beliau juga masih keturunan Rasulullah SAW.

Kisah ini bermula saat Sayyid Sholeh menjalankan ibadah Haji sekitar tahun 1952. Di depan Ka’bah beliau berdoa agar Allah memperkenankan untuk melaksanakan ibadah Haji setiap tahun sekali. Akhirnya, Allah pun mengabulkannya.

Tahun demi tahun berjalan dengan lancar. Hingga beliau wafat selalu menjalankan ibadah Haji. Namun, ada satu kejadian yang di luar dugaannya. Yaitu pada musim Haji tahun 1962. Kejadian begitu rumit, sehingga tidak memungkinkan untuk berangkat dari Kairo ke Mekah.

Pada akhirnya, Sayyid Sholeh memutuskan untuk berangkat dari Sudan. Setelah sampai di Sudan. Ternyata sama, kondisinya tidak memungkinkan untuk berangkat dari sini. Dirasa, berbagai upaya tidak memungkinkan untuk menunaikan ibadah Haji tahun itu. Akhirnya, diputuskanlah pulang ke kampung halamannya di Dunqula, Sudan. Yang kebetulan sudah berada di negara ini.

Setelah sampai rumah, di depan pintu ibunya pun memeluk dan berkata,
“Maafkan ibu nak. Ibu telah membeli seekor domba tahun lalu untuk dikurbankan tahun ini, dan ibu berdoa kepada Allah supaya engkau bisa mencicipi masakan ibu dari daging kurban itu.” Ucap ibu.

Mendengar ucapan sang ibu. Mengertilah Sayyid Sholeh, kenapa tahun ini sulit menunaikan ibadah Haji hingga batal. Tak lain, karena doa ibu yang menginginkan sang anak untuk mencicipi masakannya. Dan akhirnya langkah kaki pun berada di rumah ibunya. Meski tidak ada niat dari awal untuk mengunjunginya.

Itulah dahsyatnya doa seorang ibu. Maka, jangan sekali-kali membuat hatinya kecewa. Muliakanlah beliau, bisa jadi hal itu yang membukakan pintu kebaikan di dunia juga di akhirat.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Kedudukan doa seorang ibu untuk anaknya, laksana kedudukan doa seorang Nabi untuk umatnya.”

Oleh karena itu sudah selayaknya kita sebagai umat Islam untuk selalu mengabdikan diri kepada orang tua terutama ibu.

Yakinlah! Saat kita berbuat baik pada ibu ayah kita, Allah pasti akan menjadikan anak-anak kita kelak berbuat baik juga pada kita. Kebahagiaan yang kita berikan kepada ibu ayah kita saat ini sekecil apapun itu, kelak akan mendapatkan balasan setimpal.

Sesuai dengan janji Allah, “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (QS. Al-zalzalah : 7).

Wallahu a’lam

Sumber : Dikutip dari berbagai sumber

Tags: , ,

No Comments

Leave a reply

Post your comment
Enter your name
Your e-mail address

Story Page