close
Breaking news

JAKARTA – Kepemilikan senjata nuklir ternyata turut menjadi simbol superio...read more Yogyakarta, RASILNEWS – Bencana alam di Indonesia pada tahun ini terhitung s...read more RASILNEWS, MYANMAR – Pejabat KBRI di Yangon menyatakan, proyek pembangunan...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Bazar Sya’ban 1438 akan mengangkat isu Halal Life...read more Rasilnews, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, tida...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Pemimpin Redaksi (Pemred) Kantor Berita Islam MINA,...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Geliat Dakwah islam di negeri seribu pagoda Thailan...read more RASILNEWS, MALAYSIA – Dua perusahaan Malaysia yang mengoperasikan pelabuha...read more RASILNEWS, JAKARTA – Koordinator Tim Pembela Ulama dan Aktivis (PUA), Eggi...read more RASILNEWS, JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudd...read more

LANGKAH TEPAT, MENGGUGAT HASIL PILPRES

Tajuk Rasil

Kamis, 23 Mei 2019

Langkah Tepat, Menggugat Hasil Pilpres

Pengamat hukum dari Universitas Al Azhar, Prof Suparji Ahmad mengatakan, langkah BPN Prabowo-Sandiaga menggugat hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan bagian dalam rangka membela hak untuk memperoleh keadilan yang dijamin konstitusi. Oleh karenanya yang dilakukan BPN patut diapresiasi. Apalagi ada skeptisme terhadap hasil MK yang tidak akan berpihak ke kubu BPN.

Bahkan secara rasional dan realistis, peluang BPN masih terbuka untuk memenangkan Pilpres 2019. Tapi mengingat selisihnya cukup besar maka harus ada upaya sungguh -sungguh dari BPN dalam pembuktian sehingga MK dapat mengabulkan gugatannya.

Profesor Suparji yang juga merupakan pakar hukum pidana juga mengingatkan, agar gugatan BPN di MK dikabulkan maka pengalaman Prabowo saat mengajukan gugatan pada tahun 2014 juga harus menjadi pelajaran. Jika ketika bukti-bukti tidak dapat mendukung dalam mengabulkan gugatan maka bukti yang akurat adanya kecurangan secara terstruktur, masif dan sistematis di Pilpres 2019 dalam jumlah yang besar juga patut disertakan.

Menurut pemikirannya bukti – bukti itu yang berpeluang bagi kubu 02 dapat mengalahkan kubu 01. Tidak hanya dokumen surat tapi juga saksi-saksi yang menguatkan seperti ahli yang independen dan kredibel serta bukti petunjuk yang relevan.

Sementara itu, pengamat hukum dari Universitas Nasional (Unas) Dr Ismail Rumadan memiliki pandangan yang serupa dengan Prof Suparji. Gugatan terhadap MK terkait hasil Pilpres 2019 adalah untuk mendapatkan kepastian hukum atas kemenangan yang diklaim BPN selama ini. Soal peluang tentu tergantung bagaimana tim hukum atau kuasa hukum BPN Prabowo meyakinkan hakim dengan mengajukan bukti-bukti yang memperkuat dalil gugatan yang diajukan ke MK.

Doktor Ismail pun menilai, terkait adanya keraguan jika perkara tersebut walaupun dibawa ke MK maka 02 tetap bakal kalah, bahwa hal tersebut merupakan penilaian dan pendapat orang. Oleh karena itu bagi tim BPN tidak perlu terpengaruh dengan anggapan seperti itu. Mungkin saja hal itu sengaja dikemukakan untuk mempengaruhi tim BPN agar tidak mengajukan upaya hukum lebih lanjut atas penetapan KPU yang memenangkan kubu Jokowi.

Sampai – sampai Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono walaupun sudah memberikan ucapan selamat kepada kubu 01, mengaku bersyukur dan lega terhadap langkah yang diambil calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dalam menolak hasil penghitungan suara Komisi Pemilihan Umum dan akan melakukan gugatan terhadap hasil pilpers yang dihitung KPU melalui jalan konstitusi.

Presiden Indonesia ke-6 itu pun mengaku senang dalam konferensi persnya, dengan menyarankan Prabowo agar menyerukan kepada para pendukungnya agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban umum dalam menyampaikan pendapat di depan umum. Demo dilakukan secara damai, berakhlak dan konstitusional.

Terkait permasalahan ini, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie juga menyatakan langkah yang ditempuh Prabowo justru menunjukkan ada permasalahan dalam proses pelaksanaan pemilu di Indonesia. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa hasil akhirnya tetap menjadi kewenangan hakim MK.

Siapa tahu ada pintu keadilan dan kebenaran yang terkuak dari pengungkapan fakta di lapangan menurut versi tim 02. Sebaliknya, Jimly justru khawatir jika langkah ke MK tak ditempuh Prabowo-Sandi, hal itu akan menimbulkan masalah jangka panjang bagi bangsa Indonesia. Karena itu, caleg DPD ini mendukung penuh upaya Prabowo-Sandi sebelum nantinya kedua calon melakukan upaya rekonsiliasi. Tapi syaratnya harus diungkap dulu fakta-fakta secara terbuka jujur dan adil.

Semoga tim BPN Prabowo sudah memiliki persiapan yang matang dan memiliki bukti-bukti yang kuat sehingga mereka mengambil langkah meyakinkan untuk terus berjuang mengajukan gugatan ke MK. Oleh karena itu, Apapun hasil dari gugatan bapak Prabowo ke MK nanti, sejarah akan mencatat, Prabowo adalah seorang konstitusionalis serta seorang yang menghormati pranata hukum, juga champion of democracy.

Wallahu ‘alam bi shawab

Tags:

No Comments

Leave a reply

Post your comment
Enter your name
Your e-mail address

Story Page