close
Breaking news

JAKARTA – Kepemilikan senjata nuklir ternyata turut menjadi simbol superio...read more Yogyakarta, RASILNEWS – Bencana alam di Indonesia pada tahun ini terhitung s...read more RASILNEWS, MYANMAR – Pejabat KBRI di Yangon menyatakan, proyek pembangunan...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Bazar Sya’ban 1438 akan mengangkat isu Halal Life...read more Rasilnews, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, tida...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Pemimpin Redaksi (Pemred) Kantor Berita Islam MINA,...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Geliat Dakwah islam di negeri seribu pagoda Thailan...read more RASILNEWS, MALAYSIA – Dua perusahaan Malaysia yang mengoperasikan pelabuha...read more RASILNEWS, JAKARTA – Koordinator Tim Pembela Ulama dan Aktivis (PUA), Eggi...read more RASILNEWS, JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudd...read more

Menag : Agama dan Negara Saling Diperlukan

RASILNEWS, JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa agama diperlukan dalam negara.

“Agama diperlukan oleh negara, begitupun negara diperlukan oleh agama,” katanya saat diskusi “Riset dan Kebijakan Terkait Keagamaan di Indonesia” yang digelar oleh Yayasan Paramadina, di Jakarta, Rabu (31/5), demikian siaran pers yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Menurutnya, relasi hubungan antara agama di satu sisi dengan negara di sisi lain dalam konteks Indonesia mempunyai ciri sangat khas seperti simbiosis mutualisme, saling membutuhkan satu sama lain.

“Ciri khas kedua hal ini saling membutuhkan dan menguntungkan. Jadi para penyelenggara negara memerlukan agama karena kita masyarakat religius, perlu berkualitas perlu religiusitas pada diri setiap penyelenggara negara untuk nilai-nilai agama,” paparnya.

Ia menjelaskan nilai kebijakan yang diusung oleh negara sangat berhubungan dengan keagamaan, namun butuh kontrol.

“Selain saling membutuhkan dan menguntungkan, juga perlu kontrol. Penyelenggara agama butuh kontrol agar selalu berjalan beriringan,” ujarnya.

Ia menambahkan dalam hal ini, agama yang begitu sentral diperlukan juga kontrol negara agar hak-hak nimoritas tidak lagi terabaikan.

“Relasi ini perlu kontrol aktif, agar aktor penyelenggara negara dapat mengkaitkan agama dengan kebangsaan. Kebangsaan tidak bisa terlepas dari keagamaan, dan tidak bisa dipisahkan antara agama dan bangsa,” tambahnya.

No Comments

Leave a reply

Post your comment
Enter your name
Your e-mail address

Story Page