close
Breaking news

JAKARTA – Kepemilikan senjata nuklir ternyata turut menjadi simbol superio...read more Yogyakarta, RASILNEWS – Bencana alam di Indonesia pada tahun ini terhitung s...read more RASILNEWS, MYANMAR – Pejabat KBRI di Yangon menyatakan, proyek pembangunan...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Bazar Sya’ban 1438 akan mengangkat isu Halal Life...read more Rasilnews, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, tida...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Pemimpin Redaksi (Pemred) Kantor Berita Islam MINA,...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Geliat Dakwah islam di negeri seribu pagoda Thailan...read more RASILNEWS, MALAYSIA – Dua perusahaan Malaysia yang mengoperasikan pelabuha...read more RASILNEWS, JAKARTA – Koordinator Tim Pembela Ulama dan Aktivis (PUA), Eggi...read more RASILNEWS, JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudd...read more

Menag: Tidak Ada Pesantren yang Tidak Cinta NKRI

Rasilnews, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, tidak ada pesantren yang tidak cinta kepada tanah airnya, NKRI. Kalau ada lembaga pendidikan Islam yang ekstrim, pasti itu bukan pesantren.

“Jadi kita mesti jelas dulu, apa yang dimaksud dengan pesantren itu,” tegas Menag di Jakarta, Rabu (17/05).

Menurut Menag, pesantren mempunyai tradisi dan sejarah panjang di Indonesia. Pesantrem bahkan sudah ada sebelum NKRI merdeka.

“Ajaran prinsip yang diterapkan di pesantren, bahwa Tanah Air adalah tempat mengimplementasikan nilai-nilai agama. Kalau kita tidak cinta dan tidak menjaga Tanah Air ini, maka tidak ada tempat menerapkan nilai-nilai agama. Padahal menerapkan nilai-nilai agama merupakan kewajiban. Maka, menjaga Tanah Air merupakan kebajikan juga,” kata Menag.

“Ajaran ekstrim bertolak belakang dengan nilai-nilai pokok yang diajarkan pesantren,” sambungnya.

Menag menambahkan, ada tiga hal yang diajarkan di pesantren. Pertama, nilai-nilai Islam yang menebarkan kedamanian, kasih sayang. Sebab, itu adalah esensi Islam.

“Islam itu asal katanya salam yang berarti kedamaian. Jadi nilai-nilai Islam menjunjung tinggi harkat martabat,” kata Menag.

Kedua, pesantren tidak mengklaim, memonopoli kebenaran. Pesantren tidak mengajarkan santrinya untuk merasa hanya dirinyalah yang paling benar, jadi tidak ada yang memonopoli kebenaran. “Santri sadar betul dengan kerendahan hatinya, dengan keterbatasan pada dirinya, maka kebenaran itu juga ada di mana mana,” ucap Menag.

Ketiga, semua pondok pesantren mengajarkan cinta Tanah Air.

Menag mengaku saat ini Kementerian Agama terus menggalakkan kegiatan untuk terus menumbuhkan dan meneguhkan kecintaan kepada NKRI. Hal itu antara lain dilakukan melalui kegiatan upacara bendera, pramuka, dan lainnya.

No Comments

Leave a reply

Post your comment
Enter your name
Your e-mail address

Story Page