close
Breaking news

JAKARTA – Kepemilikan senjata nuklir ternyata turut menjadi simbol superio...read more Yogyakarta, RASILNEWS – Bencana alam di Indonesia pada tahun ini terhitung s...read more RASILNEWS, MYANMAR – Pejabat KBRI di Yangon menyatakan, proyek pembangunan...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Bazar Sya’ban 1438 akan mengangkat isu Halal Life...read more Rasilnews, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, tida...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Pemimpin Redaksi (Pemred) Kantor Berita Islam MINA,...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Geliat Dakwah islam di negeri seribu pagoda Thailan...read more RASILNEWS, MALAYSIA – Dua perusahaan Malaysia yang mengoperasikan pelabuha...read more RASILNEWS, JAKARTA – Koordinator Tim Pembela Ulama dan Aktivis (PUA), Eggi...read more RASILNEWS, JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudd...read more

MENHAN TEKANKAN PENTINGNYA PROGRAM BELA NEGARA DI KALANGAN MAHASISWA

JAKARTA, RASILNEWS – Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, menekankan urgensi Program Bela Negara bagi kalangan mahasiswa, untuk menangkal masuknya paham-paham radikal yang saat ini perkembangnya harus diwaspadai.

“Pemerintah melakukan pencegahan masuknya paham radikal di masyarakat dengan ‘soft power’ yaitu dengan konsep Bela Negara,” kata dia, saat pembukaan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Bela Negara, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan, Program Bela Negara harus masuk dalam kurikulum pembelajaran karena kalau tidak, maka tidak dianggap dan kurang efektif dalam penerapannya.

Di kalangan perguruan tinggi, menurut dia, ketika masa orientasi mahasiswa, materi Bela Negara bisa dimasukkan misalnya empat hari di kelas dan setelah itu pemberian pemahaman Bela Negara.

“Di dalamnya bisa disampaikan tujuan tindakan teroris itu apa, untuk menekan paham radikal. Lalu bagaimana hukumnya kalau tidak mengakui Pancasila,” ujarnya.

Pensiunan kepala staf TNI AD itu juga meminta semua pihak mewaspadai wahabisme yang sudah masuk ke kampus-kampus dan sekolah dengan kedok pembinaan agama dan moral.

Ia menilai gerakan tersebut memanfaatkan ruang kebebasan yang ada di Indonesia namun sebenarnya mereka tidak mau ada keberagaman.

“Wahabisme tidak mau ada keberagaman, kalau ada yang tidak setuju mereka tidak segan membunuh. Di Timur Tengah saja sesama Islam dibubuh, dan saya tidak mau ini terjadi di Indonesia,” katanya.

Ia juga meminta mengaktifkan konsep Bela Negara di kalangan mahasiswa misalnya dengan Resimen Mahasiswa (Menwa), dan diharapkan bisa menjadi komponen cadangan dari komponen utama pertahanan negara.

Langkah itu menurut dia bukan bentuk militerisme di kalangan mahasiswa namun Bela Negara bagian dari menangkal bahaya radikalisme dan paham yang dapat mengancam keutuhan negara.

“Bela Negara menjadi bagian integral pembangunan nasional untuk kemajuan negara dan mengamankan kepentingan nasional serta tegaknya NKRI yang kita cintai,” ujarnya.

Dalam rangka melaksanakan koordinasi dan evaluasi kegiatan pelaksanaan Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) di lingkungan perguruan tinggi, Kementerian Pertahanan menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Bela Negara.

Rakor ini juga dalam rangka menjaga kontinyuitas pelaksanaan pembinaan kesadaran bela negara sebagai upaya penguatan jati diri mahasiswa baru yang sedang mencari jati dirinya.

Hadir dalam acara itu Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemeristek DIKTI, Ismunandar.

Sumber : ANTARA

No Comments

Leave a reply

Post your comment
Enter your name
Your e-mail address

Story Page