close
Breaking news

JAKARTA – Kepemilikan senjata nuklir ternyata turut menjadi simbol superio...read more Yogyakarta, RASILNEWS – Bencana alam di Indonesia pada tahun ini terhitung s...read more RASILNEWS, MYANMAR – Pejabat KBRI di Yangon menyatakan, proyek pembangunan...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Bazar Sya’ban 1438 akan mengangkat isu Halal Life...read more Rasilnews, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, tida...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Pemimpin Redaksi (Pemred) Kantor Berita Islam MINA,...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Geliat Dakwah islam di negeri seribu pagoda Thailan...read more RASILNEWS, MALAYSIA – Dua perusahaan Malaysia yang mengoperasikan pelabuha...read more RASILNEWS, JAKARTA – Koordinator Tim Pembela Ulama dan Aktivis (PUA), Eggi...read more RASILNEWS, JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudd...read more

MEWASPADAI PERPECAHAN UKHUWAH

Tajuk Rasil
Jumat, 21 Juni 2019

Mewaspadai Perpecahan Ukhuwah

Setelah berada di Madinah, Nabi Muhammad saw berhasil menyatukan suku-suku, terutama suku Aus dan Khazraj, yang sebelumnya selalu berseteru. Islam telah mengikat mereka dalam sebuah tali persaudaraan, sehingga tidak ada lagi dendam. Mereka menutup luka masa lalu dengan membangun kekuatan sosial di bawah kepemimpinan Rasulullah SAW.

Namun, ketika mereka lupa dalam kegembiraan, tiba-tiba datang provokator seorang Yahudi yang memanas-manasi mereka. Si Yahudi tersebut membangkitkan kembali masa-masa permusuhan di antara mereka.

Karena baru sembuh dari luka, agitasi Yahudi itu berhasil membangkitkan kembali rasa permusuhan antara kedua suku tersebut. Ibarat bara disiram bensin, api dendam yang telah padam pun kembali menyala dan membakar hati mereka. Akhirnya kedua kubu saling mengangkat senjata, terjadilah baku hantam dan keributan antara suku Aus dan Khazraj yang hampir menelan korban jiwa.

Mendengar kejadian itu, Rasulullah SAW segera menuju tempat kejadian perkara dan mendamaikan kedua suku tersebut. Allah SWT pun menurunkan ayat yang berbunyi, “ Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk…” (QS Ali Imran : 103).

Peristiwa yang menjadi latar belakang turunnya ayat di atas mengisyaratkan bahwa perpecahan sangat mungkin sekali terjadi akibat adanya “pihak ketiga” yang tidak menginginkan persatuan dan kesatuan yang kokoh di dalam tubuh umat. Karena itu, dengan segala cara, mereka akan senantiasa berusaha menciptakan instabilitas dan mempertajam perbedaan dalam suatu masyarakat.

Walaupun semua manusia beriman kepada Allah Subhanahu wata’ala akan tetapi mereka adalah manusia biasa dimana terkadang terjadi perselisihan diantara mereka dan ini bisa kita rasakan dalam kehidupan kita sehari-hari, dalam bermasyarakat maupun berbangsa dan bernegara.

Kita pun harus selalu berpegang teguh pada Alquran surat Al-Hujurat ayat 6, Allah SWT berfirman “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat“.

Ayat ini merupakan pengingat Allah SWT untuk hambanya yang beriman dari kata: ”Takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”, ini adalah penegasan bahwasanya barangsiapa yang takut kepada Allah maka ia akan dirahmati oleh Allah Subhanahu wata’ala, jadi kita semua bersaudara tidak dibedakan dengan suku, ras, kulit, strata sosial dan lainnya. Semua kita diikat oleh ukhuwah islamiyah.

Kita hendaknya membersihkan hati dan pikiran dari tujuan-tujuan yang tak sejalan dengan cita-cita bersama yang luhur dan beradab. Karena salah satu penyebab utama yang merusak persaudaraan dan persahabatan adalah kepentingan dunia. Dimana seseorang saling bersaing dalam mengumpulkan harta, jabatan, tahta sehingga saling hasad dan dengki antara yang satu dengan yang lain. Tatkala yang satu memiliki harta yang banyak dan yang satu miskin dan memiliki sifat hasad

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Al-Turmudzi dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad saw melarang umatnya mengkhianati, membohongi, dan membiarkan/menafikan saudaranya. Artinya, kita harus merapatkan barisan dan saling membantu perjuangan demi tegaknya masyarakat adil makmur yang kita cita-citakan. Dengan cara demikianlah kita dapat mengantisipasi setiap perpecahan yang mungkin terjadi.

Mari selalu evaluasi diri, karena Allah Subhanahu wata’ala dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan hal yang merusak ukhuwah dan juga menyebutkan hal yang menjaga ukhuwah untuk kita mengetahuinya, mengikutinya dan menghindarinya. Sebagaimana seorang penyair Arab berkata: “Saya mengetahui keburukan bukan untuk terjatuh kedalamnya akan tetapi untuk menghindari keburukan tersebut”.

Wallahu A’lam Bish Showaab

Tags:

No Comments

Leave a reply

Post your comment
Enter your name
Your e-mail address

Story Page