close
Breaking news

JAKARTA – Kepemilikan senjata nuklir ternyata turut menjadi simbol superio...read more Yogyakarta, RASILNEWS – Bencana alam di Indonesia pada tahun ini terhitung s...read more RASILNEWS, MYANMAR – Pejabat KBRI di Yangon menyatakan, proyek pembangunan...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Bazar Sya’ban 1438 akan mengangkat isu Halal Life...read more Rasilnews, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, tida...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Pemimpin Redaksi (Pemred) Kantor Berita Islam MINA,...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Geliat Dakwah islam di negeri seribu pagoda Thailan...read more RASILNEWS, MALAYSIA – Dua perusahaan Malaysia yang mengoperasikan pelabuha...read more RASILNEWS, JAKARTA – Koordinator Tim Pembela Ulama dan Aktivis (PUA), Eggi...read more RASILNEWS, JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudd...read more

MUSLIM BELANDA TUNTUT PEMERINTAH TINGKATKAN KEAMANAN DI MASJID

Google

ROTTERDAM, RASILNEWS – Muslim di Belanda menuntut langkah-langkah keamanan terhadap serangan kelompok teror PKK dan kelompok rasis terhadap masjid dan organisasi Islam. Seperti dilansir Anadolu Agency (30/1).

Menurut Laporan Islamofobia Eropa 2017, yang disusun oleh Yayasan Riset Politik, Ekonomi dan Sosial (SETA) yang berbasis di Ankara, mengungkapkan ada 908 kejahatan, mulai dari serangan verbal dan fisik hingga upaya pembunuhan, menargetkan Muslim di Jerman, serta 664 di Polandia, 364 di Belanda, 256 di Austria, 121 di Prancis, 56 di Denmark dan 36 di Belgia.

Ali Dede Tas, kepala Yayasan Geylani di Rotterdam, mengatakan bahwa orang-orang yang mengunjungi masjid untuk sholat serta anak-anak yang datang untuk belajar agama merasa cemas. “Kami selalu gelisah dan merasa seolah-olah seseorang bisa melempar sesuatu kapan saja sejak serangan terhadap masjid kami tahun lalu,” kata Tas.

Dia juga mendesak pemerintah Belanda untuk mengambil tindakan terhadap serangan sesegera mungkin tanpa menunggu sampai sesuatu terjadi lagi.

Sementara itu, Orhan Keles seorang ekspatriat Turki mengatakan, Pemerintah Belanda tidak mengutuk serangan masjid tahun lalu dan tidak memberikan langkah-langkah keamanan dan bahkan tidak membuat pernyataan meyakinkan.

“Sinagog dilindungi di seluruh negeri. Kami tidak menentang agama apa pun, mereka perlu dilindungi juga. Tapi masjid-masjid lebih sering diserang dan kami tidak mengerti mengapa masjid-masjid itu tidak dilindungi,” kata Keles.

No Comments

Leave a reply

Post your comment
Enter your name
Your e-mail address

Story Page