close
Breaking news

JAKARTA – Kepemilikan senjata nuklir ternyata turut menjadi simbol superio...read more Yogyakarta, RASILNEWS – Bencana alam di Indonesia pada tahun ini terhitung s...read more RASILNEWS, MYANMAR – Pejabat KBRI di Yangon menyatakan, proyek pembangunan...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Bazar Sya’ban 1438 akan mengangkat isu Halal Life...read more Rasilnews, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, tida...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Pemimpin Redaksi (Pemred) Kantor Berita Islam MINA,...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Geliat Dakwah islam di negeri seribu pagoda Thailan...read more RASILNEWS, MALAYSIA – Dua perusahaan Malaysia yang mengoperasikan pelabuha...read more RASILNEWS, JAKARTA – Koordinator Tim Pembela Ulama dan Aktivis (PUA), Eggi...read more RASILNEWS, JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudd...read more

NU-MUHAMMADIYAH SIKAPI INSODEN ANJING MASUK MASJID

JAKARTA, RASILNEWS – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Yunahar Ilyas mengimbau kasus anjing yang dibawa masuk ke masjid tidak dibesar-besarkan. Hal itu ditujukan untuk menjaga relasi antarumat beragama, Senin (1/7).

“Kita percayakan penanganan masalahnya kepada pihak kepolisian. Berita seperti ini tidak perlu disebarluaskan lagi karena bisa mengganggu hubungan antaragama,” kata Yunahar Ilyas.

Meskipun demikian, dia menyatakan, tindakan SM, perempuan yang masuk masjid dengan alas kaki dan juga membawa anjingnya itu, harus diselidiki lebih lanjut. Pasalnya, jika ditemukan kesengajaan, hal itu bisa disebut sebagai penistaan agama.  

“Kalau dilakukan secara sadar dan sengaja, membawa anjing ke masjid dan pakai sepatu. Maka hal itu dapat dinilai sebagai penistaan agama,” ujar pria yang juga merupakan wakil ketua umum MUI tersebut.  

Hal senada juga diungkapkan oleh Sekjen PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) KH Helmy Faishal Zaini. Helmy menuturkan, SM bisa dijerat dengan pasal penistaan agama. Pasalnya, tindakan yang dilakukan wanita tersebut telah mengakibatkan kerusakan tempat ibadah. 

“Kita tidak tahu sebabnya ya. Kalau harus dihukum ya silakan. Tapi kalau tidak ada unsur kesengajaan ya tidak masuk ke delik penistaan agama. Saya kira tidak ada unsur kesengajaan, lebih karena stres,” Ujar Helmi.

Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky mengatakan, SM terancam dijerat pasal penistaan agama. Dia menyatakan, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Selain itu, Polres Bogor juga akan mengirim SM ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk diobservasi.

Sumber : REPUBLIKA

No Comments

Leave a reply

Post your comment
Enter your name
Your e-mail address

Story Page