close
Breaking news

JAKARTA – Kepemilikan senjata nuklir ternyata turut menjadi simbol superio...read more Yogyakarta, RASILNEWS – Bencana alam di Indonesia pada tahun ini terhitung s...read more RASILNEWS, MYANMAR – Pejabat KBRI di Yangon menyatakan, proyek pembangunan...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Bazar Sya’ban 1438 akan mengangkat isu Halal Life...read more Rasilnews, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, tida...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Pemimpin Redaksi (Pemred) Kantor Berita Islam MINA,...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Geliat Dakwah islam di negeri seribu pagoda Thailan...read more RASILNEWS, MALAYSIA – Dua perusahaan Malaysia yang mengoperasikan pelabuha...read more RASILNEWS, JAKARTA – Koordinator Tim Pembela Ulama dan Aktivis (PUA), Eggi...read more RASILNEWS, JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudd...read more

PENDUDUK MISKIN DI BANTEN BERTAMBAH MENJADI 134 RIBU LEBIH

SERANG, RASILNEWS — Jumlah penduduk miskin di Provinsi Banten tercatatat bertambah menjadi 134,6 ribu orang dari 641,42 ribu pada September 2019 menjadi 775,99 ribu pada Maret 2020. Sehingga presentase penduduk miskin naik hingga 5,92 persen dalam data terbaru BPS (Badan Pusat Statistik) tentang profil kemiskinan di Banten.

Dilansir dari Republika.co.id, kepala BPS Provinsi Banten Adhi Wiriana mengatakan, peningkatan angka kemiskinan ini bahkan baru hasil pendataan pada awal hingga pertengahan Maret 2020. Sementara survei angka kemiskinan pada bulan-bulan berikutnya baru akan diungkap pada rilis selanjutnya pada Agustus.

Adhi Wiriana pada Kamis (16/7) mengatakan, angka kemiskinan di Banten Maret 2020 terjadi peningkatan yang cukup banyak karena ada sekitar 134,6 ribu warga yang tadinya tidak miskin menjadi miskin pada Maret 2020. Jadi ada peningkatan sebesar 0,98 poin dibanding periode September yang sebesar 4,94 persen.

Menurutnya kondisi kemiskinan pada April hingga bulan berikutnya diprediksi lebih besar dibanding Maret yang merupakan awal pemberlakuan PSBB (pembatasan sosial berskala besar).

Adhi mengatakan, sebelum adanya wabah korona dirinya berharap persentase penduduk miskin di Banten akan terus menurun hingga 4,49 persen. Namun dampak korona cukup membuat penduduk miskin meningkat tajam hingga presentasenya melebihi tahun 2015 dengan 5,9 persen.

Disebutkan juga bertambahnya penduduk miskin di Banten terjadi baik di wilayah perkotaan mau pun pedesaan. Persentase warga miskin di kota pada September 2019 sebesar 4,00 persen naik menjadi 5,03 persen pada Maret 2020, sementara penduduk miskin di desa pada September 2019 sebesar 7,31 peren dan naik menjadi 8,18 persen pada Maret 2020.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, bertambahnya penduduk miskin terjadi karena dampak wabah covid-19. Pertambahan ini juga terjadi diberbagai daerah karena penyebab yang sama.

“Ini dampak dari kondisi ekonomi dalam konteks covid-19 yang menurut kami tidak hanya terjadi di Banten tapi bahkan di daerah lain. Kami sedang berusaha bagaimana yang paling utama adalah terkait keselamatan masyarakat dulu, gimana penyebaran ini supaya tidak menyebar luas,” ungkap Andika.

Pemprov Banten juga mengatakan, kita sedang koordinasi dengan pemerintah pusat untuk bagaimana daerah Provinsi Banten dapat memberikan kontribusi penguatan ekonomi bagi masyarakat yang terdampak,” ujarnya.

Tags: ,

No Comments

Leave a reply

Post your comment
Enter your name
Your e-mail address

Story Page