close
Breaking news

JAKARTA – Kepemilikan senjata nuklir ternyata turut menjadi simbol superio...read more Yogyakarta, RASILNEWS – Bencana alam di Indonesia pada tahun ini terhitung s...read more RASILNEWS, MYANMAR – Pejabat KBRI di Yangon menyatakan, proyek pembangunan...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Bazar Sya’ban 1438 akan mengangkat isu Halal Life...read more Rasilnews, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, tida...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Pemimpin Redaksi (Pemred) Kantor Berita Islam MINA,...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Geliat Dakwah islam di negeri seribu pagoda Thailan...read more RASILNEWS, MALAYSIA – Dua perusahaan Malaysia yang mengoperasikan pelabuha...read more RASILNEWS, JAKARTA – Koordinator Tim Pembela Ulama dan Aktivis (PUA), Eggi...read more RASILNEWS, JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudd...read more

POLRI: SANTRI BISA MENJADI TARUNA POLISI

JAKARTA, RASILNEWS – Kepolisian Republik Indonesia (Polri), mengeluarkan syarat baru pada 2019 ini, terkait penerimaan santri yang lulusan dari pondok pesantern menjadi Taruna Polisi.  

Informasi itu disebutkan dalam situs resmi penerimaan Polri. Pada butir ketiga dalam keterangan persyaratan khusus itu disebutkan, “Bagi pendaftar dari pendidikan diniyah formal (PDF) dan satuan pendidikan muadalah (PDM) pada pondok pesantren, (diharuskan) memiliki nilai kelulusan rata-rata hasil imtihan wathoni (Ujian Standar Nasional) atau ujian akhir muadalah, dengan nilai akhir kelulusan rata-rata 70,00.”

Hal itu mendapat tanggapan dan respon yang baik serta mendapat apresiasi dari Kementerian Agama (Kemenag) melalui Ditjen Pendidikan Islam.

“Ini adalah buah dari sejumlah pertemuan dan pembahasan antara para pimpinan dari institusi Kepolisian, Kementerian Agama dan para tokoh pimpinan pesantren. Tentu, kebijakan ini sangat positif dan patut disyukuri dan diapresiasi,” kata Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Ponpes), Ditjen Pendidikan Islam Ahmad Zayadi pada Kamis (14/3).

Menurut Ahmad, kini peluang terbuka bagi para santri untuk menjadi taruna-taruna kepolisian. Momentum ini merupakan langkah awal yang baik sekaligus menjadi instrumen mobilitas sosial-vertikal para santri.

“Artinya, santri dapat berkiprah di macam-macam bidang kehidupan, bukan hanya kembali ke pesantren tetapi bisa menjadi seorang anggota yang yang berjuang untuk negara ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kemenag pada tahun ini akan kembali menggelar Imtihan Wathani atau ujian akhir berstandar nasional untuk satuan pendidikan diniyah formal (PDF). Seluruh peserta berjumlah 1.180 orang santri jenjang aliyah (setingkat SMA). Mereka akan ikut Imtihan Wathani pada 18-20 Maret 2019 mendatang.

“Untuk para santri, persiapkan yang terbaik. Jika berminat dan memenuhi syarat, setelah lulus nanti bisa daftar sebagai Taruna Polri,” tuturnya Ahmad.

Sumber: REPUBLIKA

Tags: , ,

No Comments

Leave a reply

Post your comment
Enter your name
Your e-mail address

Story Page