close
Breaking news

JAKARTA – Kepemilikan senjata nuklir ternyata turut menjadi simbol superio...read more Yogyakarta, RASILNEWS – Bencana alam di Indonesia pada tahun ini terhitung s...read more RASILNEWS, MYANMAR – Pejabat KBRI di Yangon menyatakan, proyek pembangunan...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Bazar Sya’ban 1438 akan mengangkat isu Halal Life...read more Rasilnews, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, tida...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Pemimpin Redaksi (Pemred) Kantor Berita Islam MINA,...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Geliat Dakwah islam di negeri seribu pagoda Thailan...read more RASILNEWS, MALAYSIA – Dua perusahaan Malaysia yang mengoperasikan pelabuha...read more RASILNEWS, JAKARTA – Koordinator Tim Pembela Ulama dan Aktivis (PUA), Eggi...read more RASILNEWS, JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudd...read more

POSTER RASIL “INGAT MATI, BISA MEMANGGILMU KAPANPUN !!”

RASILNEWS – Alloh swt berfirman dalam QS. Ali Imron ayat 102

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

Abu Hurairah berkata bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perbanyaklah mengingat-ingat sang pemutus kenikmatan dengan cepat, ialah kematian.” (HR At-Tirmidzi, an-Nasai dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Abu Hurairah. At-tirmidzi menganggap Hadits ini hasan.

Abu Nu’aim meriwayatkan hadits yang sama dari Umar bin al-Khathab.

Al-Bazzar meriwayatkan dari Anas, bahwasanya Rasulullah shallall ‘ahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Perbanyaklah kalian mengingat sang pemutus kematian dengan cepat (kematian). Karena sesungguhnya, seseorang tidak mengingatnya dalam kesempitan hidup, melainkan ia akan diberikan keleluasaan. Tidak pula ia mengingatnya dalam keleluasaan, melainkan ia akan diberikan kesempitan.”

Ibnu Majah meriwayatkan dari Umar. Ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamditanya, “Siapakah orang Mukmin yang paling cerdas?” Beliau bersabda, “Merekalah yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah kematian. Mereka itulah orang-orang yang cerdas.”

At-Tirmidzi meriwayatkan dari Syaddad bin Aus. Dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang cerdas adalah yang merendahkan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang menuruti hawa nafsunya dan banyak berangan-angan kepada Allah.”

Ibnu Abi Dunya meriwayatkan dari Anas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Perbanyaklah oleh kalian mengingat kematian! Karena sesungguhnya ia membersihkan dosa dan membuat zuhud dalam dunia. Apabila kalian mengingatnya sewaktu kaya, ia akan meruntuhkannya. Dan jika kalian mengingatnya ketika fakir, ia akan membuat kalian rela menerima garis kehidupan kalian.”

Ath-Thabrani meriwayatkan dari Ammar. Ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Cukuplah kematian sebagai penasehat.”

Dan diriwayatkan bahwa dikatakan kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah! Adakah seseorang yang dikumpulkan bersama dengan para syuhada’ (golongan orang-orang yang mati syahid)?” Beliau menjawab, “Iya. Yaitu orang yang mengingat kematian, dalam sehari semalam sebanyak 20 kali.”

 

Ikhwan Akhwat yang dimuliakan Alloh SWT,

Sesungguhnya Mati itu adalah sesuatu yang pasti dan berlaku bagi semua mahluk yang hidup di dunia ini. Tidak ada yang kekal dan abadi di dunia. Tidak ada satu mahluk hidup di dunia yang lepas dari perkara kematian. Tidak ada satu manusia pun yang tahu kapan kematian akan menjemputnya, sekalipun ia seorang ilmuwan, professor, presiden, bahkan seorang Rasul maupun Nabi, tidak dapat mengetahui kematiannya sendiri, apalagi manusia biasa.

Oleh karena itu, banyak mengingat kematian itu disukai dan dianjurkan karena menghasilkan banyak manfaat dan faedah. Di antaranya pendek angan angan dan zuhud mengenai kenikmatan dunia, puas dengan pemberian yang sedikit, menyukai akhirat dan berbekal amal-amal baik.

No Comments

Leave a reply

Post your comment
Enter your name
Your e-mail address

Story Page