close
Breaking news

JAKARTA – Kepemilikan senjata nuklir ternyata turut menjadi simbol superio...read more Yogyakarta, RASILNEWS – Bencana alam di Indonesia pada tahun ini terhitung s...read more RASILNEWS, MYANMAR – Pejabat KBRI di Yangon menyatakan, proyek pembangunan...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Bazar Sya’ban 1438 akan mengangkat isu Halal Life...read more Rasilnews, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, tida...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Pemimpin Redaksi (Pemred) Kantor Berita Islam MINA,...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Geliat Dakwah islam di negeri seribu pagoda Thailan...read more RASILNEWS, MALAYSIA – Dua perusahaan Malaysia yang mengoperasikan pelabuha...read more RASILNEWS, JAKARTA – Koordinator Tim Pembela Ulama dan Aktivis (PUA), Eggi...read more RASILNEWS, JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudd...read more

Pulau Jawa Daerah Terparah Bencana Hidrometeorologi

Yogyakarta, RASILNEWS – Bencana alam di Indonesia pada tahun ini terhitung sejak medio Januari hingga awal Mei, hampir seluruhnya disebabkan oleh bencana hidrometeorologi atau sekitar 98 persen.

Bencana ini diakibatkan oleh berbagai parameter seperti curah hujan, kelembaban, temperatur, angin atau perubahan iklim.

Berdasar data yang dirilis BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) per minggu ke-1 bulan Mei 2017, telah terjadi 1.113 bencana hidrometeorologi mencakup rentang geografis mulai Aceh hingga Papua.

Tiga provinsi dengan jumlah bencana terbanyak yakni Jawa Tengah (362), Jawa Timur (245) lalu Jawa Barat (153). Banjir jadi bencana yang paling sering, disusul puting beliung kemudian tanah longsor.

Tercatat 14.630 rumah rusak serta 167.623 rumah terendam. Untuk kategori rusak berat sebanyak 2.804, rusak sedang 2.368 dan rusak ringan 9.458.

Sementara untuk korban jiwa, 80 persen meninggal dan hilang akibat tanah longsor maupun banjir. Namun untuk korban bencana keseluruhan, tercatat 167 orang meninggal dan hilang, 318 luka-luka serta 1.048.370 mengungsi dan terdampak.

“Angka-angka ini sangat tinggi karena baru bulan Mei 2017, hingga Desember pastinya nanti bisa dua kali lipat,” ujar Aris Sustiyono dari forum PRB (Pengurangan Risiko Bencana) DIY, Sabtu (13/5).

Karenanya, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi ancaman bencana. Masyarakat perlu diberi pemahaman atas risiko bencana di level komunitas sehingga memiliki sistem kesiapsiagaan.

“Membentuk komunitas siaga bencana berbasis desa agar mereka terlibat aktif melakukan peringatan dini dan melakukan pertolongan bila terjadi bencana,” kata Aris.

Degradasi lahan dan hutan harus dijawab dengan penanaman pohon sebanyak mungkin, melakukan pengelolaan sampah dengan metode 3R (Reuse, Recycle, Reduce), tidak cukup sekedar kampanye membuang sampah pada tempatnya.

No Comments

Leave a reply

Post your comment
Enter your name
Your e-mail address

Story Page