Saturday, August 8, 2020
Home Ekonomi REALITAS PERTUMBUHAN INDONESIA HANYA MAMPU MENYENTUH ANGKA 5 PERSEN

REALITAS PERTUMBUHAN INDONESIA HANYA MAMPU MENYENTUH ANGKA 5 PERSEN

Jakarta, rasilnews- Dosen Institut Ilmu Quran (IIQ) Ikhwan Basri dalam siaran Ekonomi Islam menyebutkan bahwa realitas pertumbuhan Indonesia hingga saat ini hanya mampu menyentuh angka 5 persen. Jauh lebih rendah dari janji Presiden Joko Widodo ketika kampanye, yang kala itu menyebutkan akan membuat pertumbuhan ekonomi nasional berada diangka 7 persen.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2019 sebesar 5,05 persen (year on year/yoy). Realisasi ini lebih rendah dari realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I 2019 yang sebesar 5,07 persen yoy.

Juga lebih rendah bila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2018 yang sebesar 5,27 persen yoy. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi sepanjang semester I-2019 tercatat sebesar 5,06 persen yoy.

“Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2019 memang melambat bila dibandingkan kuartal I 2019 dan jauh lebih melambat jika dibandingkan kuartal II 2018. Sehingga kita perlu membenah apa yang membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,05 persen di kuartal II-2019,” ujar Kepala BPS Suharyanto dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta.

Menurut Ikhwan, hal yang membuat target pertumbuhan ekonomi tak tercapai yaitu, pembuatan infrastruktur, penegakan hukum atau regulasi, dan juga tingginya angka import dibanding eksport.

“Ada banyak hal yang membuat target kita tidak tercapai karena beberapa hal, misalnya karena infrastruktur, karena perijinan, karena penegakkan hukum, karena korupsi, dan juga karena keramahan kita terhadap investor itu kurang baik jika dibandingkan dengan negara lainnya,” ujar dosen IIQ tersebut.

Kemudian hal lain yang juga memengaruhi yaitu, memasuki perang dagang antara Amerika Serikat dan China seharusnya Indonesia kebanjiran investor dan relokasi pabrik dari China maupun Amerika. Tapi nyatanya, Indonesia tidak dipilih oleh negara China untuk merelokasikan perusahaan mereka.

Indonesia disebut sebagai satu-satunya negara di Asean yang kalah dibandingkan dengan negara lainnya dalam memanfaatkan dampak perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Banyak perusahaan dari China yang yang memilih negara lain seperti Vietnam, Thailand, Filiphina dan juga Malaysia ketimbang Indonesia untuk merelokasi bisnisnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

TAJUK RASIL “PAHALA BERPOLITIK”

Rabu, 15 Dzulhijjah 1441 H/ 5 Agustus 2020 Pahala BerpolitikArtikel REPUBLIKA.CO.ID, Oleh : Dr. KH. Syamsul Yakin, MA

CARA MEMILIH HEWAN KURBAN BERKUALITAS SESUAI TUNTUTAN SYARIAT

JAKARTA, RASILNEWS - Hari Raya Kurban atau yang biasa kita kenal dengan hari Raya Idul Adha sangat identik dengan penyembelihan hewan kurban...

ADA APA DENGAN HATI

IJAKARTA, RASILNEWS - Tidak ada organ tubuh yang arti dan nilainya sama dengan hati. walaupun bentuknya yang kecil namun berperan penting dalam...

Eminem – Stronger Than I Was

We woke reasonably late following the feast and free flowing wine the night before. After gathering ourselves and our packs, we...

Recent Comments