close
Breaking news

JAKARTA – Kepemilikan senjata nuklir ternyata turut menjadi simbol superio...read more Yogyakarta, RASILNEWS – Bencana alam di Indonesia pada tahun ini terhitung s...read more RASILNEWS, MYANMAR – Pejabat KBRI di Yangon menyatakan, proyek pembangunan...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Bazar Sya’ban 1438 akan mengangkat isu Halal Life...read more Rasilnews, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, tida...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Pemimpin Redaksi (Pemred) Kantor Berita Islam MINA,...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Geliat Dakwah islam di negeri seribu pagoda Thailan...read more RASILNEWS, MALAYSIA – Dua perusahaan Malaysia yang mengoperasikan pelabuha...read more RASILNEWS, JAKARTA – Koordinator Tim Pembela Ulama dan Aktivis (PUA), Eggi...read more RASILNEWS, JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudd...read more

SEPANJANG JANUARI – MARET, KASUS DBD DI JAKARTA SEBANYAK 2.282 KASUS

JAKARTA, RASILNEWS – Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menyatakan jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Jakarta sepanjang Januari hingga 2 Maret 2019 menjadi 2.282 kasus dan menewaskan 1 orang. Padahal, data per 27 Januari 2019 lalu, jumlah DBD di Jakarta sebanyak 613 kasus.

“Tercatat dari Januari sampai dengan tanggal 2 Maret terdapat 2.282 kasus demam dengue di DKI Jakarta,” kata Kepala Dinkes Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (4/3).

Untuk diketahui, sepanjang 2018 lalu jumlah DBD di Jakarta sebanyak 2.963 kasus dengan 2 orang meninggal dunia, dan pada 2017 sebanyak 3.362 kasus dengan 1 orang meninggal dunia.

Dia menambahkan, banyaknya kasus DBD sepanjang Januari-2 Maret 2019 ini tak lepas dari faktor kelembaban udara yang meningkat selama dua bulan terakhir, sehingga potensi berkembangnya nyamuk pun bertambah.

Widyastuti juga menjelaskan, dari data tersebut, berdasarkan insidence rate (IR), Jakarta Barat memiliki jumlah RW yang paling rawan DBD, yakni 38 RW. Disusul Jakarta Pusat dengan 3 RW rawan, Jakarta Utara dengan 7 RW rawan, Jakarta Selatan 11 RW rawan, dan Jakarta Timur dengan 25 RW rawan.

“Pendataan berdasarkan RW ini akan membantu pihak Dinkes untuk lebih fokus pada tempat yang lebih rawan,” ujarnya.

Sementara berdasarkan level kecamatan, kecamatan dengan jumlah IR paling tinggi adalah kecamatan Kalideres sebesar 58,21. Diikuti empat kecamatan lainnya yakni Pasar Rebo sebesar 50,5; Cipayung sebesar 50,41, Matraman sebesar 44,15; dan Jagakarsa 41,5.

“Jadi 5 kecamatan ini jadi kecamatan yang insidence ratenya tertinggi di DKI terhitung per tanggal 3 Maret,” katanya.

Untuk itu, Widyastuti mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap DBD di wilayah masing-masing. Terutama ketika ada warga yang mengalami gejala awal DBD untuk segera berobat.

“Kami imbau, kalau ada warga dengan panas mendadak 2-7 hari, pikirkan pertama, demam dengue apa bukan,” ujarnya.

Sumber : cnnindonesia.com

No Comments

Leave a reply

Post your comment
Enter your name
Your e-mail address

Story Page