close
Breaking news

JAKARTA – Kepemilikan senjata nuklir ternyata turut menjadi simbol superio...read more Yogyakarta, RASILNEWS – Bencana alam di Indonesia pada tahun ini terhitung s...read more RASILNEWS, MYANMAR – Pejabat KBRI di Yangon menyatakan, proyek pembangunan...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Bazar Sya’ban 1438 akan mengangkat isu Halal Life...read more Rasilnews, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, tida...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Pemimpin Redaksi (Pemred) Kantor Berita Islam MINA,...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Geliat Dakwah islam di negeri seribu pagoda Thailan...read more RASILNEWS, MALAYSIA – Dua perusahaan Malaysia yang mengoperasikan pelabuha...read more RASILNEWS, JAKARTA – Koordinator Tim Pembela Ulama dan Aktivis (PUA), Eggi...read more RASILNEWS, JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudd...read more

SOLUSI 2 NEGARA SATU-SATUNYA PENYELESAIAN KONFLIK PALESTINA

ANTALYA, RASILEWS – Penyelesaian dua-negara adalah satu-satunya penyelesaian yang berkelanjutan dan berskala luas bagi konflik Palestina-Israel, Ahad (14/4). “Saya tak bermaksud mengatakan itu (penyelesaian dua-negara) sekarang memiliki prospek yang sangat jelas di wilayah ini,” kata Kepala Pusat Kajian Stategis di Kementerian Luar Negeri Turki Ufuk Ulutas dalam satu pertemuan NATO di Antalya, di Laut Tengah Turki.

Menurutnya, solusi dua-negara tetap menjadi salah satu piihan terbaik untuk menemukan penyelesaian yang bertahan lama bagi konflik Palestina-Israel. Ulutas menyampaikan posisi Turki mengenai konflik Palestina-Israel, serta rintangan yang menghalangi perdamaian antara Israel dan Palestina dalam pertemuan tiga-hari NATO, yang berakhir pada Ahad (14/4).

Anggota Parlemen, pejabat militer, dan kepala misi luar negeri dari negara anggota NATO termasuk di antara peserta Seminar Rose-Roth ke-99 dan kelompok khusus Laut Tengah dan Timur Tengah Majelis Parlemen NATO. Parlemen Turki menjadi tuan rumah.

“Dalam setiap waktu mewujudkan perdamaian, upaya mencapai penyelesaian luas yang berkelanjutan bagi konflik Palestina-Israel, Turki menjadi penengah, fasilitator atau pendukung seluruh proses itu. Kami menyebut Turki pendukung kuat upaya mewujudkan perdamaian dalam konflik Arab-Israel,” kata Ulutas.

Ia menambahkan seluruh proses untuk mewujudkan perdamaian, setidaknya upaya, dalam konflik Arab-Israel telah tercermin secara sangat positif dalam hubungan Turki-Israel.

Ulutas juga mengatakan ada lima penghalang dalam penyelesaian konflik antara Israel dan Palestina. Hal itu adalah kebijakan AS mengenai Timur Tengah terutama mengenai Palestina dan Israel, radikalisasi politik Israel, perpecahan regional di Timur Tengah dan dampaknya pada kebijakan ekonomi dan politik Palestina, bentrokan yang berlangsung di Palestina, dan kurangnya gagasan di kalangan masyarakat internasional.

Dengan tindakan ini, AS memilih menjadi bagian dari masalah bukan bagian dari penyelesaian masalah. Ulutas mengatakan kemunculan partai politik sayap-kanan mengarah kepada radikalisasi politik Israel dan memberi mereka kesempatan lebih besar untuk berbicara dalam politik Israel.

Pekan lalu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menang dalam pemilihan umum setelah janjinya mencaplok beberapa bagian Tepi Barat Sungai Jordan serta Dataran Tinggi Golan yang diduduki. “Beberapa bagian tertentu di dalam politik Israel memandang situasi saat ini di wilayah tersebut dan di dunai sebagai jendela kesempatan,” kata Ulutas.

“Mereka memandang Pemerintah Presiden AS Donald Trump sebagai kesempatan baik untuk mendorong lebih kuat, menemukan lebih banyak wilayah di Palestina, menciptakan kenyataan mereka sendiri di lapangan, membuat terwujudnya perdamaian dan penyelesaian dua-negara jadi hampir tak mungkin,” katanya.

Sumber : REPUBLIKA

Tags: , , , ,

No Comments

Leave a reply

Post your comment
Enter your name
Your e-mail address

Story Page