close
Breaking news

JAKARTA – Kepemilikan senjata nuklir ternyata turut menjadi simbol superio...read more Yogyakarta, RASILNEWS – Bencana alam di Indonesia pada tahun ini terhitung s...read more RASILNEWS, MYANMAR – Pejabat KBRI di Yangon menyatakan, proyek pembangunan...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Bazar Sya’ban 1438 akan mengangkat isu Halal Life...read more Rasilnews, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, tida...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Pemimpin Redaksi (Pemred) Kantor Berita Islam MINA,...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Geliat Dakwah islam di negeri seribu pagoda Thailan...read more RASILNEWS, MALAYSIA – Dua perusahaan Malaysia yang mengoperasikan pelabuha...read more RASILNEWS, JAKARTA – Koordinator Tim Pembela Ulama dan Aktivis (PUA), Eggi...read more RASILNEWS, JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudd...read more

TAHUN AJARAN BARU DI PALESTINA DIMULAI LEBIH AWAL

PALESTINA, RASILNEWS – Tahun ajaran baru dimulai pada hari Senin (16/7/2018), lebih awal dari biasanya, di desa Khan al-Ahmar, timur Yerusalem, dalam upacara yang dihadiri oleh Menteri Pendidikan Sabri Saidam dan pejabat lainnya. WAFA melaporkan.

Sekolah desa itu, nerupakan satu-satunya di daerah yang melayani lima komunitas Badui di dekatnya dengan sekitar 170 siswa, saat ini berada di bawah ancaman pembongkaran dan pengusiran Israel untuk membangun pemukiman Yahudi ilegal di tempatnya.

Tahun ajaran baru di Palestina biasanya dimulai pada tanggal 1 September. Namun karena keadaan khusus yang dihadapi di Khan al-Ahmar dan ancaman terhadapnya dan sekolahnya, Departemen Pendidikan memilih untuk mempercepat lebih awal.

“Diharapkan jika Israel melanjutkan dengan rencana pembongkarannya, akan ditentang oleh seluruh komunitas dunia dan PBB,” pernyataan Departemen Pendidikan.

Kedatangan pejabat Departemen Pendidikan ke desa Khan al-Ahmar, tidaklah mudah.

Militer Israel telah memasang penghalang jalan dan gerbang besi di pintu masuk desa, yang terletak di jalan utama Yerusalem-Jericho, untuk mencegah akses Palestina ke sana.

Namun demikian, lebih dari 70 siswa dan orang tua mereka dapat sampai di sana, bersama dengan para pejabat Palestina, untuk memulai sekolah.

Pejabat setempat menekankan protes keras terhadap rencana penghancuran atau pemindahan Khan al-Ahmar.

“Hal itu akan ditentang dan diperangi dengan sangat kuat,” ujar pejabat tersebut.

Pengadilan Tinggi Israel telah menunda tindakan apa pun terhadap Khan al-Ahmar hingga pertengahan Agustus, untuk mendengar alasan pemerintah Israel yang akan menghancurkannya.

Pengadilan yang sama sebelumnya telah memberi lampu hijau kepada tentara untuk memindahkan desa dan penduduknya. Namun tampaknya mengubah posisinya setelah presentasi bukti-bukti baru yang membuktikan kepemilikan Palestina atas tanah desa tersebut dan menghadapi kecaman internasional yang kuat.

No Comments

Leave a reply

Post your comment
Enter your name
Your e-mail address

Story Page