Sunday, September 27, 2020
Home Tajuk Rasil TAJUK RASIL "PAHALA BERPOLITIK"

TAJUK RASIL “PAHALA BERPOLITIK”

Rabu, 15 Dzulhijjah 1441 H/ 5 Agustus 2020

Pahala Berpolitik
Artikel REPUBLIKA.CO.ID, Oleh : Dr. KH. Syamsul Yakin, MA

Kata politik atau politics, berasal dari bahasa Yunani ”polis”, yang berarti kota dan dibatasi pada kajian negara. Bernard Crick dalam, In Defence of Politics, mengatakan “politik adalah politik”. Dalam tulisan ini, arti politik sependapat dengan perkataan Aristoteles dalam The Ethics, yaitu “(sesuatu yang memiliki) kebaikan tertinggi”.

Dalam bahasa Arab, politik disamakan dengan kata siyasah. Kata ini adalah nomina dari verba saasa-yasusu-siyasah. Secara lebih luas siyasah dapat berarti memimpin, memerintah, mengatur, dan mengelola. Makna siyasah dalam konteks ini menurut sebagian ulama sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW, “Bani Israil pernah diatur oleh para Nabi.” (HR. Muslim).

Secara sosio-historis, Nabi Muhammad SAW pernah mengatur orang-orang Nasrani dan Yahudi di Madinah. Ketika Madinah tumbuh sebagai negara-kota yang maju dan sejahtera di bawah kepemimpinan Rasulullah SAW, mereka yang bukan Islam mendapat jaminan hak pribadi dan kelompok untuk hidup secara aman, damai, dan merdeka.

Fungsi seorang pemimpin dalam Islam seperti yang diriwayatkan Imam Thabrani bahwa Nabi Muhammad SAW sabdakan, “Pemimpin adalah bayang-bayang Allah di muka bumi.” Terkait ini tak heran kalau Imam Bukhari memasukkan bab tentang imamah dan imarah (kepemimpinan) dalam kitab haditsnya. Hal serupa juga terdapat dalam kitab hadits Imam Muslim.

Begitu pentingnya politik, sampai-sampai SAyyidina Utsman bin Affan berkata, seperti yang dikutip Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wa al-Nihayah, “Sungguh, Allah SWT menghilangkan dengan kekuasaan apa yang tidak bisa dihilangkan dengan Alquran.”

Lebih dari itu, kejahatan ekonomi, sosial, budaya dapat diselesaikan oleh seorang pemimpin yang membela rakyat dan berani memberikan hukuman bagi yang melanggar. Begitu juga korupsi, judi, narkoba, dan prostitusi, serta penyalahgunaan kekuasaan harus ada pemimpin “bertangan besi” yang mengatasinya. Semua ini tidak bisa dihilangkan dengan Alquran.

Inilah pahala berpolitik yang sangat luas dan menyentuh setiap sisi kehidupan masyarakat secara semesta. Maka itu, kata Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, “kekuasaan dan agama adalah saudara kembar”. Bahkan Imam al-Ghazali terlibat dalam persoalan politik pada masa Bani Abbasiyah yang berkuasa secara de jure dan Bani Saljuk yang berkuasa secara de facto.

Sejatinya sejak masa dini dan mulai dari lingkup yang kecil, Rasulullah SAW sudah mengajarkan untuk memimpin, memerintah, mengatur, dan mengelola. Misalnya, Rasulallah SAW bertitah, “Jika ada tiga orang yang bepergian, maka hendaknya salah seorang dari mereka menjadi pemimpin.” (HR. Abu Daud). Apalagi dalam kehidupan sosial yang lebih luas.

Tentu ada pahala yang Allah SWT berikan bagi orang yang bersedia meluangkan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk memimpin, memerintah, mengatur, dan mengelola suatu masyarakat, baik dalam kepemimpinan formal pemerintahan secara struktural, maupun dalam kepemimpinan informal kemasyarakatan secara kultural.

Jadi, sejatinya berpolitik adalah beramal saleh. Allah SWT berjanji, “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan yang mengerjakan amal saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa.” (QS. al-Nur/24: 55).

Terakhir, mari mainkan peran politik kita masing-masing. Kalau kita seorang ayah, mari jadilah kepala keluarga yang bertanggung jawab agar keluarga kita menjadi tangguh. Sebab kuatnya negara tergantung kuatnya keluarga. Begitu juga kalau kita seorang pengusaha, petani, nelayan, guru atau apa saja, mari mainkan peran politik kita untuk negeri tercinta, sesuai dengan profesi masing-masing.

Wallahu ‘Alam Bishshowwab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Ponpes AlFatah Samarinda Adakan Webinar Mewaspadai Bahaya Laten Komunis

SAMARINDA, RASILNEWS - Pondok Pesantren (Ponpes) Shuffah Hizbullah Samarinda akan mengadakan Webinar Kebangsaan Nasional dengan tema “Mewaspadai Bahaya Laten Komunis Terhadap...

Data Kemenkes : Pasien Sembuh Covid-19 Terus Meningkat Menjadi 203.014 Kasus

JAKARTA, RASILNEWS – Data pasien Covid-19 per 27 September 2020 yang sembuh di Tanah Air terus meningkat. Per Ahad, pasien sembuh...

Selama PSBB Dijakarta, Sebanyak 77 Ribu Pelanggar Berhasil Dijaring

JAKARTA, RASILNEWS - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan bahwa selama dua minggu operasi Yustisi, sebanyak 77.041...

Terapung Selama 6 hari Tanpa Makan Minum, Seorang Nelayan Tua Ditemukan Dilaut Lepas

KALSEL, RASILNEWS – Seorang nelayan tua ditemukan tengah terapung-apung selama 6 hari di  di perairan Tako Bendera, Tanah Grogot, Provinsi Kalimantan...

Recent Comments