close
Breaking news

JAKARTA – Kepemilikan senjata nuklir ternyata turut menjadi simbol superio...read more Yogyakarta, RASILNEWS – Bencana alam di Indonesia pada tahun ini terhitung s...read more RASILNEWS, MYANMAR – Pejabat KBRI di Yangon menyatakan, proyek pembangunan...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Bazar Sya’ban 1438 akan mengangkat isu Halal Life...read more Rasilnews, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, tida...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Pemimpin Redaksi (Pemred) Kantor Berita Islam MINA,...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Geliat Dakwah islam di negeri seribu pagoda Thailan...read more RASILNEWS, MALAYSIA – Dua perusahaan Malaysia yang mengoperasikan pelabuha...read more RASILNEWS, JAKARTA – Koordinator Tim Pembela Ulama dan Aktivis (PUA), Eggi...read more RASILNEWS, JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudd...read more

TANGISAN RASULULLAH DI MALAM PERANG BADAR

Tajuk Rasil
Rabu, 27 Februari 2019

Dalam perjalanan perang Badar, menjadi kisah yang diingat oleh umat Islam hingga saat ini, bukan hanya karena pasukan muslimin memperoleh kemenangan spektakuler di akhirnya. Ada hal penting lain yaitu dimana Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasalam terisak tangis ditengah malam penantian menuju peperangan.

Ibnu Katsir rahimahullah menggambarkan keadaan Rasulullah, pada malam perang badar beliau melakukan shalat di dekat sebatang pohon. Dalam sujudnya baginda Nabi Muhammad SAW membasahi llisannya dengan kalam, ‘Ya Hayuu, Ya Qayum, Ya Hayuu, Ya Qayum, Ya Hayuu, Ya Qayum,’ Beliau mengulang-ngulangi ucapan itu.

Dalam sholat tahajudnya, beliau menangis, tersendu sambil berdoa terus menerus memohon kepada Sang Pelindung dan Penolongnya. dalam doanya baginda Nabi Muhammad memohon seraya berucap;

“Ya Allah aku mengingatkan-Mu akan janji-Mu, Ya Allah jangan Engkau meninggalkanku, Ya Allah jangan Engkau membiarkanku, Ya Allah jangan Engkau menyia-nyiakanku. Ya Allah ini adalah orang Quraisy, mereka telah datang dengan kesombongan mereka. Mereka telah menentang dan menuduh bohong utusan-Mu. Ya Allah mana pertolongan-Mu yang Engkau janjikan.
“Ya Allah Azza wa Jalla , penuhilah janji-Mu kepadaku. Ya Allah Azza wa Jalla berikanlah apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah Azza wa Jalla , jika Engkau membinasakan pasukan Islam ini, maka tidak ada yang akan beribadah kepada-Mu di muka bumi ini.”

Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menggambarkan kekhusyuan doa Nabi Muhammad SAW yang penuh harap dan rasa khawatir hingga jubah Nabi terjatuh ditengah doa yang dicurahkan. Saat itu Datanglah sayyidina Abu Bakar Siddiq, sahabat yang selalu menemani Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dikala suka dan duka, Sahabat yang menemani Rasulullah ketika di kejar bala tentara musuh hingga ke gua Tsur.

Sayyidina Abu Bakar, sahabat yang memiliki hati yang begitu lembut, dengan air mata yang menetes sembari ia mengambil jubah Rasulullah yang terjatuh kemudian mengembalikan ke pundaknya dan Abu Bakar mengikuti di belakang Rasulullah seraya berkata, “Wahai Nabi Allah cukup bagimu mengingatkan Tuhanmu akan janji-Nya. Karena Ia akan memberikan kepadamu apa yang Ia janjikan.”

Bagaimana tidak, sebegitunya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam saat memanjatkan doa di malam perang Badar. Diketahui jumlah kekuatan kaum muslimin saat perang tersebut hanya sekitar 313 sampai 317 orang. Mereka adalah pasukan dari kaum Muhajirin 82 atau 86 orang, Bani Aus 61 orang, dan kalangan Khazraj 170 orang. Mereka berjalan dengan hanya mengerahkan kendaraan perang yang terdiri dari 2 kuda dan 70 unta. Maka, setiap dua orang atau tiga saling bergantian dalam mengendarai satu unta.

Sangat berbeda jauh dengan jumlah yang di miliki oleh kaum kafir Qurais, Jumlah mereka mencapai 1.300 orang. Mereka membawa 100 tentara berkuda, 600 tentara berbaju besi, dan sejumlah unta yang sangat banyak jumlahnya. Pasukan bangsa Quraisy ini dipimpin oleh Abu Jahal.

Kemudian turunlah firman Allah SWT Quran Surat Al Anfal ayat 9, yang artinya “(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu. Sesungguhnya aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu Malaikat yang datang berturut-turut.”

Saat itu, malaikat Jibril telah datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam dan berkata kepada beliau, “Dengan apa kalian menyebut orang-orang yang berjuang di perang Badar ini?” Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam menjawab, “Mereka adalah orang muslim terbaik.” Maka, Jibril berkata, “Begitu pula dengan malaikat yang ikut serta dalam perang Badar ini. Mereka termasuk muslim terbaik.”

Demikianlah kekuatan sebuah doa yang dipraktekan pula oleh seorang sosok yang mustajab akan setiap perkataannya, namun dari keluhuran hatinya, di dalam doanya tetap menampilkan sesosok hamba yang penuh ketakutan dan harap akan kebesaran dan kemahaagung Tuhan Semesta Alam, Allahu ‘Azza Wa jalla.

Wallahu’alam

No Comments

Leave a reply

Post your comment
Enter your name
Your e-mail address

Story Page