close
Breaking news

JAKARTA – Kepemilikan senjata nuklir ternyata turut menjadi simbol superio...read more Yogyakarta, RASILNEWS – Bencana alam di Indonesia pada tahun ini terhitung s...read more RASILNEWS, MYANMAR – Pejabat KBRI di Yangon menyatakan, proyek pembangunan...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Bazar Sya’ban 1438 akan mengangkat isu Halal Life...read more Rasilnews, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, tida...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Pemimpin Redaksi (Pemred) Kantor Berita Islam MINA,...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Geliat Dakwah islam di negeri seribu pagoda Thailan...read more RASILNEWS, MALAYSIA – Dua perusahaan Malaysia yang mengoperasikan pelabuha...read more RASILNEWS, JAKARTA – Koordinator Tim Pembela Ulama dan Aktivis (PUA), Eggi...read more RASILNEWS, JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudd...read more

“THE STEEL BATTLE”,KRAKATAU STEEL DI SUDUT RING

Tajuk Rasil
Senin, 1 Juli 2019

Pergolakan dunia usaha di masa sekarang ini bak bertanding di atas ring tinju. Asah kemampuan, adu strategi dan uji ketahanan menjadi hal yang pokok dipersiapkan serta menjadi tolak ukur kemenangan di atas kancah usaha, atau dia akan babak belur hingga tersungkur di sudut ring panggung laga.

PT. Krakatau Steel (KS) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang produksi baja, yang lahir pada tanggal 31 Agustus 1970 di masa presiden Soeharto, gagasan pembangunannya sudah ada sejak zaman presiden Soekarno di tahun1960-an, namun kini nampaknya sedang berada disudut, hendak bangkit atau mungkin kian terpuruk.

Kepala Riset Koneksi Kapital Alfred Nainggolan menilai adanya faktor-faktor yang membuat Krakatau Steel sulit untung dalam tujuh tahun terakhir, di antaranya adalah biaya produksi baja perseroan masih mahal atau bisa disebut belum efisien.

Uppercut atau pukulan pendek juga menghantam rahang Krakatau Steel, yaitu berupa Impor baja yang semakin membanjiri pasar Indonesia bahkan dikeluhkan Asosiasi Besi Baja Indonesia. Menurut mereka, pelaku industri dalam negeri kesulitan untuk menaikkan utilisasi (pemanfaatan kapasitas produksi terpasang) pabrik yang rendah lantaran derasnya impor baja yang masuk.

Menurut BPS, nilai impor besi dan baja pada Juli 2018 sudah tumbuh 56,55 persen menjadi US$996,2 juta dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Raut wajah PT Krakatau Steel kian memprihatinkan, selain uppercut, pukulan lurus atau jab secara bertubi-tubi selama tujuh tahun merangsek ke badannya. Bahkan memar berupa utang yang kian membengkak tak terelakkan. Dikabarkan utang jangka pendek perusahaan mencapai US$ 1,59 miliar atau setara dengan Rp 22,26 triliun, sedangkan utang jangka panjang sebesar US$ 899,43 juta atau setara dengan Rp 12,59 triliun.

Suasana yang berdarah-darah diatas ring, pada tahun 2018 perombakan direksi dilakukan, hal tersebut layaknya bel yang berbunyi, tanda bagi para petarung kembali ke sudutnya masing-masing untuk mengolah strategi baru agar dapat bertahan diputaran ronde selanjutnya. Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim berencana untuk merestrukturisasi organisasi dan utang perusahaan. Namun celakanya, Maret 2019 salah satu direktur lebih tepatnya Direktur Teknologi dan Produksi Krakatau Steel Wisnu Kuncoro terkena OTT KPK karena kasus suap.

Suasana riuh penonton diluar ring bertanya-tanya, selama periode pemerintahan yang sudah berjalan ditahun ke-4 oleh presiden Joko Widodo dan wakiolnya Jusuf Kalla, salah satu capaiannya adalah masifnya pengerjaan infrastruktur. 16 Infrastruktur yang dikebut yaitu salah satunya pengerjaan jalan tol dan bendungan, ternyata tak mampu menggenjot produksi PT Krakatau Steel, padahal Infrastruktur sangat dekat kebutuhannya dengan baja sebagai salah satu bahan baku utama.

Di sisi lain, pemain asing baru masuk ke dalam ring domestik. Terlihat tubuhnya besar dan sepertinya punya tenaga yang lebih kuat, sebab digadang-gadang menjadi pabrik baja terbesar di Asia, dan tentu adanya kemungkinan dapat menghantam PT Krakatau Steel di atas ring yang akan membuat usaha baja lebih payah lagi. Nama ‘petarung’ itu adalah Hebei Bishi Steel Group yang merupakan produsen baja asal China, yang berencana mendirikan pabrik baja di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Pembangunan pabrik yang rencana dinamai PT Kendal Steel Indonesia dengan investasi senilai Rp 35 triliun itu belum bisa terealisasi karena lahannya masih terkendala rencana tata ruang wilayah (RTRW), karena berada di garis pantai yang masuk di kawasan lindung hutan bakau dan sempadan sungai. Kemudian, Hebei Bishi Steel Group dikabarkan juga akan membangun pelabuhannya sendiri.

Begitulah kurang lebihnya suasanya diatas ring usaha besi dan baja, “The Steel Battle” tidak didapat dihindari, ada yang memenangkan persaingan, ada yang babak belur dan ada juga yang terbaring K.O di ujung gelanggang. Siapakah yang tetap mampu berdiri diatas ring pergelutan persaingan?, kita tunggu dan saksikan bersama ronde demi ronde pertarungan selanjutnya.

Wallahu’alam

No Comments

Leave a reply

Post your comment
Enter your name
Your e-mail address

Story Page