• Print
close
Breaking news

JAKARTA – Kepemilikan senjata nuklir ternyata turut menjadi simbol superio...read more Yogyakarta, RASILNEWS – Bencana alam di Indonesia pada tahun ini terhitung s...read more RASILNEWS, MYANMAR – Pejabat KBRI di Yangon menyatakan, proyek pembangunan...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Bazar Sya’ban 1438 akan mengangkat isu Halal Life...read more Rasilnews, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, tida...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Pemimpin Redaksi (Pemred) Kantor Berita Islam MINA,...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Geliat Dakwah islam di negeri seribu pagoda Thailan...read more RASILNEWS, MALAYSIA – Dua perusahaan Malaysia yang mengoperasikan pelabuha...read more RASILNEWS, JAKARTA – Koordinator Tim Pembela Ulama dan Aktivis (PUA), Eggi...read more RASILNEWS, JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudd...read more

UMMAT RAMADHAN

Tajuk Rasil
Senin, 27 Mei 2019

Ummat Ramadhan

Menyelami makna ramadhan adalah upaya untuk membaca kehidupan manusia yang sesungguhnya. Sebab didalamnya terkandung banyak makna bersifat illahiah terkait dengan kehidupan kita sehari-hari. Sebagai bulan agung, Ramadhan sangat erat kaitannya dengan peristiwa turunnya petunjuk hidup abadi ummat Islam yaitu Alquran. Sehingga ramadhan adalah Syahr Alquran (bulan Al-Qur’an).

Ummat Islam diperintahkan untuk membaca sekaligus lebih jauh menyelami makna yang terkandung didalamnya. Peristiwa-peristiwa masa lalu yang digambarkan dalam kitab suci ini merupakan pelajaran bagi kita semua dalam kehidupan sehari-hari. Allah SWT berfirman dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 185 : “Bulan Ramadhan yang di dalamnya –mulai- diturunkannya Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan-keterangan yang nyata yang menunjukkan kepada kebenaran, yang membedakan antara haq dan bathil.”

Kita juga harus mendalami Ramadhan sebagai bulan kemuliaan dengan menjadi dermawan. Ramadhan dapat dimaknai sebagai Syahr Al-Judd (bulan kedermawanan). Dimana, ummat beriman dilatih untuk “berbagi” kepada saudara, sahabat dan tetangga sekitar kita, dalam kondisi sosial kekurangan. Baik itu karena kemiskinan, kefakiran, terkena musibah maupun untuk mendukung kegiatan yang berdimensi medatangkan kebaikan bagi kita semua.

Tentu perintah ini sesuai dengan kemampuan kita, tidak memaksakan diri, apalagi melampaui batas kewajaran. Intinya, Allah memerintahkan kita untuk saling peduli terhadap sesama dalam rangka menciptakan kohesifitas sosial. Bahwa antara manusia satu dengan lainnya saling membutuhkan. Dan dalam perjuangan membutuhkan sokongan secara berjamaah.

Dan jangan lupakan Ramadhan sebagai bulan perjuangan akan kesabaran. Ramadhan merupakan Syahr Al-Shabr (bulan kesabaran). Ummat beriman dilatih untuk terus meningkatkan kesabaran diri dalam kondisi apapun. Tidak mudah putus asa apalagi patah semangat. Kesabaran ini sebagai upaya membentuk mental pejuang yang tahan akan segala kondisi. Baik saat tertimpa musibah maupun saat mengalami kegagalan. Kesabaran itu merupakan upaya terus menerus melakukan perbaikan kualitas diri. Sebab itu, kesabaran merupakan kunci kemenangan. Kemenangan untuk kembali kepada fitrahnya sebagai ummat manusia.

Singkatnya, ramadhan membentuk ummat beriman untuk terus meningkatkan kapastitas diri secara batiniyah maupun lahiriyah. Kapasitas batiniyah dibentuk dengan terus meningkatkan kedekatan diri kita kepada-Nya. Hanya kepada-Nya kita kembali, kita berharap dan memohon pertolongan. Sehingga hal itu akan mendorong kita untuk terus meningkatkan kapasitas lahiriyah kita agar terus bermakna untuk mengambil peran dan tanggungjawabnya dalam kehidupan.

Ikhwan Akhwat…
Sejatinya, Ramadhan adalah kawah candradimuka bagi ummat Islam yang beriman untuk mencapai “keunggulan diri”. Keunggulan untuk menolak sikap eksploitatif terhadap sumberdaya alam. Keunggulan untuk melawan praktik-praktik koruptif dalam berbagai bentuk. Keunggulan untuk tidak memproduksi dan menyebarkan berita-berita bohong. Keunggulan untuk melawan kekerasan berikut modus operandinya. Dan keunggulan untuk menolak kepura-puraan dan kemunafikan.

Bulan ramadhan adalah sarana membentuk aktor perubahan dalam kehidupan. Sosok pemenang yang menjadikan Allah SWT sebagai tujuan dan visi hidup. Menterjemahkan perintah langit dalam praktik yang membumi.

Dengan mengesampingkan masalah politik yang selalu runyam. Dewasa ini tantangan kita adalah pada masalah-masalah mendasar dalam hidup. Kemiskinan yang kian merata, akses pendidikan berkualitas yang sulit terpenuhi. Jurang kesenjangan sosial yang makin melebar, dan permasalahan distribusi akses layanan kesehatan yang belum merata.

Tugas utama aktor perubahan ummat ramadhan adalah berperang melawan masalah-masalah diatas secara berjamaah. Inilah perang “badar” yang mejadi agenda utama dan sangat mendesak. Sebab kemiskinan dan keterebelakangan seperti yang disebutkan dalam Alquran sangat mendekatkan umat manusia dalam lubang kekufuran. Dan itu seburuk-buruk manusia.

Sungguh, Ramadhan memberi pelajaran hidup yang sangat berharga bagi ummat Islam yang beriman. Pelajaran tentang diri kita, tentang keperpihakan kita, dan tentang pengabdian kita. Meskipun berat, kita akan terus diuji oleh Allah agar terus meningkatkan ketaqwaan kita kepada-Nya. Dan inilah intisari Ramadhan yang sesungguhnya. Semoga Allah SWT terus merahmati kita kekuatan lahir dan batin, dalam mencapai kemenangan.

Wallahu ‘alam bi shawab

Tags:

No Comments

Leave a reply

Post your comment
Enter your name
Your e-mail address

Story Page