close
Breaking news

JAKARTA – Kepemilikan senjata nuklir ternyata turut menjadi simbol superio...read more Yogyakarta, RASILNEWS – Bencana alam di Indonesia pada tahun ini terhitung s...read more RASILNEWS, MYANMAR – Pejabat KBRI di Yangon menyatakan, proyek pembangunan...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Bazar Sya’ban 1438 akan mengangkat isu Halal Life...read more Rasilnews, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, tida...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Pemimpin Redaksi (Pemred) Kantor Berita Islam MINA,...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Geliat Dakwah islam di negeri seribu pagoda Thailan...read more RASILNEWS, MALAYSIA – Dua perusahaan Malaysia yang mengoperasikan pelabuha...read more RASILNEWS, JAKARTA – Koordinator Tim Pembela Ulama dan Aktivis (PUA), Eggi...read more RASILNEWS, JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudd...read more

UNESCO DAN KERAGAMAN PEMBERITAAN DALAM MEDIA

JAKARTA, RASILNEWS – Siapa yang tidak kenal Nusantara, sebuah negeri di zamrud khatulistiwa terdiri dari berbagai adat istiadat, tradisi dan budaya. Orang menyebutnya Indonesia, yang luas wilayahnya saja dikutip Tribun Travel dari Good News From Indonesia (GNFI), Indonesia adalah negara yang memiliki 17.504 pulau dengan total luas wilayah darat hingga 1.919.000 kilometer persegi. Indonesia dikenal oleh dunia karena luas wilayahnya, hamparan pulau-pulau yang berpenghuni ataupun tidak berpenghuni.

Ada lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa di Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik, ada 1.340 suku yang mendiami bangsa Indonesia. Mulai dari suku Jawa, Suku Sunda, Suku Batak, dan Suku Madura dan juga Banyak suku-suku terpencil, terutama di Kalimantan dan Papua.

Walaupun jumlah suku dan bahasa yang begitu banyak, namun kerukunan dan saling gotong royong begitu kental melekat, karena dipersatukan dalam Bhineka Tunggal Ika (Berbeda beda namun tetap satu jua).

Keragaman inilah yang kemudian menjadi tantangan tersendiri bagi media yang ada di Indonesia. Saat ini banyak konten di media yang beragam, tidak didominasi oleh kebudayaan dari suku-suku tertentu, misalnya pemberitaan yang semua berfokus kepada Jakarta, maka masyarakat akan  kurang menerima informasi tentang kebudayaan lokal daerah lain seperti seni musik dan tari.

Karena itulah, pentingnya Jurnalisme Keberagaman yang dapat mengabarkan bahwa begitu banyak keragaman social budaya di Indonesia yang berbeda namun bersatu. Media pun dituntut agar dapat mengekspose keragaman budaya, agar para pelaku seni dapat mengekspresikan karyanya.

Unesco adalah sebuah Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang didirikan pada 1945. Dalam Pasal 1 Konstitusi UNESCO  disebutkan bahwa tujuan organisasi ini adalah mendukung perdamaian, dan keamanan dengan mempromosikan kerja sama antar negara melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya dalam rangka meningkatkan rasa saling menghormati yang berlandaskan kepada keadilan, peraturan hukum, HAM, dan kebebasan hakiki.

Karena itulah, bertempat di Hotel Atlet Century Park, Unesco mengadakan Training on Media Diversity, 17-19 September 2019.  Dari 2014 hingga 2018, UNESCO melaksanakan proyek “Meningkatkan kebebasan mendasar melalui promosi keanekaragaman ekspresi budaya” dengan pendanaan dari Swedish International Development Agency (SIDA). Tujuan keseluruhannya adalah untuk meletakkan dasar bagi proses pembuatan kebijakan partisipatif dan terinformasi yang mendukung pengembangan sistem tata kelola yang baik untuk budaya berdasarkan kebebasan mendasar.

 Dalam training yang diikuti oleh Jurnalist, Profesional media, Anggota Pemerintah , Koalisi Nasional untuk Reformasi Penyiaran (KNRP), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Informasi dan Komunikasi diharapkan dapat meningkatkan keragaman media termasuk melalui penyiaran layanan publik. Menerapkan Konvensi, sehingga dapat menelurkan  kebijakan publik yang mendorong timbulnya suara-suara baru, ide-ide baru, dan pendekatan baru.

Karena kita tahu bersama bahwa Media adalah produsen, distributor, penebar dan mediator ekspresi budaya. Karena itu, memastikan keragaman media dan keragaman dalam media sangat penting untuk mempromosikan keanekaragaman ekspresi budaya.

Dan Indonesia diberikan anugerah dengan memiliki keberagaman adat istiadat, tradisi, dan budaya di berbagai daerah. Keberagaman ini harus dijaga kelestariannya sehingga dapat menjadi kekuatan untuk terus mempersatukan bangsa Indonesia.

Dalam Training on Media Diversity ini, peserta di bombing oleh Charles Vallerand (anggota Kelompok Fasilitas Pakar UNESCO untuk Konvensi 2005). Selain Charles hadir pula pemateri Masduki dari Department of communication Univ Islam Indonesia, Klara esti, Centre for Innovation Policy and Governance, Mulyo Hadi Purnomo, Komisi Penyiaran Indonesia Pusat dan R. Kristiawan, National Advisor for International Media Support of Denmark.

No Comments

Leave a reply

Post your comment
Enter your name
Your e-mail address

Story Page