Friday, October 23, 2020
Home Tajuk Rasil ADA APA DENGAN KITA?

ADA APA DENGAN KITA?

Inilah dunia Islam. Terpecah belah. Saling serang. Saling bunuh. Mudah menumpahkan darah. Tidak menjaga kehormatan saudara. Di adu domba oleh musuh-musuhnya. Mencelakai rakyatnya. Berkhiat pada pemimpinnya. Meski begitu, masih menemukan dalil, semua yang dilakukan atas nama agama.

Setelah Qatar dikucilkan oleh negara-negara tetangga. Negara-negara yang notabene adalah saudaranya, karena sikap politik Qatar yang dianggap berpihak dan membela ekstremitas Islam. Tak lama berselang, serangan bom terjadi di Teheran, Iran. ISIS Segera mengumumkan, bahwa serangan mereka punya pekerjaan. Iran segera menunjukkan tudingan, bahwa Saudi ada di belakang menjadi dalang.

Belum reda luka di Yaman. Belum kering darah di negeri Hadrami. Kini front baru siap terjadi. Qatar dan Iran. Yang menyerang, negara saudara sendiri. Mereka membeli senjata dari negara-negara maju, dari Amerika dan Eropa, dari Israel dan yang lainnya, untuk menumpahkan darah saudara.

Bahagia betul hari ini musuh-musuh Islam. Mereka tidak merasa terancam, sekaligus mendapatkan keuntungan. Seperti tatkala Aus dan Khasraj saat di Yatsrib sebelum Nabi Saw tiba membawa dakwah dan perdamaian. Bani-bani Yahudi mengadu domba, lalu menyediakan senjata yang dijual dengan cara apa saja, termasuk menjualnya secara kredit dan berhutang. Api dendam ditiup-tiupkan. Panji-panji suku dan kebangsaan diapi-apikan. Qasidah-qasidah perih karena diserang lawan disisipan pada setiap perjamuan, agar luka terus menganga dan siap ditabur garam, hingga perihnya membuat orang bangkit kemarahan.

Tak beda sama sekali dengan sekarang. Panji-panji suku, kabilah dan bangsa, diangkat tinggi, sehingga muncul sentimen yang membuat runcing keadaan. Apakah kita lupa, bahwa Allah dan Rasul-Nya telah menyelamat kita dari bibir jurang apa neraka karena permusuhan?

Allahu Akbar! Kalimat takbir yang seharusnya diucapkan ketika merasa takjub pada ciptaan Allah, kini dipekikkan untuk mengobarkan permusuhan. Kalimat Takbir yang tadinya diucapkan untuk menguatkan hati agar teguh di Jalan-Nya, kini diteriakkan untuk membakar jiwa permusuhan. Kalimat Takbir yang seharusnya diucapkan untuk rasa syukur atas rahmat dan nikmat-Nya, kini dilaungkan saling membunuh saudara.

Allahu Akbar! Sudah sedemikian menyedihkan kondisi saat ini yang ada di sekeliling kita. Entah harus berkata apa lagi, perihnya sudah tidak teraduhkan. Sakitnya sudah tidak terperikan. Melihat saudara saling bermusuhan. Dan para musuh Islam, tertawa sambil menghitung keuntungan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Ini Target Anthony Ginting dan Jonatan Christie di Asia Open

Jakarta, RasilNews - Dua tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie ditargetkan menembus final di Asia Open I dan II tahun...

Menangi Formula 1 GP Eifel, Lewis Hamilton Samai Rekor Legenda Hidup F1 Michael Schumacher

Nuerburg, RasilNews - Keberhasilan Lewis Hamilton memenangi Formula 1 GP Eifel 2020 semakin memiliki nilai plus. Hasil itu membuatnya menyamai rekor legenda...

Hasil Lengkap Liga Champions Eropa Matchday Pertama

Eropa, RasilNews - Liga Champions 2020/2021 telah dimulai, dan ada empat grup yang sudah memainkan matchday pertama terlebih dahulu dan sisa empat...

Peringati Hari Santri Saat Pandemi

JAKARTA, RASILNEWS - Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015, Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22...

Recent Comments