Friday, October 23, 2020
Home Nasional AJI Sesalkan Kekerasan Pada Jurnalis Yang Tengah Meliput Aksi Tolak UU Omnibus...

AJI Sesalkan Kekerasan Pada Jurnalis Yang Tengah Meliput Aksi Tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja

Jakarta, Rasilnews – Aliansi Jurnalis Independen Jakarta dan Lembaga Bantuan Hukum Pers mencatat ada tujuh jurnalis menjadi korban kekerasan anggota Polri dalam unjuk rasa tolak Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law) di Jakarta, 8 Oktober 2020.

Menurut siaran pers yang dibuat LBH Pers, tiga diantaranya yaitu Jurnalis CNNIndonesia.com Tohirin, wartawan Suara.com Peter Rotti, dan Ponco Sulaksono, jurnalis dari merahputih.com. Ponco ‘hilang’ beberapa jam, sebelum akhirnya diketahui bahwa ia dibekuk aparat kepolisian ke Polda Metro Jaya.

Polisi tak segan pula menangkap pers mahasiswa yang turut meliput aksi. Berthy Johnry, (anggota Lembaga Pers Mahasiswa Diamma Universitas Prof. Dr. Moestopo Jakarta), Syarifah, Amalia (anggota Perslima Universitas Pendidikan Indonesia Bandung), dan juga tiga anggota Pers Mahasiswa Gema Politeknik Negeri Jakarta Ajeng Putri, Dharmajati, Muhammad Ahsan yang sempat dikabarkan menghilang, mereka ditangkap dan dibawa ke Polda Metro Jaya bersama massa aksi lainnya.

AJI Jakarta dan LBH Pers dalam siaran persnya menegaskan penganiayaan oleh polisi serta menghalangi kerja jurnalis merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Dalam siaran pers yang ditandatangani oleh Asnil Bambani selaku Ketua AJI Jakarta, langkah dan sikap yang akan diambil oleh LBH Pers diantaranya:

1. Polri wajib mengusut tuntas kasus kekerasan yang dilakukan personel kepolisian terhadap jurnalis dalam peliputan unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja; serta menindaklanjuti pelaporan kasus serupa yang pernah dibuat di tahun-tahun sebelumnya.

2. Mengimbau pimpinan redaksi ikut memberikan pendampingan hukum kepada jurnalisnya yang menjadi korban kekerasan aparat sebagai bentuk pertanggungjawaban.

3. Mengimbau para jurnalis korban kekerasan pun intimidasi aparat agar berani melaporkan kasusnya, serta memperkuat solidaritas sesama jurnalis.

4. Mendesak Kapolri membebaskan jurnalis dan jurnalis pers mahasiswa yang ditahan.

Sebelumnya, Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja atau Omnibus Law telah disahkan menjadi Undang-Undang setelah diadakan rapat paripurna DPR pada Senin (5/10/2020) hingga akhirnya memicu aksi unjuk rasa yang didominasi Mahasiswa dari berbagai kampus di Jabodetabek, Kamis (8/10).

Para pengunjuk rasa menolak pengesahan RUU Cipta Kerja yang lebih dikenal Omnibus Law itu, karena dianggap merugikan rakyat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Ini Target Anthony Ginting dan Jonatan Christie di Asia Open

Jakarta, RasilNews - Dua tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie ditargetkan menembus final di Asia Open I dan II tahun...

Menangi Formula 1 GP Eifel, Lewis Hamilton Samai Rekor Legenda Hidup F1 Michael Schumacher

Nuerburg, RasilNews - Keberhasilan Lewis Hamilton memenangi Formula 1 GP Eifel 2020 semakin memiliki nilai plus. Hasil itu membuatnya menyamai rekor legenda...

Hasil Lengkap Liga Champions Eropa Matchday Pertama

Eropa, RasilNews - Liga Champions 2020/2021 telah dimulai, dan ada empat grup yang sudah memainkan matchday pertama terlebih dahulu dan sisa empat...

Peringati Hari Santri Saat Pandemi

JAKARTA, RASILNEWS - Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015, Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22...

Recent Comments