Saturday, October 31, 2020
Home Nasional ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN (AJI) SESALKAN ADA PERNYATAAN WARTAWAN DITUNGGANGI TERORIS

ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN (AJI) SESALKAN ADA PERNYATAAN WARTAWAN DITUNGGANGI TERORIS

KENDARI, RASILNEWS – Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari Zainal A Ishaq menyayangkan pernyataan Danlanud yang menyebut wartawan bisa ditunggangi oleh teroris saat meliput kedatangan TKA China.

Ini disampaikan saat para wartawan dilarang meliput kedatangan TKA (Tenaga Kerja Asing) dibandara Haluoleo kendari. Padahal dalam setiap peliputan, seorang Jurnalis selalu memegang independensi dan kode etik jurnalistik.

Ketua AJI Kendari menekankan pentingnya pemberitaan kedatangan TKA China karena menjadi bagian dari kepentingan publik.

“Jurnalis butuh dokumentasi foto dan gambar untuk memastikan langsung informasi di lapangan. Kami sayangkan juga kalau jurnalis bisa ditunggangi teroris. Itu kekhawatiran berlebihan,” tuturnya.

Dilansir dari CNN Indonesia, Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Haluoleo Kendari Kolonel Pnb Muzafar melarang wartawan meliput kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) China karena takut awak media ditunggangi teroris.

Hal ini diungkapkan Muzafar saat ditemui di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara saat menghadiri hearing kedatangan TKA China, Senin (6/7).

“Saya tidak mau ada risiko mas-mas wartawan ditunggangi teroris,” kata Musafar.

Pelarangan terhadap wartawan ini, kata dia, berdasarkan laporan intelijen bahwa situasi saat kedatangan TKA China tidak kondusif.

Ia juga mengaku, sebagai pemilik kekuasaan di Bandara Haluoleo, berhak menentukan siapa yang boleh masuk, termasuk awak media yang akan meliput.

Menurutnya, selain ada Bandara sebagai fasilitas publik, di sana ada gudang senjata termasuk bahan peledak.

“Kalau ada apa-apa sabotase siapa, siapa yang bertanggung jawab. Kalau cuman dicopot tidak apa-apa. Tapi kalau TNT diambil dicuri dan diledakin siapa yang bertanggung jawab. Saya tidak mau ambil risiko,” imbuhnya.

Ia mengaku, wartawan sudah pernah diizinkan masuk liputan pada kedatangan TKA gelombang pertama sebanyak 156 orang.

Namun, pada gelombang kedua kedatangan TKA sebanyak 105 orang, ia sudah tidak membolehkan awak media masuk liputan di Bandara.

“Saya punya staf beri masukan ke saya, untuk tidak diizinkan dulu (wartawan masuk liputan ke bandara),” katanya.

Para jurnalis mengusulkan agar minimal ada perwakilan wartawan yang meliput saat kedatangan TKA. Namun, ia menyebut jangan sampai ada kecemburuan sesama awak media.

Rencananya, Selasa (7/7) TKA China akan kembali didatangkan ke Bumi Anoa dengan menggunakan pesawat carter. Para TKA ini akan dipekerjakan di dua industri pemurnian nikel PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) di Morosi Kabupaten Konawe.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Presiden Jokowi Ajak Umat Islam Teladani Akhlaq Rasulullah

Jakarta, Rasilnews - Presiden Joko Widodo mengajak umat Islam untuk meneladani akhlak terbaik Rasulullah yang patut diteladani dan sangat relevan dalam...

Ketum GP Ansor : Islam Adalah Agama Rahmah Dan Kasih Sayang

Jakarta, Rasilnews - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor H Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, Islam adalah agama yang...

Prof Wiku : Perkembangan Penanganan Pandemi Covid-19 di Tingkat Kabupaten/Kota Meningkat Lebih Baik

Jakarta, Rasilnews - Perkembangan penanganan pandemi Covid-19 pada sebagian besar kabupaten/kota sejauh ini menunjukkan hasil yang baik.

Sebanyak 12.369 Personel Gabungan Amankan Aksi Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law Ciptaker

Jakarta, Rasilnews - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan sebanyak 12.369 personel gabungan TNI-Polri dan pemerintah daerah diterjunkan...

Recent Comments