close
Breaking news

JAKARTA – Kepemilikan senjata nuklir ternyata turut menjadi simbol superio...read more Yogyakarta, RASILNEWS – Bencana alam di Indonesia pada tahun ini terhitung s...read more RASILNEWS, MYANMAR – Pejabat KBRI di Yangon menyatakan, proyek pembangunan...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Bazar Sya’ban 1438 akan mengangkat isu Halal Life...read more Rasilnews, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, tida...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Pemimpin Redaksi (Pemred) Kantor Berita Islam MINA,...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Geliat Dakwah islam di negeri seribu pagoda Thailan...read more RASILNEWS, MALAYSIA – Dua perusahaan Malaysia yang mengoperasikan pelabuha...read more RASILNEWS, JAKARTA – Koordinator Tim Pembela Ulama dan Aktivis (PUA), Eggi...read more RASILNEWS, JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudd...read more

AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA MEMINTA KEPOLISIAN USUT TUNTAS PENYERANGAN MASJID MUHAMADIYAH DI ACEH

JAKARTA, RASILNEWS – Amnesty International Indonesia mengecam dan meminta kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa penyerangan Masjid At-Taqwa Muhammadiyah di Kabupaten Bireuen, Aceh.

“Bila bukti mencukupi, pelaku yang bertanggung jawab harus dibawa ke muka hukum. Kepolisian harus segera memberikan perlindungan untuk memberikan rasa aman kepada warga Muhammadiyah di Bireuen,” ujar Direktur Amnesty International, Usman Hamid ketika dihubungi MINA, Rabu (18/10).

Menurut dia, kegagalan melakukan pengusutan tuntas akan berpotensi pada berulangnya perstiwa serupa di masa akan datang.

“Penyerangan ini merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak beryakinan, beragama dan beribadah yang merupakan kewajiban HAM Indonesia di bawah hukum internasional dan dijamin oleh konstitusi nasional,” katanya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Amnesty International mendokumentasikan beberapa kasus perusakan dan penutupan rumah ibadah kelompok-kelompok minoritas di Aceh di mana pelakunya menikmati impunitas.

Seperti contoh pada 12 Oktober 2015 pemerintah Aceh memutuskan untuk menutup 10 gereja berdasar tekanan massa. Satu hari sesudahnya sekitar 500 orang membakar gereja protestan di Desa Suka Makmur.

“Berulangnya pelanggaran atas hak warga untuk beribadah atau berkeyakinan harus menjadi perhatian serius pemerintah. Kepolisian juga harus bisa melakukan deteksi dini terhadap segala potensi ancaman serupa di masa akan datang baik itu terhadap kelompok minoritas maupun mayoritas,” tukasnya.

No Comments

Leave a reply

Post your comment
Enter your name
Your e-mail address

Story Page