Saturday, October 31, 2020
Home Tajuk Rasil BUKAN KRITIK SEKEDAR NASIHAT

BUKAN KRITIK SEKEDAR NASIHAT

Tajuk Rasil
Rabu, 16 Oktober 2019

Bukan Kritik, Sekedar Nasihat

Tepat tanggal ini, 16 Oktober, dalam titimangsa hari penting di negeri ini, diperingati sebagai hari parlemen Indonesia. Hari yang menandai pentingnya sebuah lembaga perwakilan yang menampung sebagian besar aspirasi masyarakatnya. Di hari peringatannya ini, kita tidak akan mengkritik, hanya sekedar berbagi nasihat saja. Kita awali nasihatnya dengan kutipan salah satu riwayat Hakim dan Daruquthni.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW mengingatkan, “Telah kutinggalkan untuk kalian dua perkara yang selama kalian berpegang teguh dengan keduanya, kalian tidak akan tersesat selama-lama, kedua perkara tersebut adalah Kitabullah (Alquran) dan sunahku.”

Sebagai umat Islam, bagi kita Alquran adalah kitab suci yang harus kita jadikan sebagai pegangan hidup. Alquran adalah masdarul hayah, memberi petunjuk atas apa pun persoalan yang dihadapi umat Islam selama hidupnya. Tentu saja, termasuk dalam ranah negara di era demokrasi dengan trias politica-nya, yakni legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Dalam Islam, kenestapaan yang mendera bangsa kita saat ini terjadi karena Alquran sudah demikian jauh ditinggalkan oleh pelaksana ketiga lembaga negara itu.

Maka, bagi seorang anggota legislatif periode ini yang baru saja terpilih dan telah aktif di lembaganya, khususnya para legislator Muslim, ada kewajiban besar untuk menjadikan Alquran sebagai sumber pijakan dalam menjalankan amanah rakyat, sekaligus petunjuk jalan kehidupan. Patut diingat, tugas mengimplementasikan kandungan Alquran bukan hanya diemban oleh anggota legislatif yang berasal dari partai politik berbasis massa Islam, tapi juga bagi setiap kader parpol yang beragama Islam.

Fungsi Alquran bagi anggota legislatif sebenarnya sama juga dengan fungsi Alquran bagi kategori umat Islam lainnya. Alquran adalah petunjuk hidup, solusi atas berbagai persoalan umat manusia.

Terkait fungsi legislatif, sebagaimana dijelaskan Ali Moertopo di masa silam, ada tiga tugas pokok sebuah lembaga legislatif. Pertama, fungsi di bidang legislasi, bersama-sama dengan pemerintah menentukan pokok-pokok kebijakan pemerintahan melalui perundang-undangan. Kedua, fungsi bidang anggaran (budgetting), menentukan anggaran belanja dan penerimaan negara bersama dengan pemerintah untuk melaksanakan kebijaksanaan yang disetujui bersama. Ketiga, fungsi bidang pengawasan, melalui komisi-komisi pengawasan terhadap pemerintah dengan mempunyai hak bertanya, angket, dan lain-lain.

Jika dikaitkan dengan fungsi dan wewenang lembaga legislatif yang terangkum dalam tiga fungsi utama seperti disebutkan di atas, maka seharusnya Alquran menjadi petunjuk dalam setiap kebijakan legislasi, prosesi penentuan anggaran dan petunjuk utama dalam melakukan pengawasan penggunaan anggaran dan kinerja pemerintah dengan segenap kabinetnya.

Dengan menjadikan Alquran sebagai petunjuk dalam proses legislasi, budgeting dan pengawasan, maka kita yakin negeri ini akan semakin berkah dan diridhai Allah SWT. Setiap produk undang-undang pasti di sana akan dipenuhi pesan-pesan langit yang menyeru kepada rahmatan lil alamin, bukan hanya menjadi berkah bagi jaringan dan kelompok tertentu.

Setiap proses penentuan budgeting, kita yakin anggaran akan sepenuhnya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat serta sepenuhnya benar dalam perspektif Islam, benar secara syari’i dan secara politik serta tidak ada praktek KKN.

Begitu juga, pengawasan yang dilakukan oleh lembaga legislatif akan memiliki patron yang jelas yang akan menyelamatkan kita semua di dunia dan di akhirat. Dan yang lebih penting, Alquran menjelaskan, apa pun pekerjaan manusia akan selalu berada dalam pengawasan sang pencipta, Allah SWT.

Melihat realitas kebobrokan hari ini dan harapan kita di hari esok, kita berharap negeri ini mampu memelopori terobosan-terobosan baru dalam seleksi kepemimpinan. Ke depan, kita berharap, suatu hari nanti lembaga legislatif kita diisi oleh para penghafal Alquran yang selalu ber-mulazamah dengan Alquran. Selain itu, hatinya juga selalu terpaut dengan masjid sehingga dengan itu akan memudahkan tugasnya sebagai seorang anggota legislatif.

Dengan model legislatif seperti ini, lembaga legislatif kita pasti akan berpihak sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat. Dan yang lebih penting, posisi Alquran bisa dikembali pada posisi idealnya. Sebelum hal itu terwujud, kita berharap legislator Muslim saat ini agar terus mengkaji pesan-pesan Alquran dan Hadits untuk menjalankan semua tugasnya di lembaga legislatif. Kita yakin tidak sulit jika ada kesungguhan.

Wallahu alam bishawab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Presiden Jokowi Ajak Umat Islam Teladani Akhlaq Rasulullah

Jakarta, Rasilnews - Presiden Joko Widodo mengajak umat Islam untuk meneladani akhlak terbaik Rasulullah yang patut diteladani dan sangat relevan dalam...

Ketum GP Ansor : Islam Adalah Agama Rahmah Dan Kasih Sayang

Jakarta, Rasilnews - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor H Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, Islam adalah agama yang...

Prof Wiku : Perkembangan Penanganan Pandemi Covid-19 di Tingkat Kabupaten/Kota Meningkat Lebih Baik

Jakarta, Rasilnews - Perkembangan penanganan pandemi Covid-19 pada sebagian besar kabupaten/kota sejauh ini menunjukkan hasil yang baik.

Sebanyak 12.369 Personel Gabungan Amankan Aksi Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law Ciptaker

Jakarta, Rasilnews - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan sebanyak 12.369 personel gabungan TNI-Polri dan pemerintah daerah diterjunkan...

Recent Comments