JAKARTA, RASILNEWS – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menyerukan kesetaraan akses terhadap teknologi kesehatan bagi setiap negara untuk melawan pandemi Covid-19.

“Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan yang adil dan setara untuk memenangkan pertempuran melawan pandemi Covid-19,” kata Retno Menlu RI dalam pertemuan Tingkat Tinggi Sidang Umum PBB ke-75 secara daring bertajuk “The Challenge of a Lifetime: Ensuring Universal Access to Covid-19 Health Technologies, Jumat (25/9).

Pertemuan tingkat tinggi tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Kosta Rika sebagai salah satu side events yang berlangsung di sela Sidang Majelis Umum PBB ke-75. Menlu RI berpartisipasi dalam pertemuan tersebut mewakili Presiden RI.

Seruan tersebut sejalan dengan pesan Presiden RI dalam pidatonya pada Sesi Debat Umum SMU PBB ke-75, bahwa “tidak ada seorang pun yang benar-benar aman sampai semua orang sudah aman”.

Oleh karenanya, Menlu RI secara khusus menyoroti perlunya menjembatani kesenjangan antar negara, terutama keterbatasan negara-negara berkembang, dalam mengakses obat-obatan, vaksin, dan teknologi kesehatan.

Pada pertemuan itu, Retno menyuarakan tiga pokok pemikiran untuk mengatasi kondisi tersebut. Pertama, perlunya menjaga solidaritas dan komitmen politik seluruh negara bagi penanganan pandemi.

“Hal ini penting agar seluruh pihak dapat menikmati manfaat yang sama dari kemajuan di bidang ilmu pegetahuan dan teknologi kesehatan bagi penanganan COVID-19,” tegas Retno.

Kedua, pentingnya menjalin kemitraan dengan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, peneliti, maupun industri medis. Kemitraan segitiga ini akan mendukung proses pengambilan kebijakan yang tepat sasaran, serta mempercepat produksi dan distribusi obat-obatan dan perlengkapan medis. Kemitraan ini juga akan mendukung kolaborasi nasional dalam memerangi pandemi.

Menlu juga menyerukan perlunya segera dibentuk jejaring perusahaan farmasi dan industri kesehatan antara negara.

Ketiga, Menlu Retno menekankan, tata kelola global harus dapat memastikan bahwa teknologi kesehatan tersedia dan dapat diakses oleh semua orang.

Fleksibilitas yang tersedia dalam peraturan internasional terkait Hak Kekayaan Intelektual menjadi kunci untuk produksi vaksin dan obat-obatan yang terjangkau.

Indonesia juga menyambut baik inisiatif Solidarity Call to Action milik Kosta Rika (COVAX) yang berupaya menyatukan ilmu pengetahuan, kekayaan intelektual, dan data yang diperlukan untuk memerangi COVID-19, dan juga Covid-19 Technology Access Pool di bawah kerangka Badan Kesehatan Dunia (WHO).

“Dukungan Indonesia pada inisiatif global COVAX yang berjuang menyediakan vaksin untuk seluruh negara di dunia, serta menyampaikan kesiapan Indonesia, melalui perusahaan Biofarma untuk turut memproduksi vaksin bagi kebutuhan nasional dan global, sekiranya uji kelayakan telah berhasil dilakukan,” ujar Menlu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here