Saturday, November 28, 2020
Home Covid-19 DI INDONESIA, 1500 ANAK HINGGA USIA 14 TAHUN TERPAPAR COVID-19

DI INDONESIA, 1500 ANAK HINGGA USIA 14 TAHUN TERPAPAR COVID-19

JAKARTA, RASILNEWS – Ketua Tim Ahli Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jawa Tengah, Anung Sugihantono dalam webinar ini mengungkapkan bahwa sebanyak 1.500 anak usia hingga 14 tahun di negeri ini telah terkonfirmasi positif terpapar Covid-19.

Bukan hanya itu, saat ini sebanyak 165 anak di antaranya meninggal dunia. Tentu saja ini menjadi perhatian serius karena pandemic sudah menjadi ancaman serius bagi anak anak.

Hal ini terungkap dalam Webinar “Peran Media dalam Mempromosikan Program Kesejahteraan dan Perlindungan Anak di Masa Pandemi: Anak-anak dalam Pusaran Kluster Keluarga Covid-19”, Jumat (18/9).

Anung Sugihantono dalam webinar ini mengungkapkan, bahwa data tersebut dilansir per tanggal 16 September 2020.

Anung menjelaskan data selalu berubah setiap saat, Karena secara nasional jumlah penduduk yang positif terpapar Covid-19 telah mencapai 230 ribu. Sementara tim kesehatan sudah memeriksa sedikitnya 2,7 juta spesimen. Demikian Republika mengabarkan dikutip Rasilnews.

“Secara kelompok usia, angka kematian tertinggi untuk kasus Covid-19 pada anak, masih didominasi usia bayi, yakni usia hingga satu tahun,” kata dia.

Sementara itu, khusus di Jawa Tengah sudah ada 538 anak yang terpapar Covid-19 berdasarkan data per 17 September 2020. Mereka berusia 0 hingga 11 tahun, dengan rincian 222 anak perempuan dan 316 anak laki- laki.

“Data itu kami lansir berdasar sistem pelaporan coronajateng.co.id pada hari Kamis, 17 September 2020 sampai dengan pukul 11.00,” kata Anung dalam penjelasannya.

Hal ini diamini oleh relawan penanganan Covid-19 bagi pasien Covid-19 di Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Kuriake Kharismawan. Menurutnya jumlah anak yang terpapar Covid-19 cenderung semakin bertambah.

Ia menyebut, pagi tadi ada 16 anak yang positif terpapar Covid-19 dan harus menjalani karantina. Rabu lalu bahkan ada yang melarikan diri dan untung segera bisa ditemukan lagi.

Menurutnya, sifat anak- anak itu adalah ingin bermain dan bisa leluasa pergi ke mana-mana. Itu adalah karakter khas anak di masa puber. Selain itu mereka selalu ingin tantangan dan tidak bisa hanya disuruh diam.

Namun di masa pandemi ini, anak- anak itu terkungkung di dalam rumah dan mereka umumnya pasti jemu dan jenuh. Akhirnya mereka memberontak dan mereka akhirnya ‘menantang’ di tengah situasi pandemi,” ucap Psikolog Univeristas Katolik Soegijapranata trrsebut.

“Amerika Serikat selalu menjadikan Iran sebagai kambing hitam untuk memuluskan akal bulusnya di kawasan Timur Tengah, tuduhan ekspansionis Iran dengan senjata nuklirnya membuat negara-negara Teluk semakin bergantung kepada AS untuk menjaga keamanan mereka,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Tausyiah Rasil : Tiga Peristiwa yang Dialami Manusia

Oleh : Ustaz Abul Hidayat Saerodji 1. Peristiwa kelahiran Setiap orang yang ada...

Viral, Tentara Azerbaijan Bantu Penduduk Armenia Tinggalkan Wilayah Yang Di Duduki

Azerbaijan, Rasilnews - Tentara Azerbaijan membantu orang-orang Armenia yang secara ilegal dimukimkan kembali di daerah pendudukan untuk meninggalkan wilayah itu, seperti...

KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Izin Ekspor Benih Lobster, 2 Masih Buron

Jakarta, Rasilnews - Dalam konferensi pers di KPK, Rabu (25/11/2020) malam, Nawawi Pomolango Wakil Ketua KPK RI mengatakan bahwa dua dari tujuh tersangka...

Pesawat Tempur Israel Serang Suriah

Suriah, Rasilnews - Militer Suriah mengklaim bahwa pesawat tempur Israel melakukan serangan udara ke selatan Ibu kota pada Selasa (24/11) malam....

Recent Comments