Saturday, October 31, 2020
Home Internasional Donald Trump : Kami Terus Berusaha Hentikan Kontak Senjata Armenia - Azerbaijan

Donald Trump : Kami Terus Berusaha Hentikan Kontak Senjata Armenia – Azerbaijan

WASHINGTON, RASILNEWS – Dalam jumpa pers, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Amerika akan terus berusaha mengehentikan kekerasan antara Armenia dan Azerbaijan, dua negara bekas Uni Soviet yang pernah berperang pada tahun 90-an.

Bentrok senjata antara Armenia dan Azerbaijan, telah menyebabkan sedikitnya 16 militer dan beberapa warga sipil pada Minggu dalam bentrokan terberat antara Armenia dan Azerbaijan sejak 2016, menghidupkan kembali kekhawatiran tentang stabilitas di Kaukasus Selatan, koridor pipa yang membawa minyak dan gas ke pasar dunia. Demikian Antara memberitakan dikutip Rasilnews.

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengeluarkan peringatan keras atas provokasi militer berskala besar oleh tentara Armenia di garis depan pada Minggu pagi, dengan menyatakan “siapa pun yang mencoba mengintimidasi Azerbaijan akan menyesal”.

Dalam pidatonya kepada rakyat Azerbaijan, Presiden Aliyev mengatakan angkatan bersenjata Armenia menembaki permukiman Azerbaijan dan lokasi-lokasi militer dari beberapa arah dengan menggunakan berbagai jenis persenjataan, termasuk artileri berat.

“Akibat tembakan musuh, ada korban di antara penduduk sipil dan prajurit kami. Beberapa orang terluka. Semoga Allah mengistirahatkan para syuhada kami dengan tenang,” kata dia, tanpa menyebutkan jumlah korban secara spesifik.

Aliyev bersumpah untuk membalas darah para martir, dengan mengatakan bahwa tentara Azerbaijan terus melakukan pembalasan terhadap lokasi militer Armenia. Banyak unit peralatan militernya telah dihancurkan.

“Ini adalah perwujudan lain dari fasisme Armenia,” ujar dia.

Pemimpin Azerbaijan itu menambahkan bahwa selain serangan itu, Armenia tetap melanjutkan pemukiman ilegal di wilayah Azerbaijan.

“Azerbaijan mempertahankan tanahnya, Karabakh (bagian atas) adalah milik Azerbaijan,” Aliyev menegaskan.

Sementara itu, Pemerintah Armenia mengumumkan darurat militer dan mengerahkan tentara secara penuh setelah bentrok dengan Azerbaijan menyangkut wilayah Nagorno-Karabakh, kata Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, Minggu.

Ketegangan antara Armenia dan Azerbaijan memuncak pada Minggu pagi terkait insiden Nagorno-Karabakh.

Daerah itu merupakan wilayah pegunungan di Kaukasus Selatan yang dikuasai Azerbaijan, tetapi dihuni oleh mayoritas etnis warga Armenia.

Pemerintah Armenia di ibu kota negara, Yerevan, menuduh tentara Azerbaijan melancarkan serangan di Nagorno-Karabakh, sementara Pemerintah Azerbaijan di ibu kota negara, Baku, menuduh tentara Armenia juga melakukan tindakan serupa ke arah militer dan warga sipil.

Sementara itu, otoritas di Nagorno-Karabakh, yang mendeklarasikan kemerdekaan sejak 1991, juga mengumumkan darurat militer dan mengerahkan penduduknya yang berjenis kelamin laki-laki untuk mengantisipasi bentrokan.

Armenia mengatakan Azerbaijan mengerahkan serangan udara dan artileri di Nagorno-Karabakh. Namun, Azerbaijan mengatakan pihaknya membalas serangan tentara Armenia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Presiden Jokowi Ajak Umat Islam Teladani Akhlaq Rasulullah

Jakarta, Rasilnews - Presiden Joko Widodo mengajak umat Islam untuk meneladani akhlak terbaik Rasulullah yang patut diteladani dan sangat relevan dalam...

Ketum GP Ansor : Islam Adalah Agama Rahmah Dan Kasih Sayang

Jakarta, Rasilnews - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor H Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, Islam adalah agama yang...

Prof Wiku : Perkembangan Penanganan Pandemi Covid-19 di Tingkat Kabupaten/Kota Meningkat Lebih Baik

Jakarta, Rasilnews - Perkembangan penanganan pandemi Covid-19 pada sebagian besar kabupaten/kota sejauh ini menunjukkan hasil yang baik.

Sebanyak 12.369 Personel Gabungan Amankan Aksi Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law Ciptaker

Jakarta, Rasilnews - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan sebanyak 12.369 personel gabungan TNI-Polri dan pemerintah daerah diterjunkan...

Recent Comments