Wednesday, November 25, 2020
Home Tajuk Rasil ILUSI PERJUANGAN !

ILUSI PERJUANGAN !

Tajuk Rasil 02 Agustus 2017

Seusai Rasulullah menuturkan sebuah kisah beliau bersabda, “Wahai Abu Hurairah, mereka itulah yang mula-mula merasakan api neraka jahanam di hari pembalasan.” Siapakah mereka? Mengapa mereka menjadi yang pertama merasakan azab paling pedih yang pernah diciptakan Allah SWT?

Mereka datang dari tiga golongan, yang justru nampak terlihat sebagai golongan-golongan utama dari umat ini. Mereka adalah orang-orang berilmu, golongan kaya yang dermawan dan para manusia yang terbunuh di jalan Allah.

Sebelumnya Rasulullah bercerita kepada Abu Hurairah. Kelak setelah proses kiamat telah tuntas, lalu Allah memanggil orang-orang yang telah dianugerahi ilmu-Nya. Kepada mereka Allah mengajukan pertanyaan, ”Apa yang sudah engkau perbuat dengan ilmu itu?”

”Saya bangun di tengah malam untuk qiyam dan kami berjaga di waktu siang menyebarkan ilmu kepada orang-orang,” jawab golongan berilmu.

Tapi Allah berkata, ”Kamu dusta!”

Kemudian para malaikat mengiyakan. ”Kamu memang dusta. Kamu melakukannya hanya karena ingin disebut sebagai orang alim. Ya Allah, memang begitulah manusia menyebutnya.”

Kemudian Allah memanggil golongan yang kedua, orang-orang kaya yang menyedekahkan hartanya. “Kamu telah aku beri nikmat. Apa yang telah engkau perbuat dengan segala nikmat-Ku?”

“Harta benda itu, telah kami sedekahkan siang dan malam, wahai Tuhan seru sekalian alam,” jawab orang-orang kaya.

Tapi Allah berkata, “Kamu dusta!”

Kemudian para malaikat mengiyakan. “Kamu memang dusta. Kamu melakukannya hanya karena ingin pujian manusia dan dianggap dermawan oleh mereka. Ya Allah, memang begitulah manusia menyebutnya.”

Kemudian Allah memanggil manusia-manusia yang konon terbunuh saat membela dan mempertahankan agama-Nya. “Apa yang telah kamu kerjakan semasa di dunia?” tanya Allah kepada mereka.

“Hamba berjihad di jalan-Mu. Hamba pergi ke medan perang dan mati terbunuh,” kata orang-orang dari golongan ini.

Tapi Allah berkata, “Kamu dusta!”

Kemudian para malaikat mengiyakan. “Kamu memang dusta. Kamu melakukannya hanya karena ingin dipuji berani dan dianggap gagah oleh manusia. Ya Allah, memang begitulah manusia menyebutnya.”

Tiga golongan manusia di atas, sungguh adalah golongan yang kita anggap sangat mulia di antara kita ketika hidup di dunia. Tapi rupanya akhir dari ketiganya adalah sangat buruk di depan pandangan Allah. Tidak terbayang bagaimana dengan mereka yang terang-terangan berbuat buruk dan zalim, khianat dan tidak amanah. Mari kita cuci terus menerus niat dan orientasi dalam setiap langkah dan perbuatan, agar terhindar dari tempat kembali yang sangat buruk lagi tercela.

Orang-orang yang berilmu, wajib menjaga diri. Para aghniya dan orang-orang mampu, juga wajib menjaga diri. Penyelenggara negara dan aparaturnya, wajib menjaga diri. Dan lebih khusus lagi, rakyatnya, umatnya dan seluruh warga negara juga wajib menjaga diri dari murka Allah SWT.

Ya Allah, jangan Engkau jadikan kami seperti orang-orang yang mengaku berjuang di jalan-Mu, tapi justru Engkau hinakan dan Engkau campakkan ke dalam murka-Mua. Semoga Engkau mengampuni kami dan memberikan kesempatan kepada kami untuk bertaubat dan memperbaiki diri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Ini Jadwal Liga Champions Dini Hari Nanti

Eropa, RasilNews - Matchday keempat liga Champions Rabu dini hari nanti salah satu laga serunya akan mempertumakan Paris Saint-Germain vs RB Leipzig.

Milad Sewindu YPSJ, Gub DKI Anies Baswedan Berharap Tercetak Generasi Yang Dapat Memajukan Bangsa dan Negara

Bekasi, Rasilnews – Sejarah suatu bangsa dapat dilihat dari perkembangan pendidikan yang dienyam oleh rakyatnya. Maju atau tidaknya suatu bangsa juga...

Tajuk Rasil “Sepetik Doa Kyai Dalhar untuk Indonesia”

“Tajuk Rasil”Jumat, 5 Rabiul Akhir 1442 H/ 20 November 2020 Pada 21 November 1945, suasana hampir di...

Tausyiah Rasil “Ciri-Ciri Umat Terbaik”

Oleh : Ustad Husein Alattas Firman Allah dalam surat Ali Imron ayat 110 :

Recent Comments