Wednesday, October 28, 2020
Home Tajuk Rasil ISIS AKAN TERUS "DIRAWAT"

ISIS AKAN TERUS “DIRAWAT”

Tajuk Rasil
Kamis, 31 Oktober 2019

ISIS Akan Terus “Dirawat”

Beberapa waktu lalu masyarakat dunia dikabarkan mengenai tewasnya bos besar ISIS, Abu Bakar Al-Baghdadi. Bukan pertama kali ini Baghdadi dikabarkan tewas, berulangkali pula kabar itu dibantah. Namun kabar kematian Baghdadi kali ini dikonfirmasi langsung oleh orang nomor satu di Amerika Serikat. Trump mengatakan Baghdadi tewas akibat meledakkan rompi bunuh diri setelah tersudut di terowongan buntu di Idlib, Suriah, Ahad lalu.

Untuk lebih meyakinkan, pasukan Amerika Serikat melakukan identifikasi dengan tes DNA. Hasil tes keluar dalam 15 menit dan hasilnya positif bahwa orang yang tewas adalah Baghdadi. Trump mengatakan menangkap atau membunuh pemimpin ekstremis itu adalah prioritas utama pemerintahannya.

Ya, ISIS memang telah berhasil mengalihkan perhatian masyarakat internasional dalam 5 tahun terakhir ini. Sementara tentara Israel yang telah membunuh ribuan warga sipil Palestina kini hanya menjadi bagian berita kecil. Karena hampir setiap hari ISIS dijadikan berita utama media internasional dan jadi perhatian pemimpin dunia, mengalahkan perhatian mereka terhadap penderitaan bangsa Palestina. Israel yang sempat mendapat tekanan masyarakat internasional lantaran kebiadaban mereka terhadap warga Palestina di Gaza pun kini mulai dicuekin.

Sebenarnya dunia melihat dan memperhatikan bagaimana peran negeri ‘Paman Sam’ yang tampaknya tidak mau mengulangi kesalahan yang sama akibat operasi mereka di Irak dalam rangka menjatuhkan Saddam sebelum kemunculan ISIS. Kemunculan ISIS di Irak, baik langsung ataupun tidak langsung boleh dikatakan adalah akibat kekacauan yang ditinggalkan Amerika. Kekacauan itu semula dimanfaatkan para pasukan Alqaida yang melarikan diri dari Afghanistan untuk membangun kekuatan di Irak.

Sementara Bagi Dasman Djamaludin, Jurnalis dan penulis merasa yakin bahwa ISIS itu ciptaan Amerika Serikat, baginya yang sering mengamati perkembangan di luar negeri dan setelah berkunjung ke Irak dua kali, tahun 1992 dan 2014, paham betul dengan situasi ini. Sebenarnya apa yang dikatakan Donald Trump dalam kampanyenya bahwa Obama yang membentuk ISIS, itu benar.

Apalagi jika mendengar informasi ISIS dari Edward Snowden. Seorang mantan agen rahasia Amerika Serikat, National Security Agency (NSA). Kepada dunia, Snowden mengumumkan bahwa ISIS merupakan “boneka” ciptaan Amerika. Menurut dia, selain Amerika, dua negara lain yang bertanggungjawab terkait ISIS adalah Inggris dan Israel.

Pernyataan Snowden, yang telah membongkar banyak “rahasia dunia” menyangkut isu politik, ekonomi, dan keamanan tingkat tinggi, sedikit banyak menggoyahkan keyakinan pihak-pihak yang selama ini “meyakini betul” bahwa ISIS adalah gerakan yang berkait paut erat dengan agama Islam.

Ketika ditanyakan, mengapa banyak negara ingin bergabung dengan ISIS, termasuk dari Indonesia? Karena mereka dibayar tinggi. Dari mana uangnya? Dari mana kendaraan mewah ISIS berasal? Ya, itulah asumsi di atas bahwa AS dan Israel berada di belakangnya. Apalagi Imam besar Al-Azhar, Sheikh Ahmed el Thayeb pernah menyatakan, ISIS melayani zionis untuk menghancurkan umat Islam. Kelompok penjahat ini telah merusak citra Islam di dunia.

Ikhwan Akhwat….
Ummat Islam harus menyadari bahwa Al-Baghdadi hanya sebuah pion. Akan terus muncul Baghdadi lain selama ideologi ISIS masih hidup dan ‘dirawat’ kolonial –“si penciptanya”-. Seperti laporan seorang agen intelijen regional, peran Baghdadi sebagai pemimpin ISIS sebagian besar hanya bersifat simbolis dalam beberapa tahun terakhir.

Jangan lupa juga, ISIS sangat lihai memanfaatkan media sosial dan internet untuk menyebarluaskan paham-pahamnya. ISIS mampu merekrut para pengikut baru melalui internet. Kelompok ISIS dan sekutunya terus aktif di berbagai negara. Mereka mengklaim melakukan berbagai serangan setiap hari melalui saluran propaganda media daring. Ideologi lama digelorakan dengan gaya baru untuk menarik minat kelompok atau individu lain. Hal itu tentu mengundang simpatisan.

Meski saat ini ISIS kehilangan pemimpin dan wilayahnya di Suriah. Para milisi dari berbagai negara, sebagian berhasil pulang ke kampung halamannya. Mereka tentu membawa serta ideologi yang telah ditanamkan organisasi tersebut. Melalui merekalah ideologi ISIS menyebar ke berbagai penjuru dunia. Waspadalah !

Wallahu ‘Alam bishawab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Ahok Turut Berduka Atas Wafatnya Ust Fahrurozi Ishaq Karena Covid-19

Jakarta, Rasilnews - Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok turut menyampaikan dukacita atas meninggalnya Fahrurrozi Ishaq, yang dikenal sebagai 'Gubernur Tandingan'...

10 Ribu Jamaah Umrah Akan Kembali Padati Saudi Arabia Tiap Pekannya

JAKARTA, RASILNEwS - Setiap pekan sekitar 10 ribu jemaah umrah diperkirakan akan tiba di Arab Saudi mulai (1/11) mendatang. Dengan pernyataan...

California Evakuasi 100 Ribu Penduduk Akibat Kebakaran Hutan

JAKARTA, RASILNEWS - Pemerintah memerintahkan untuk evakuasi lebih dari 100 ribu penduduk akibat Kebakaran hutan yang terjadi dan bergerak cepat di...

Tebitkan Karikatur Nabi Muhammad SAW, Maroko Kecam Prancis

JAKARTA-RASILNEWS, Kementrian Luar Negri Maroko Pada Minggu Mengatakan bahwa berlanjutnya publikasi kartun yang menghina nabi merupakan aksi provokasi.

Recent Comments