Wednesday, November 25, 2020
Home Dunia Islam ISLAM MENGAJARKAN HIDUP BERJAMAAH DALAM KEBERSAMAAN

ISLAM MENGAJARKAN HIDUP BERJAMAAH DALAM KEBERSAMAAN

RASILNEWS, JAWA TENGAH – Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Yakshyallah Mansur mengatakan, ketika Ramadhan setiap umat Muslim melaksanakan Ibadah Puasa dan sama-sama merasakan lapar dan haus.

“Itu menjadi sebuah pembelajaran bahwa umat Islam harus hidup berjama’ah dalam kebersamaan,” kata Imaam, Selasa (20/6)  di Masjid Al-Maghfiroh, Desa Gedongan, Kec. Colomadu. Kab. Karanganyar, Jawa Tengah, dalam rangkaian acara Pesantren Ramadhan yang diadakan para santri.

“Umat Muslim harus punya rasa kebersamaan. Inilah disebut dengan kehidupan berjama’ah, bersama-sama. Jadi ini pelajaran dari berpuasa. Kalau kita bersama-sama semua, dapat dicapai apa yang tidak bisa dicapai,” katanya.

Ia menambahkan bahwa umat Islam itu pasti bisa bersatu, meski seperti yang diketahui besama di seluruh dunia umat Islam memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Salah satu buktinya adalah di Indonesia, beberapa waktu lalu umat muslim di Indonesia dengan latar belakang yang beragam, bisa bersatu bergandengan tangan dalam kesempatan yang tidak hanya satu kali, tapi berkali-kali.

“Sangat mungkin umat Islam bersatu karena aslinya umat muslim satu. Dalam setiap langkah kita akan bisa sukses kalau hidup berjama’ah, dengan jama’ah itullah akan turun rahmat Allah, maka berfirkoh-rifkoh (berpecahbelah) adalah adzab,” ujarnya.

Imaam Yakhsya juga mengatakan, dalam berpuasa umat Islam itu juga harus memiliki Iman, yakni keyakinan atau percaya, sebab berpuasa tidaklah ringan, jika tidak memiliki Iman. Maka tak akan mampu kuat hingga waktu berbuka.

Katanya, puasa merupakan sesuatu yang luar biasa, Menurut penuturannya, orang non-muslim yang pernah ia temui, merasa sangat kagum dengan umat Muslim yang mampu menahan lapar selama belasan jam.

Kendati demikian, ia juga berpesan bahwa janganlah jadi orang yang berpuasa namun hanya mendapat lapar dan haus saja, tidak mengetahui maknawi dari berpuasa yakni mendorong melakukan hal-hal luar biasa.

Ia mengibaratkan pada umat Islam dahulu yang mampu membebaskan Romawi, Persi, dan Konstantinopel meski prosesnya tak sebentar, karena yakin, cita-cita itu tercapai.

“Puasa ini adalah dasar memberikan motivasi melakukan hal luar biasa yang harusnya disadari. Kalau tidak ada rasa melakukan hal luar biasa ya hanya jadi biasa-biasa saja. Jadi berpuasa harus mendapat dorongan melakukan hal luar biasa. termasuk menyatukan umat Muslim, meski sulit, tapi pasti bisa harus yakin,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Ini Jadwal Liga Champions Dini Hari Nanti

Eropa, RasilNews - Matchday keempat liga Champions Rabu dini hari nanti salah satu laga serunya akan mempertumakan Paris Saint-Germain vs RB Leipzig.

Milad Sewindu YPSJ, Gub DKI Anies Baswedan Berharap Tercetak Generasi Yang Dapat Memajukan Bangsa dan Negara

Bekasi, Rasilnews – Sejarah suatu bangsa dapat dilihat dari perkembangan pendidikan yang dienyam oleh rakyatnya. Maju atau tidaknya suatu bangsa juga...

Tajuk Rasil “Sepetik Doa Kyai Dalhar untuk Indonesia”

“Tajuk Rasil”Jumat, 5 Rabiul Akhir 1442 H/ 20 November 2020 Pada 21 November 1945, suasana hampir di...

Tausyiah Rasil “Ciri-Ciri Umat Terbaik”

Oleh : Ustad Husein Alattas Firman Allah dalam surat Ali Imron ayat 110 :

Recent Comments