Wednesday, October 28, 2020
Home Dunia Islam KETIDAKJELASAN BUAT JAMAAH UMRAH TAK NYAMAN

KETIDAKJELASAN BUAT JAMAAH UMRAH TAK NYAMAN

JAKARTA, RASILNEWS — Kebijakan Pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara umrah berdampak terhadap penyelenggaraan ibadah umrah. Kebijakan ini membuat semua pihak tidak nyaman karena belum tahu kapan umrah dibuka kembali.

“Hal ini tentu tidak terlalu nyaman buat bapak-ibu dengan ketidak jelasan keberangkatan,” kata Dirut PT Garuda Indonsia Irfan Setiaputra saat memberikan sambutan pada manasik umrah jamaah PT Patuna Mekar Jaya, Ahad (7/3).

Irfan memastikan, PT Garuda bersama semua pihak terkait terus mementau perkembangan dan situasi di Arab Saudi pascakebijakan larangan umrah diberlakukan. Seperti diketahui Saudi menutup sementara umrah pada tanggal 27 Februari, demikian REPUBLIKA melaporkan.

“Informasi tambahan yang dapat saya berikan berkenaan dengan penundaan umrah ini, bahwa tim kami bekerja sama juga dengan departemen agama dengan konsulat mengamati apa yang sedang terjadi saat ini di tanah suci,” katanya.

Irfan mengatakan, semua pihak termasuk PT Garuda sebagai maskapai nasional mesti menghargai atas kebijakan pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara umrah. Tentunya dengan kebijakan ini semua sistem penyelenggaraan umrah menjadi terdampak.

“Karena tampaknya memang pemerintah Arab punya alasan yang sangat kuat kenapa penundaan umroh ini dilakukan,” katanya.

Irfan mengatakan, semua mengetahui sebelum larangan umrah diberlakukan bahwa ratusan ribu umat Islam berkumpul di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Menurutnya, jika membaca peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Arab itu, bahwa sudah sangat jelas alasan Saudi menutup sementara ibadah umrah. 

“Kenapa Masjid Nabawi ini sangat tertutup. Karena Masjid Nabawi ini sangat padat apalagi ketika kita berlomba-lomba memasuki Raudah,” katanya.

Menurut dia, keterpadatan dan pergerakan manusia di Raudah inilah yang mencoba dihindari oleh Pemerintah Arab Saudi, karena tempat yang disebut teman-taman surga ini mempunyai kemungkinan sangat besar untuk berkembangnya virus di dalam ruangan tertutup.

“Maka dari itu kami dari Garuda menyaksikan beberapa aktivitas yang dilakukan oleh pemerintah Arab. Yang pertama adalah pembersihan atau isolasi berulang kali Masjid Nabawi dan Masjidil Haram,” katanya.

Irfan mengatakan, atas sterilisasi ini Raudah kosong untuk beberapa saat. Hal ini, kata dia, sesuatu yang mungkin boleh dikatakan hampir tidak pernah bisa terjadi. Karena Raudah selalu menjadi tempat rebutan jamaah untuk memanjatkan doa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Ahok Turut Berduka Atas Wafatnya Ust Fahrurozi Ishaq Karena Covid-19

Jakarta, Rasilnews - Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok turut menyampaikan dukacita atas meninggalnya Fahrurrozi Ishaq, yang dikenal sebagai 'Gubernur Tandingan'...

10 Ribu Jamaah Umrah Akan Kembali Padati Saudi Arabia Tiap Pekannya

JAKARTA, RASILNEwS - Setiap pekan sekitar 10 ribu jemaah umrah diperkirakan akan tiba di Arab Saudi mulai (1/11) mendatang. Dengan pernyataan...

California Evakuasi 100 Ribu Penduduk Akibat Kebakaran Hutan

JAKARTA, RASILNEWS - Pemerintah memerintahkan untuk evakuasi lebih dari 100 ribu penduduk akibat Kebakaran hutan yang terjadi dan bergerak cepat di...

Tebitkan Karikatur Nabi Muhammad SAW, Maroko Kecam Prancis

JAKARTA-RASILNEWS, Kementrian Luar Negri Maroko Pada Minggu Mengatakan bahwa berlanjutnya publikasi kartun yang menghina nabi merupakan aksi provokasi.

Recent Comments