Wednesday, October 28, 2020
Home Tajuk Rasil LEBIH SERIUS MENANGANI CORONA

LEBIH SERIUS MENANGANI CORONA

Tajuk Rasil
Senin, 16 Maret 2020/ 21 Rajab 1441 H

Lebih Serius Menangani Corona

Akhirnya pemerintah menetapkan status wabah corona sebagai ‘Bencana Nasional’. Tapi terkesan sangat lambat karena beberapa pejabat negara dan elite di negeri ini merasa pede seolah-olah virus corona tidak akan sampai ke tanah air. Tapi fakta berkata lain dan ini pelajaran yang sangat berharga. Apalagi sangat disayangkan sejak awal para pemangku kebijakan di tanah air pernyataannya banyak yang saling berbenturan.

Raymond Saner dan Poppy S. Winanti dalam tulisannya Policy Coordination and Consultation in Indonesia, juga menyoroti bahwa pemerintah Indonesia –khususnya para menteri– memang memiliki kekurangan dan masalah dalam hal koordinasi, sehingga menyebabkan pembuatan kebijakan publik menjadi tidak efektif. Parahnya lagi dalam sorotan rakyat adalah ketika Presiden Jokowi mengungkapkan agar masyarakat tidak panik sambil mengatakan bahwa Pemerintah memang menyembunyikan sebagian informasi tentang korban Corona agar masyarakat tidak panik.

Berarti dalam soal ini memang sengaja ada informasi yang disembunyikan. Meskipun tujuannya mungkin baik, namun informasi yang ditutup-tutupi dapat menjadi boomerang di tengah keinginan publik agar penyebaran virus Corona tidak ditutup-tutupi. Jangan salahkan rakyat jika ada yang menilai pemerintah pusat mengambil langkah yang sangat konyol. Pemerintah tidak membuka semua informasi terkait penyebaran virus maut tersebut dan tidak transparan.

Kalau strategi ini dilakukan oleh Presiden Jokowi untuk meredam keresahan dan kepanikan, justru yang terjadi bias saja kebalikannya. Masyarakat malah panik. Sebab, akan timbul pemikiran mereka tidak percaya sama sekali pada keterangan pemerintah. Bola salju ketidakpercayaan itu membesar terus. Sekarang, publik mempertanyakan kredibilitas pemerintah. Bukankah transparansi akan membuat masyarakat bisa lebih waspada?

Ditambah banyak pejabat yang “santuy” dalam menghadapi virus corona (Covid-19) yang sudah jauh hari ditetapkan WHO sebagai pandemi. Wajar saja publik menilai para pejabat begitu santai dalam memberikan perlindungan pada rakyatnya. Mengingat pemimpin negeri hingga jajaran menteri dengan tenangnya menginformasikan pada rakyat terkait wabah tersebut. Malahan saat ini death rate Indonesia terkait COVID-19 menduduki peringkat kedua di dunia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan negara-negara di dunia untuk menghadapi krisis corona dengan lebih serius. Pekan lalu, kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan banyak negara yang tidak mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memerangi penyebaran wabah yang mematikan ini. Menurutnya, banyak negara yang tidak menunjukkan “tingkat komitmen politik” yang diperlukan untuk menyamai tingkat ancaman yang kita semua hadapi. Sepertinya apa yang disampaikan Tedros dialami negeri ini. Maksudnya, kurang kesigapan antisipasi dan bentuk riil perlindungan pada rakyat yang ditunjukkan oleh para pejabatnya.

Sorotan yang bertolak belakang justeru dialami Guberbur DKI Jakarta. Kita ambil salah satunya dari seorang aktivis dan penulis asal Australia yang tinggal di Jakarta, Kate Walton yang menyampaikan kekagumannya pada kepemimpinan Anies Baswedan. Terlebih dalam menangani kondisi krisis wabah corona, Bahkan Kate Walton membandingkan kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison. Yang menurutnya Anies punya leadership yang lebih bagus dan kepemimpinan Anies sangat kuat.

Jika ingin dibandingkan dengan presiden Indonesia rasanya tidak perlu ya, cukup anda browsing di media sosial saja. Akan banyak komentar tokoh, artis, pemuka agama dan lainnya yang sangat mengapresiasi langkah Gubernur Ibu Kota Negara ini. Sampai ada tagar “Presiden Yang Tertukar”, ini lah efek rakyat terlalu banyak nonton sinetron. Tapi jangan disalahkan rakyatnya ya.

Ikhwan Akhwat…
Memang, kematian merupakan sesuatu yang pasti dalam kehidupan. Tapi mati dalam kondisi tanpa pengurusan yang baik dari pemimpinnya sungguh sangat menyedihkan dan menyakitkan. Jangan sampai dengan wabah yang melanda dunia saat ini mereka abai atas penjagaan pada kesehatan rakyatnya.

Pemerintah harus diingatkan kembali bunyi pembukaan UUD 1945, tepatnya pada kalimat “Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum…”

Begitulah perjanjian luhur berdirinya bangsa dan negara Indonesia. Artinya negara mempunyai tanggungjawab konstitusional untuk melindungi seluruh “tumpah darah Indonesia”. Itulah kesepakatan agung yang mesti diwujudkan. Apakah negara melalui organnya yang bernama pemerintah telah memberikan perlindungan maksimal sebagaimana amanat konstitusi tersebut?

Wallahu ‘Alam Bish Showwab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Ahok Turut Berduka Atas Wafatnya Ust Fahrurozi Ishaq Karena Covid-19

Jakarta, Rasilnews - Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok turut menyampaikan dukacita atas meninggalnya Fahrurrozi Ishaq, yang dikenal sebagai 'Gubernur Tandingan'...

10 Ribu Jamaah Umrah Akan Kembali Padati Saudi Arabia Tiap Pekannya

JAKARTA, RASILNEwS - Setiap pekan sekitar 10 ribu jemaah umrah diperkirakan akan tiba di Arab Saudi mulai (1/11) mendatang. Dengan pernyataan...

California Evakuasi 100 Ribu Penduduk Akibat Kebakaran Hutan

JAKARTA, RASILNEWS - Pemerintah memerintahkan untuk evakuasi lebih dari 100 ribu penduduk akibat Kebakaran hutan yang terjadi dan bergerak cepat di...

Tebitkan Karikatur Nabi Muhammad SAW, Maroko Kecam Prancis

JAKARTA-RASILNEWS, Kementrian Luar Negri Maroko Pada Minggu Mengatakan bahwa berlanjutnya publikasi kartun yang menghina nabi merupakan aksi provokasi.

Recent Comments