Wednesday, October 28, 2020
Home Tajuk Rasil Menjadi Fatwa yang Berdaya

Menjadi Fatwa yang Berdaya

Majelis Ulama Indonesia menerbitkan Fatwa MUI Nomor 24 tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui Media Sosial. Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin dalam diskusi publik dan konferensi pers fatwa MUI di Kementerian Komunikasi dan Informatika Jakarta, Senin (5/6), mengatakan fatwa itu dibuat mengingat munculnya kekhawatiran akan maraknya ujaran kebencian dan permusuhan melalui media sosial.

Denvan fatwa tersebut MUI berharap bisa mencegah penyebaran konten media sosial yang berisi berita bohong dan mengarah pada upaya adu domba.

Kebencian dan permusuhan menjadi satu hal yang lumrah di dunia maya saat ini. Kebencian dan permusuhan menjadikan medsos sebagai tempat inkubasi dan membelah diri.

Selain mengeluarkan fatwa mengenai Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui Media Sosial, MUI juga merekomendasikan agar DPR dan Pemerintah membuat peraturan perundangan seputar media sosial.

Media sosial memiliki dua sisi. Pertama atau sisi positif, yakni media sosial dapat digunakan untuk memenuhi kepentingan kehidupan sosial dan silaturahmi. Promosi dan penyebarannua sangat kuat dan cepat. Tapi medsos juga memiliki sisi yang kedua, yang negatif, yakni media sosial dapat memicu pelanggaran hukum dan keresahan sosial. Dalam fatwa MUI ini tercantum beberapa hal yang diharamkan bagi umat Islam dalam menggunakan media sosial.

Setiap Muslim yang bermuamalah melalui media sosial diharamkan melakukan gibah (membicarakan keburukan atau aib orang lain), fitnah, namimah (adu domba), dan penyebaran permusuhan. MUI juga mengharamkan aksi bullying, ujaran kebencian serta permusuhan atas dasar suku, agama, ras atau antar golongan. Umat Muslim juga diharamkan menyebarkan materi pornografi, kemaksiatan, dan segala hal yang terlarang secara syar’i.

Konten negatif jauh lebih mudah menyebar dibanding konten positif. Meski konten positif juga punya potensi sebaran yang sama. Pekerjaan besarnya sekarang adalah, bagaimana cara menjadikan fatwa ini menjadi panduan bermuamalah yang produktif. Fatwa MUI menjadi lebih berdaya, memilki pengaruh dan terimplementasi dengan positif dengan kehidupan bersosial media.

Tapi yang tidak kalah penting adalah, peran penegakan hukum yang adil oleh pemerintah. Fatwa MUI bisa berpotensi sebagai social engineering, yang mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat. Tapi penegakan hukum, bisa menjadi cara social engineering yang sangat efektif dan kuat.

Tegakkan hukum yang adil, jangan tebang pilih, jangan pandang bulu, jangan pula bermotif sentimen, apapun itu. Seperti tatkala pemerintah menerapkan tax amnesty, banyak orang berperan serta untuk melaporkan harta dan asetnya, karena pemerintah menyertakan seruan dengan ancaman hukuman. Karena mau tidak mau, ada lapisan dalam masyarakat, yang digerakkan bukan oleh ajakan, tapi justru bergerak karena ancaman.

Bagi kaum Muslimin, cukuplah peringatan Rasulullah untuk kita. Beliau diriwayatkan bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, selalu berkatalah yang benar, atau berdiam diri.” Semoga Allah menolong kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Ahok Turut Berduka Atas Wafatnya Ust Fahrurozi Ishaq Karena Covid-19

Jakarta, Rasilnews - Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok turut menyampaikan dukacita atas meninggalnya Fahrurrozi Ishaq, yang dikenal sebagai 'Gubernur Tandingan'...

10 Ribu Jamaah Umrah Akan Kembali Padati Saudi Arabia Tiap Pekannya

JAKARTA, RASILNEwS - Setiap pekan sekitar 10 ribu jemaah umrah diperkirakan akan tiba di Arab Saudi mulai (1/11) mendatang. Dengan pernyataan...

California Evakuasi 100 Ribu Penduduk Akibat Kebakaran Hutan

JAKARTA, RASILNEWS - Pemerintah memerintahkan untuk evakuasi lebih dari 100 ribu penduduk akibat Kebakaran hutan yang terjadi dan bergerak cepat di...

Tebitkan Karikatur Nabi Muhammad SAW, Maroko Kecam Prancis

JAKARTA-RASILNEWS, Kementrian Luar Negri Maroko Pada Minggu Mengatakan bahwa berlanjutnya publikasi kartun yang menghina nabi merupakan aksi provokasi.

Recent Comments