Saturday, October 31, 2020
Home Nasional Menlu Qatar : Krisis Diplomatik Karena Kebohongan Media

Menlu Qatar : Krisis Diplomatik Karena Kebohongan Media

RASILNEWS, QATAR – Kawasan Negara Teluk memanas. Beberapa negara di kawasan itu dan negara lain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.

Qatar sendiri masih mempertanyakan apa penyebab utama dari langkah mengejutkan itu, yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Untuk mengetahuinya dan bagaimana masa depan Kawasan Negara Teluk? Berikut tanggapan Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani dalam wawancara khusus dengan Al-Jazeera Qatar, yang diberitakan MINA (Mi’raj Islamic News Agency).

Al-Jazeera: Apa sebenarnya alasan terjadinya krisis ini?

Sheikh Mohammed: Kami mengungkapkan penyesalan dan keterkejutan kami atas eskalasi terhadap Qatar. Kami juga tidak tahu apakah ada alasan utama sebenarnya di balik krisis ini atau ada yang tersembunyi yang tidak kami ketahui.

Jika ada alasan nyata untuk krisis ini, tentu hal itu bisa saja dibahas pada pertemuan Negara-Negara Teluk GCC beberapa pekan lalu. Namun saat itu tidak ada yang dikatakan atau dibahas sama sekali.

Juga tidak ada hal yang dikatakan saat KTT Arab-Islam di Riyadh beberapa waktu sebelumnya.

Jadi, tidak ada alasan yang dikatakan dalam kejadian ini, dan kami tidak memiliki indikasi bahwa krisis akan segera terjadi.

Jadi, ini menunjukkan bahwa media membuat berita kebohongan tentang Qatar. Ada upaya kampanye media besar menyudutkan dan menghina Qatar dan para pemimpinnya, yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Namun, kami di Qatar berusaha tidak konfrontatif meluncur turun ke jalan. Kami mencoba mengatasinya dengan sabar dan bijaksana.

Al-Jazeera: Emir Qatar Sheikh Tamim akan memberikan pidato malam itu setelah adanya pemutusan hubungan diplomatik, untuk memberikan pernyataan, tapi mengapa menundanya?

Sheikh Mohammed: Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani memang hendak memberikan pidato untuk berbicara kepada orang-orang Qatar malam itu. Namun Emir menerima telepon dari Emir Kuwait yang meminta dia untuk menundanya agar memberi waktu untuk menyelesaikan krisis tersebut.

Emir Kuwait memang berperan penting saat menyelesaikan krisis yang terjadi pada tahun 2014.

Langkah-langkah yang menimpa Qatar ini belum pernah terjadi sebelumnya dan ini hanya sepihak. Kami di Qatar tidak mengambil langkah apapun atau sejenisnya. Kami yakin ada masalah yang bisa diselesaikan melalui diskusi dan saling menghormati.

Saya menerima telepon dari banyak menteri luar negeri dengan rasa persaudaraan dan ramah yang mendukung upaya untuk mengatasi krisis ini.

Memang ada beberapa konflik di dunia Arab. Ada krisis di Suriah, Libya, dan Yaman. Kami hanya merasa agak aneh bahwa Negara-Negara Teluk telah memutuskan hubungan dengan Qatar pada waktu ini.

Hal ini tentu akan membawa pertanyaan nyata tentang masa depan Negara-Negara Teluk, yang pada dasarnya adalah satu saudara dengan bahasa yang sama dan memiliki ikatan keluarga yang luas di antara masyarakatnya.

Bagaimanapun, tentu kami menolak bahwa beberapa negara mencoba untuk memaksakan kehendak mereka terhadap Qatar atau campur tangan dalam urusan dalam negerinya. Ini kami tolak. Tapi secara keseluruhan, kami rasa ada tanda tanya besar dalam masalah ini.

Al-Jazeera: Bagaimana krisis ini akan mempengaruhi kehidupan sehari-hari di Qatar?

Sheikh Mohammed: Ada beberapa krisis yang pernah terjadi di Qatar. Ada kudeta tahun 1996 dan krisis 2014 antara negara-negara Teluk dengan Qatar. Namun kami berhasil mengatasinya.

Qatar akan bergantung pada dirinya sendiri untuk memberi warganya dan kehidupan warganya tetap berjalan normal.

oleh : Ali Farkhan Tsani, Redaktur Senior Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj Islamic News Agency)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Presiden Jokowi Ajak Umat Islam Teladani Akhlaq Rasulullah

Jakarta, Rasilnews - Presiden Joko Widodo mengajak umat Islam untuk meneladani akhlak terbaik Rasulullah yang patut diteladani dan sangat relevan dalam...

Ketum GP Ansor : Islam Adalah Agama Rahmah Dan Kasih Sayang

Jakarta, Rasilnews - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor H Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, Islam adalah agama yang...

Prof Wiku : Perkembangan Penanganan Pandemi Covid-19 di Tingkat Kabupaten/Kota Meningkat Lebih Baik

Jakarta, Rasilnews - Perkembangan penanganan pandemi Covid-19 pada sebagian besar kabupaten/kota sejauh ini menunjukkan hasil yang baik.

Sebanyak 12.369 Personel Gabungan Amankan Aksi Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law Ciptaker

Jakarta, Rasilnews - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan sebanyak 12.369 personel gabungan TNI-Polri dan pemerintah daerah diterjunkan...

Recent Comments