Friday, October 23, 2020
Home Nasional MISTERI ORANG KUAT YANG BIKIN NOVEL MINTA JOKOWI TURUN TANGAN

MISTERI ORANG KUAT YANG BIKIN NOVEL MINTA JOKOWI TURUN TANGAN

JAKARTA, RASILNEWS — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengungkap alasan berkali-kali meminta Presiden Joko Widodo turun tangan dalam kasus penyiraman air keras yang dilakukan polisi.

Dalam program Mata Najwa, Rabu (17/6) malam, Novel menyebut Jokowi harus turun tangan karena ada “orang kuat” di balik kasus penyerangan terhadap dirinya.

“Kalau kita lihat negara kita presidensial, artinya seluruh aparatur itu di bawah presiden. ketika melihat hal itu sangat relevan sebetulnya. Ditambah lagi ini masalah sudah melibatkan orang yang begitu kuatnya,” kata Novel.

Namun dalam kesempatan itu Novel tak menyebut siapa orang kuat yang dimaksud. Dia hanya menekankan keberadaan orang kuat itu membuat kasus ini mustahil terbongkar tanpa kehadiran Jokowi.

Novel bilang masih ada sekitar sepuluh kasus penyerangan terhadap pegawai KPK lainnya yang juga belum tuntas. Dia menduga ada orang kuat yang sama berada di balik kasus-kasus tersebut.

Orang kuat itu, kata Novel, adalah pihak yang merasa kepentingannya terganggu oleh kerja-kerja KPK. Menurutnya, pemerintah harus segera turun tangan agar pihak itu tidak semakin kuat menggangu KPK.

Novel juga mengatakan ada kejahatan dilakukan terus menerus, menghalangi atau menghambat suatu upaya kebaikan maka kalau dibiarkan seolah-olah kuat. Oleh karena itu harus direspons agar mereka tidak kuat.

Merespons hal itu, Istana bilang Jokowi tak bisa melakukan intervensi. Namun Istana memastikan Jokowi berharap kasus Novel diputus seadil-adilnya.

“Presiden tetap memiliki komitmen yang kuat dalam hal ini dan beliau percaya pada independensi lembaga penegakan hukum yang dimiliki negara ini,” tutur Juru Bicara Presiden Bidang Hukum, Dini Shanti Purwono, Kamis (18/6).

Publik telah dihebohkan dengan tuntutan rendah dalam persidangan kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Jaksa penuntut umum hanya menuntut dua terdakwa, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, dengan pidana satu tahun penjara.

JPU menyebut beleid Pasal 355 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP yang mengatur pidana maksimal 12 tahun tidak terbukti. Jaksa beralasan dua pelaku tak sengaja melakukan penganiayaan berat saat menyerang Novel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Menangi Formula 1 GP Eifel, Lewis Hamilton Samai Rekor Legenda Hidup F1 Michael Schumacher

Nuerburg, RasilNews - Keberhasilan Lewis Hamilton memenangi Formula 1 GP Eifel 2020 semakin memiliki nilai plus. Hasil itu membuatnya menyamai rekor legenda...

Hasil Lengkap Liga Champions Eropa Matchday Pertama

Eropa, RasilNews - Liga Champions 2020/2021 telah dimulai, dan ada empat grup yang sudah memainkan matchday pertama terlebih dahulu dan sisa empat...

Peringati Hari Santri Saat Pandemi

JAKARTA, RASILNEWS - Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015, Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22...

PBB : Pandemi Perburuk Kemajuan Hak-Hak Perempuan

JAKARTA-RASILNEWS, Perserikatan Bangsa-Bangsa sesali adanya keterlambatan majunya hak-hak dalam perempuan secara global dan memperingatkan adanya perlambatan lebih lanjut karna covid-19 yang disampaikan...

Recent Comments