Wednesday, November 25, 2020
Home Internasional PBB : Pandemi Perburuk Kemajuan Hak-Hak Perempuan

PBB : Pandemi Perburuk Kemajuan Hak-Hak Perempuan

JAKARTA-RASILNEWS, Perserikatan Bangsa-Bangsa sesali adanya keterlambatan majunya hak-hak dalam perempuan secara global dan memperingatkan adanya perlambatan lebih lanjut karna covid-19 yang disampaikan pada sebuah laporan (20/10)

Sekertaris Jendral PBB mengatakan bahwa “kemajuan menuju kesetaraan kekuasaan dan hak bagi perempuan masih sulit untuk dicapai, tidak ada negara yang berhasil mencapai kesetaraan gender, dan krisis covid-19 telah mengancam akan mengikis sedikit pengingkatan yang berhasil dicapai” ungkapnya.

Laporan PBB juga menemukan bahwa pria memiliki resiko meninggal dunia lebih tinggi sementara perempuan justru memiliki risiko lebih tinggi untuk terpapar covid-19 dan adanya laporan bahwa 70 persen petugas kesehatan yang berada di garis terdepan melawan infeksi corona adalah perempuan.

“Mereka beresiko tinggi tertular penyakit itu, dan mereka tentu saha berada di garis terdepan memerangi pandemi mewakili semuanya kata Francesca Gum, kapala ahli statistik sosial dan gender PBB dalam konfrensi pers virtual.

Menurut laporan itu bahwa tindakan lockdown berpeluang naiknya risiko kekerasan dalam rumah tangga, data menunjukkan bahwa 18 persen peremphan melaporkan telah mengalami kekerasan fisik / seksual dari pasangannya selama 12 bulan terakhir.

Juga terdapat laporan gagalnya kemajuan dalam pendidikan perempuan yang mengarah  pada peningkatan profesionalitas dan kesejahteraan finasial

Jika dilihat dari rata-rata global, hanya kurang dari setengah perempuan dunia yang dipekerjakan di pasar tenaga kerja berbayar, lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah laki-laki sebanyak tiga perempat.

Kesenjangan dalam hal partisipasi pasar kerja antara laki-laki dan perempuan sama dengan tahun 1995, ketika anggota PBB berjanji untuk meningkatkan hak-hak perempuan.

Komitmen serupa untuk mencapai kesetaraan gender pada 2030, yang disepakati pada 2015 juga gagal.

Partisipasi pasar kerja sangat rendah di Asia Selatan, Afrika Utara, dan Asia Barat, dimana angkatanya turun di bawah 30%.

Angka perempuan dalam posisi manajerial masih sama dengan tahun 1995, sementara hanya ada lebih banyak delapam kepala negara perempuan dibandingkan 25 tahun yang lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Ini Jadwal Liga Champions Dini Hari Nanti

Eropa, RasilNews - Matchday keempat liga Champions Rabu dini hari nanti salah satu laga serunya akan mempertumakan Paris Saint-Germain vs RB Leipzig.

Milad Sewindu YPSJ, Gub DKI Anies Baswedan Berharap Tercetak Generasi Yang Dapat Memajukan Bangsa dan Negara

Bekasi, Rasilnews – Sejarah suatu bangsa dapat dilihat dari perkembangan pendidikan yang dienyam oleh rakyatnya. Maju atau tidaknya suatu bangsa juga...

Tajuk Rasil “Sepetik Doa Kyai Dalhar untuk Indonesia”

“Tajuk Rasil”Jumat, 5 Rabiul Akhir 1442 H/ 20 November 2020 Pada 21 November 1945, suasana hampir di...

Tausyiah Rasil “Ciri-Ciri Umat Terbaik”

Oleh : Ustad Husein Alattas Firman Allah dalam surat Ali Imron ayat 110 :

Recent Comments