Friday, October 23, 2020
Home Nasional PENGAMAT: PENUSUKAN TERHADAP MENKO POLHUKAM SEBUAH PERISTIWA YANG CUKUP MEMALUKAN

PENGAMAT: PENUSUKAN TERHADAP MENKO POLHUKAM SEBUAH PERISTIWA YANG CUKUP MEMALUKAN

Jakarta, Rasilnews – Pengamat Intelijen Mardigu Wowiek Prasantyo mengatakan, peristiwa yang terjadi pada Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto merupakan sebuah peristiwa yang cukup memalukan.

“Kita tau dalam sejarah Indonesia belum pernah terjadi peristiwa yang cukup memalukan ini. Mengapa dikatakan memalukan? Hal ini karena seorang abdi negara jabatan pejabat di atas tidak mendapatkan perlindungan yang semestinya oleh aparat keamanan,” ujar Mardigu saat wawancara melalui telepon di topik berita pagi radio Rasil, Jumat (11/10).

Menurutnya, hal itu sebuah peristiwa pertama kali terjadi di dalam sejarah Indonesia. Ada seorang menteri ditusuk oleh seseorang yang dituduh melakukan terorisme.

“Sekali lagi kita harus melihat ini dari fakta, setelah hampir 24 jam kita semua tau hal ini adalah fakta. Ada banyak sekali berseliuran di sana sini menceritakan ini rekayasa, pengalihan isu. Faktanya saya harus menyatakan pada siapa pun yang mengatakan ini rekayasa atau isu, kali ini Anda salah,” katanya.

“Karena benar-benar saya mengetahui ini, dan pasti bahwa peristiwa itu terjadi Menko Polhukam benar-benar tertusuk. Peristiwa ini menunjukkan banyak hal,” tambahnya.

Ia menilai, peristiwa itu bisa dikatakan lemahnya pertahanan Indonesia.

“Bagi saya, saya tetap melihat peristiwa serangan kemarin adalah tindakan menggoyang keamanan nasional Indonesia, walaupun dilakukan oleh putra bangsa, tapi doktrin di kepalanya bukan atas nama apapun,” ucapnya.

Menurut Mardigu, kejadian itu dilakukan atas kepentingan yang ia hanya pelaku saja, bahkan mungkin yang menyuruh pun tidak tau mengapa ia harus melakukan menusuk putra bangsanya sendiri, saudaranya sendiri bahkan satu agama.

“Jadi singkat kata sahabat semua, kita harus bersatu kembali, kita harus berfokus kepada bagaimana membuat negara ini utuh, yaitu stop memprovokasi satu sama lain, baik yang membela pemerintah tidak harus menghina yang anti pemerintah dan yang anti pemerintah tidak harus mengatakan ini rekayasa,” kata Mardigu.

Ia menambahkan, stop melakukan sesuatu hal-hal yang tidak berdasarkan fakta, karena peristiwa itu benar terjadi dan menunjukkan keamanan dan intelijen Indonesia yang lemah.

“Faktanya ke depan adalah kita harus konsolidasi dan hadirkan orang-orang pintar ke istana, bukan orang-orang oportunis, kaum yang ingin mempekaya diri dan kelompoknya sendiri,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Ini Target Anthony Ginting dan Jonatan Christie di Asia Open

Jakarta, RasilNews - Dua tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie ditargetkan menembus final di Asia Open I dan II tahun...

Menangi Formula 1 GP Eifel, Lewis Hamilton Samai Rekor Legenda Hidup F1 Michael Schumacher

Nuerburg, RasilNews - Keberhasilan Lewis Hamilton memenangi Formula 1 GP Eifel 2020 semakin memiliki nilai plus. Hasil itu membuatnya menyamai rekor legenda...

Hasil Lengkap Liga Champions Eropa Matchday Pertama

Eropa, RasilNews - Liga Champions 2020/2021 telah dimulai, dan ada empat grup yang sudah memainkan matchday pertama terlebih dahulu dan sisa empat...

Peringati Hari Santri Saat Pandemi

JAKARTA, RASILNEWS - Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015, Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22...

Recent Comments