Saturday, October 24, 2020
Home Uncategorized PERMINTAAN MAAF TERBUKA USTAD ALFIAN TANJUNG KEPADA KELUARGA BESAR NU, GP ANSOR...

PERMINTAAN MAAF TERBUKA USTAD ALFIAN TANJUNG KEPADA KELUARGA BESAR NU, GP ANSOR DAN BANSER

JAKARTA, RASILNEWS – Dalam konferensi pers bersama Pengurus Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang digelar secara virtual, Rabu (23/9), Ustaz Alfian Tanjung akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada GP Ansor, Banser, dan keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) atas pernyataan dan ujaran kebencian yang disampaikannya.

Hadir dalam konferensi pers itu, antara lain Sekjen GP Ansor Adung Abdul Rochman dan Waka Satkornas Banser Hasan Basri Sagala. Pada tanggal 8 September 2020, Ustad Alfian Tanjung telah bertemu dengan Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas dan telah menandatangani perjanjian perdamaian yang memuat sejumlah poin.

Diantara poin yang disepakati adalah permintaan maaf secara terbuka Ustad Alfian Tanjung kepada Keluarga Besar Ansor dan NU. Demikian Republika mengabarkan dikutip Rasilnews.  

“Kata maaf menjadi bagian yang harus saya kedepankan, sebagai subjektif ada bagian tertentu dari hal-hal yang pernah saya sampaikan dianggap tidak berkenan dan sudah diproses,” kata Alfian.

Ustad Alfian menyampaikan permintaan maaf atas pernyataan yang telah disampaikannya dan telah menyinggung perasaan segenap keluarga besar NU, GP Ansor, dan Banser.

Lebih lanjut, Alfian juga berjanji akan meningkatkan kualitas dan kapasitasnya, serta mengajak kalangan muda di Ansor dan Banser untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik.

“Sesungguhnya ini bulan September, 9 hari lagi kita kenal dengan (peringatan) 30 September. Pejuang yang paling dikenal dalam kudeta berdarah (PKI) tahun 1948 dan 1965 adalah temen-temen pemuda Ansor, itu fakta sejarah,” ujarnya. Sementara itu, Sekjen GP Ansor Adung Abdul Rochman mengatakan bahwa Alfian Tanjung telah menyampaikan permintaan maaf secara lisan maupun tertulis kepada keluarga besar NU, Ansor, dan Banser.

“Sebagai sesama muslim, sesama warga bangsa Indonesia, tentu kami menerima permintaan maaf karena kita ingin kehidupan tetap rukun dan damai,” kata Adung.

Apalagi, kata Adung, kedua pihak disatukan oleh satu pandangan keagamaan yang sama dan kebangsaan yang sama. Adung menegaskan, bahwa keluarga besar NU sampai sekarang ini masih mewaspadai bahaya laten PKI, salah satu buktinya dengan terus dilantunkannya selawat badar dalam berbagai kesempatan.

Ulama di lingkungan NU, kata dia, memiliki selawat badar yang diciptakan menjelang pemberontakan PKI pada 1965. Dan selawat tersebut sangat dikenal sampai saat ini dan masih terus dilantunkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Israel – Hamas Saling Serang Dengan Roket

Gaza, MINA –  Juru Bicara militer Israel mengatakan, gerakan Hamas melepas dua roket ke wilayah-wilayah Israel tapi berhasil dicegah dengan senjata...

Amerika Setujui Remdevisir Sebagai Obat Covid-19

JAKARTA, RASILNEWS - Remdesivir hasil produksi Gilead Sciences Inc untuk merawat pasien Covid-19 Resmi disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika...

Dampak Covid-19 Kalahkan Krisis 98

JAKARTA, RASILNEWS - Dampak pandemi Covid-19 yang mendunia hingga saat ini dianggap lebih berat dibanding dengan krisis yang pernah terjadi di...

Angin Puting Beliung Landa Wilayah Babelan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat

Bekasi, Rasilnews - Angin puting beliung melanda wilayah Babelan Kabupaten Bekasi dan Bekasi Utara Kota Bekasi pada hari ini, Jumat (23/10)...

Recent Comments