JAKARTA, RASILNEWS – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan, peningkatan kasus aktif di Jakarta melambat dari 49 persen menjadi 12 persen sejak ditetapkan rem darurat dan kembali memberlakukan PSBB ketat sejak 14 September lalu.

“Pelandaian kasus aktif bukanlah tujuan akhir. Kita masih harus bekerja bersama memutus rantai penularan,” kata Anies dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (26/9).

Dia mengatakan, selama periode pengetatan PSBB Pemprov DKI meningkatkan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment). Sementara warga dianjurkan menerapkan 3M (Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan).

“Jangan lupa juga untuk tetap #dirumahaja jika tidak ada keperluan mendesak,” katanya.

Hari ini, Dinkes Pemprov DKI Jakarta telah melakukan tes PCR sebanyak 10.342 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 8.289 orang dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1.052 positif dan 7.237 negatif.

Namun, total penambahan kasus positif sebanyak 1.257 kasus, lantaran terdapat akumulasi data sebanyak 205 kasus dari 1 hari sebelumnya yang baru dilaporkan. Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 84.110. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 70.047.

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta sampai saat ini sebanyak 13.155 (orang yang masih dirawat / isolasi). Sedangkan, jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 70.184 kasus.

Dari jumlah total kasus tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 55.350 dengan tingkat kesembuhan 78,9 persen, dan total 1.679 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 2,4 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,8 persen.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 10,9 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 7,8 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here