Wednesday, October 28, 2020
Home Tajuk Rasil Ramadhan Ini Saatnya Mengurangi Konsumsi

Ramadhan Ini Saatnya Mengurangi Konsumsi

Ramadhan sudah dekat sekali. Mari kita manfaatkan momentumnya untuk amal jama’i. Saatnya umat bertindak. Sebab, jika bencana alam seperti banjir dan tanah longsor melanda, golongan rakyat paling pertama yang merasakan adalah masyarakat kelas bawah. Sedangkan para konglomerat, pengusaha, dan para jagoan kapitalis yang telah membabat hutan, menyulap lahan serapan air penuh bangunan industri, masih bisa beruncang-uncang kaki sambil menikmati siaran berita pagi di televisi tentang kesengsaraan yang mereka hasilkan.

Meminta negara yang memiliki hutan besar untuk menjaga kualitas hutannya, adalah cara paling mudah dan paling murah yang bisa dilakukan negara-negara maju. Mereka membujuk negara-negara seperti Indonesia, dengan doktrin pemanasan global dan kucuran dana reboisasi hutan, yang sesungguhnya tak sebanding dengan keuntungan yang mereka hasilkan.

Cara yang mujarab untuk menyelamatkan bumi ini adalah, secara ekstrem menghentikan tingkat konsumsi yang terus meninggi. Hentikanlah konsumsi yang semakin menggila di seluruh dunia, baik pada barang konsumsi maupun barang produksi, niscaya dampak positifnya akan sontak terasa.

Tapi tentu saja, negara-negara maju tak menginginkan hal ini berlaku. Sebab sama artinya, industri mereka terganggu. Dan jika industri mereka terganggu, pendapat per capita negara pun akan terkena dampaknya. Dan ujung-ujungnya ini adalah masalah keamanan dalam negeri yang harus dijaga agar tak gonjang-ganjing fluktuasi ekonominya.

Cutdown comsumption, mau tidak mau jalur ini harus kita tempuh. Selamatkan hutan, harus ada jeda penebangan, untuk memberikan kesempatan hutan mengambil napas panjang. 80% kerusakan hutan disebabkan oleh industri negara-negara besar. Membiarkan benih reboisasi tumbuh, sementara menjaga pohon yang belum cukup besar tetap utuh.

Langkah kedua yang bisa kita sajikan, negara-negara industri harus mengubah orientasi industrinya menjadi lebih ramah lingkungan. Tapi cara ini juga bukan cara yang mudah dan murah. Karena mereka harus mengubah teknologi yang sudah ada, menjadi teknologi baru yang lebih bijaksana.

Bagi negara dengan industri-industri yang penuh kecurangan, tentu tidaklah gampang mengubah teknologi industri yang sudah sekian lama mereka kembangkan. Yang terbayang pertama kali di benak mereka adalah, angka kerugian yang mengancam. Maka terjadilah politik di belakang pintu isu pemanasan global.

Negara-negara maju, patungan dolar dan uang donor untuk negara berkembang, agar mau menjaga hutan dan alam. Dan para penguasa negara berkembang, setuju saja, karena ada uang yang bisa dimanfaatkan. Entah dengan cara legal atau ilegal.

Jika kita mengaku peduli pada alam, tanpa mengendalikan nafsu konsumsi yang lia sama artinya dengan bohong besar. Dan jangan berdiam diri, ketika kejahatan lingkungan terjadi, karena kita adalah orang pertama yang akan terkena dampaknya. Dan Ramadhan ini adalah waktu yang tepat untuk mengurangi dan mengatur ulang konsumsi kita, di seluruh rumah kaum muslimin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Sebanyak 12.369 Personel Gabungan Amankan Aksi Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law Ciptaker

Jakarta, Rasilnews - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan sebanyak 12.369 personel gabungan TNI-Polri dan pemerintah daerah diterjunkan...

Aqsa Working Group Ikut Serta Dukung Aksi Global Aksi Mogok Makan Untuk Pembebasan Tahanan Palestina

Jakarta, Rasilnews - Al-Aqsa Working Group (AWG) menyatakan ikut serta untuk mendukung aksi global mendukung aksi mogok makan yang dilakukan oleh...

Satgas Ingatkan Pemda Agar Tak Lengah Sikapi Zonasi

JAKARTA, RASILNEWS - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito ingatkan Pemda soal zonasi karena peningkatan zona oranye. Melihat peta...

MUI desak Presiden Perancis Meminta Maaf Kepada Umat Islam

Jakarta, Rasilnews - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta Presiden Prancis Emmanuel Macron minta maaf kepada umat...

Recent Comments