Wednesday, October 28, 2020
Home Palestina RENCANA ISRAEL SOAL ANEKSASI TEPI BARAT DITOLAK QATAR

RENCANA ISRAEL SOAL ANEKSASI TEPI BARAT DITOLAK QATAR

Jakarta, RASILNEWS — Menteri Luar Negeri Qatar, Muhammad bin Abdurrahman al-Thani melakukan pertemuan dengan pimpinan Hamas untuk membahas rencana pencaplokan Tepi Barat oleh Israel. Dalam pertemuan tersebut Hamas dan Qatar sepakat menolak rencana kontroversial Israel.

Al-Thani yang melakukan pertemuan pada Kamis (2/7) dengan sejumlah petinggi Hamas yakni, Ismael Haniyeh, Musa Abu Marzuq, Izzat al-Rashak, dan Maher Obeid di Doha sepakat untuk memberikan dukungan bagi rakyat Palestina dan menolak rencana aneksasi Israel termasuk pendirian permukiman Yahudi.

Dilansir dari Anadolu, Al-Thani mengatakan Qatar akan melanjutkan pendekatan penolakan rencana Israel dan mendukung upaya untuk mewujudkan persatuan nasional di Palestina.

Penolakan aneksasi Israel bukan pertama terjadi. Sebagian komunitas internasional juga menentang langkah tersebut, termasuk China dan Inggris yang menyatakan keberatan.

China juga mendukung pembentukan Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat sesuai garis perbatasan 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota. China menyebut hak-hak rakyat Palestina tidak dapat diganggu gugat. Tetapi juga hak Israel untuk hidup harus sepenuhnya dihormati.

Seperti halnya Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga mengatakan keberatan dan menurutnya rencana aneksasi Israel akan dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu berjanji akan mencaplok wilayah Tepi Barat yang sudah didirikan permukiman Yahudi di Yerikho dan Lembah Yordania. Hal itu dinilai bisa memupuskan upaya pendirian negara Palestina.

Israel merebut wilayah Tepi Barat dalam Perang Enam Hari pada 1967, dan sejak itu telah membangun puluhan permukiman yang menampung lebih dari 400 ribu warga Israel dalam beberapa dekade.

Masyarakat Palestina mengincar wilayah itu untuk mereka raih kemerdekaan di masa depan. Sebagian besar negara menganggap permukiman Israel di Tepi Barat adalah ilegal menurut hukum internasional.

Rencana peta rekonsiliasi Timur Tengah yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang diluncurkan awal tahun ini dinilai sangat menguntungkan Israel dan ditolak oleh Palestina. Rencana itu menjadi lampu hijau bagi Israel untuk mencaplok wilayah Tepi Barat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Sebanyak 12.369 Personel Gabungan Amankan Aksi Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law Ciptaker

Jakarta, Rasilnews - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan sebanyak 12.369 personel gabungan TNI-Polri dan pemerintah daerah diterjunkan...

Aqsa Working Group Ikut Serta Dukung Aksi Global Aksi Mogok Makan Untuk Pembebasan Tahanan Palestina

Jakarta, Rasilnews - Al-Aqsa Working Group (AWG) menyatakan ikut serta untuk mendukung aksi global mendukung aksi mogok makan yang dilakukan oleh...

Satgas Ingatkan Pemda Agar Tak Lengah Sikapi Zonasi

JAKARTA, RASILNEWS - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito ingatkan Pemda soal zonasi karena peningkatan zona oranye. Melihat peta...

MUI desak Presiden Perancis Meminta Maaf Kepada Umat Islam

Jakarta, Rasilnews - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta Presiden Prancis Emmanuel Macron minta maaf kepada umat...

Recent Comments