close
Breaking news

JAKARTA – Kepemilikan senjata nuklir ternyata turut menjadi simbol superio...read more Yogyakarta, RASILNEWS – Bencana alam di Indonesia pada tahun ini terhitung s...read more RASILNEWS, MYANMAR – Pejabat KBRI di Yangon menyatakan, proyek pembangunan...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Bazar Sya’ban 1438 akan mengangkat isu Halal Life...read more Rasilnews, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, tida...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Pemimpin Redaksi (Pemred) Kantor Berita Islam MINA,...read more RASILNEWS, CILEUNGSI – Geliat Dakwah islam di negeri seribu pagoda Thailan...read more RASILNEWS, MALAYSIA – Dua perusahaan Malaysia yang mengoperasikan pelabuha...read more RASILNEWS, JAKARTA – Koordinator Tim Pembela Ulama dan Aktivis (PUA), Eggi...read more RASILNEWS, JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudd...read more

SAMUEL AL MAGRIBI : MATEMATIKAWAN MUSLIM KETURUNAN YAHUDI

RASILNEWS – Samuel bin Yahya bin Abbas atau biasa dikenal sebagai Samuel al-Magribi lahir di Baghdad, Irak pada tahun 1130 M dan meninggal pada tahun 1175 M di Maragheh, Iran. Ia berasal dari keluarga Yahudi dan termasuk salah seorang pembesar Yahudi yang masyhur, setelah menetap di Persia Barat barulah ia memeluk agama Islam.

Ayahnya bernama Abul-Abbas Yahya al-Maghribi, seorang sarjana Yahudi bidang agama dan sastra asal Fez, Maroko yang kemudian pindah ke Baghdad. Sementara ibunya bernama Anna Levi Ishak.

Setelah keislamannya, Samuel memberitahu bahwa dirinya pernah bertemu Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dalam mimpinya. Ia memilih untuk mengumumkan kisah mimpinya itu empat tahun setelah beliau memeluk agama Islam.

Samuel sangat mencintai Islam. Ia menulis beberapa buku tentang beberapa pengalaman spiritualnya setelah menjadi seorang Muslim. Ia juga pernah menulis buku yang isinya menentang ajaran beberapa kelompok Yahudi.

Samuel al-Magribi adalah ilmuwan yang sangat brilian dan disegani. Di usianya yang sangat muda, ia telah menjadi ahli matematika dan menguasai imu kedokteran.

Menurut beberapa riwayat, sejak kecil Samuel sudah tertarik memecahkan soal-soal matematika yang dibuat para ilmuwan generasi terdahulu. Ia gemar mempelajari buku matematika, baik yang ditulis oleh ilmuwan Arab maupun Yunani.

Tak mengherankan, di kemudian hari ia mampu menghasikan sejumlah karya besar, terutama di bidang matematika modern. Dari sejumlah kajian kontemporer tentang Samuel, terlihat bahwa ia adalah imuwan matematika yang hebat.

Ilmu matematika yang dikuasainya merupakan pengembangan dari matematika yang sudah di gagas oleh ilmuwan Arab terdahulu, seperti Al-Khwarizmi. Dalam hal ini, Samuel memperkenalkan dasar-dasar biangan negative dan sejumlah persamaannya.

Samuel berhasil menerapkan konsep perkalian, pembagian, dan akar pangkat dua dengan memakai bilangan negative. Ia bahkan memberikan sejumlah contoh dalam bentuk gambar atau jadwal. Hitungan matematika ciptaan Samuel menggunakan metode penyelesaian persamaan yang panjang, dengan sepuluh majazi (bilangan yang tidak diketahui).

Semasa hidupnya, Samuel membuat banyak tulisan tentang matematika, namun sayang, hanya sedikit yang masih tersisa. Saat ini, dua karya Samuel tersebut tersimpan di Istambul, Turki. Salah satunya adalah sebuah buku matematika yang berjudul “al-Bahir fi al-Jabar”.

Ia juga menulis buku polemik terkenal dalam bahasa Arab memperdebatkan agama Yahudi dikenal sebagai Ifḥām al-Yahud (Confutation orang Yahudi) atau dalam bahasa Spanyol Epistola Samuelis Maroccani dan kemudian dalam bahasa Inggris dikenal sebagai The Yahudi diberkati Maroko.

Dikemudian hari, beberapa ilmuwan Barat telah menerbitkan ringkasan buku karya Samuel tersebut. Pusat penelitian ilmiah paris juga menerbitkan kedua buku tersebut kedalam bahasa Prancis dan Arab. Buku tersebut hanya mengalami sedikit sevisi dan penyesuaian karena isinya sudah sangat lengkap dan istilah yang digunakan masih sesuai dengan yang dipakai sekarang.

Pada jamannya, banyak perguruan tinggi Eropa menggunakan karya Samuel sebagai bahan referensi. Selain di Istambul, karya Samuel yang lain tersimpan rapi di beberapa perpustakaan Eropa, seperti Prancis dan Italia.

Selain sebagai ahli matematika, Samuel juga seorang dokter yang andal. Sebagai dokter, ia pernah bekerja di sejumlah negara, seperti Irak, Syria,dan Azerbaijan. Ia banyak melakukan perjalanan ke daerah untuk menolong siapapun yang kebetulan membutuhkan bantuannya.

Secara pribadi, Samuel mempunyai sifat terpuji yang sangat menjunjung tinggi kebenaran. Adapun sebagai seorang muslim, Samuel selalu bertindak dan berpikir sesuai Al-Quran.

Berbagai sumber.

No Comments

Leave a reply

Post your comment
Enter your name
Your e-mail address

Story Page