Friday, November 27, 2020
Home Tajuk Rasil TAJUK RASIL "APAKAH ALLAH SWT MURKA?"

TAJUK RASIL “APAKAH ALLAH SWT MURKA?”

Tajuk Rasil
Selasa, 13 Muharram 1441 H/ 1 September 2020

Apakah Allah Murka ?

Seringkali kita mendengarkan suara yang menggambarkan keprihatinan terhadap keadaan bangsa ini. Negara yang memiliki tanah luas dan subur, kaya sumber daya alam dan bahkan melimpah, namun rakyatnya masih banyak yang miskin dan tertinggal. Selain persoalan tersebut itu, juga selalu muncul berbagai problem, baik terkait agama, politik, hukum, sosial, dan bahkan juga moral. Menghadapi keadaan seperti itu, banyak orang bertanya, bagaimana jalan keluar yang sekiranya bisa ditempuh untuk mengatasi berbagai problem dimaksud.

Sementara orang meyakini bahwa berbagai problem dimaksud bisa diatasi dengan pendekatan ekonomi dan pendidikan. Dianggap oleh mereka bahwa ketika ekonomi sudah membaik dan masyarakatnya sudah pintar maka problem kehidupan dimaksud akan hilang dengan sendirinya. Mungkin saja pandangan tersebut benar, namun persoalan yang harus dijawab terlebih dahulu adalah membangun ekonomi dan pendidikan yang dimaksudkan itu sendiri ternyata juga bukan perkara mudah.

Selain itu, ada lagi pertanyaan yang perlu dicari jawabnya, ialah keadaan yang menggelisahkan banyak orang itu sebenarnya sebagai akibat atau keadaan yang begitu saja muncul. Umpama hal dimaksud merupakan akibat, maka seharusnya yang diselesaikan adalah menghilangkan perkara yang menjadi sebab itu. Jika keadaan masyarakat sekarang ini adalah merupakan produk atau buah dari masalah kepemimpinan bangsa maka seharusnya yang menjadi sebab itu dipahami dan kemudian diubah.

Ketika belum ditemukan solusi untuk problem pendidikan dan ekonomi, masalah bertubi itu terhantam dengan kasus covid-19 yang masih belum mereda. Bahkan, kasus orang yang terjangkit dan dinyatakan positif, semakin bertambah. Mirisnya saat ini yang kerap kita lihat bukannya semakin waspada dan hati-hati, tetapi banyak orang justru lalai. Indikasinya bisa dilihat dari ketidakdisiplinan sebagian orang dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

Saat ini, kita hanya diminta untuk mematuhi protokol kesehatan. Kita tidak sedang dalam kondisi beberapa bulan lalu, di mana kita harus mengikuti sejumlah aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), karantina wilayah, larangan mudik, larangan menghadiri keramaian, larangan menyelenggarakan kegiatan ibadah secara berjamaah, dan lain sebagainya.

Ya, kita sekarang hanya diminta untuk mematuhi protokol kesehatan. Karena kita tidak mungkin untuk hidup dalam karantina wilayah, seperti PSBB, hidup tanpa pergi beribadah ke rumah ibadah, hidup tanpa silaturahim, dan sebagainya. Karenanya, ada relaksasi aturan dari para pemangku kepentingan seperti pemerintah dan lembaga-lembaga keagamaan yang kita kenal dengan nama new normal atau adaptasi kebiasaan baru.

Karena itu, para pemangku kepentingan membuat protokol di masa new normal untuk mencegah penyebaran covid-19. Misalnya, selalu mengenakan masker ketika berada di luar rumah, selalu menjaga jarak ketika di luar rumah, selalu rajin mencuci tangan dengan sabun. Atau ketika di rumah ibadah, kita pun diwajibkan memakai masker, menjaga jarak, dan tidak ke rumah ibadah bagi yang sakit.

Namun kenyataannya, kita masih banyak menemukan masyarakat yang enggan memakai masker ketika di rumah ibadah, tidak menjaga jarak ketika di rumah ibadah, dan masih ada orang yang dalam kondisi tidak sehat pergi ke rumah ibadah. Kasus ini juga berlaku di tempat-tempat lain seperti pasar, pusat pelayanan publik, dan lain sebagainya. Padahal, yang menganjurkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan adalah lembaga-lembaga berwenang. Pemerintah, lembaga kesehatan, polisi, dan lembaga-lembaga atau ormas-ormas keagamaan.

Jangan-jangan, ini menunjukkan kesombongan kita sebagai manusia. Yang angkuh, yang memikirkan diri sendiri. Kita tidak merasa nyaman menerapkan protokol kesehatan, tapi gara-gara kelaiaian kita itu, jangan-jangan kita yang menyebarkan virus. Jangan-jangan keburukan para pemimpin negeri ini juga tercipta oleh perilaku rakyatnya.

Untuk memperbaiki masyarakat maka hendaknya jangan fokus ke pemimpin saja. Tetapi hendaknya memperhatikan keadaan masyarakatnya juga karena pemimpin adalah cerminan rakyatnya. Bisa jadi ada penguasa yang tidak peduli dan rakyat yang acuh tak acuh itu adalah hukuman yang ditimpakan Allah. Dalam Surah Al-An’am ayat 129 Allah Ta’ala berfirman, “Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-orang yang zalim itu menjadi penguasa bagi sebahagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan.”
Dikutip dari buku Ad-Daa wad Dawaa karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, disebutkan oleh Imam Ahmad dalam kitabnya az-Zuhd dan ulama yang lain dari Qatadah, dia mengatakan Nabi Musa pernah berkata, “Wahai Rabbku, Engkau berada di atas langit, sedangkan kami di bumi. Maka apakah tanda kemarahan dan keridhaan-Mu?” Allah menjawab, “Jika Aku menyerahkan urusan kalian kepada orang-orang yang baik di antara kalian, maka itulah sebagian tanda keridhaan-Ku terhadap kalian. Dan apabila aku menyerahkan urusan kalian kepada orang-orang jahat yang ada di antara kalian, maka itulah tanda kemurkaan-Ku terhadap kalian”.

Masalah bangsa yang bertubi-tubi, pandemi yang belum juga usai, apakah Allah SWT murka kepada kita ?

Wallahu ‘Alam Bish Showwab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Tausyiah Rasil : Tiga Peristiwa yang Dialami Manusia

Oleh : Ustaz Abul Hidayat Saerodji 1. Peristiwa kelahiran Setiap orang yang ada...

Viral, Tentara Azerbaijan Bantu Penduduk Armenia Tinggalkan Wilayah Yang Di Duduki

Azerbaijan, Rasilnews - Tentara Azerbaijan membantu orang-orang Armenia yang secara ilegal dimukimkan kembali di daerah pendudukan untuk meninggalkan wilayah itu, seperti...

KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Izin Ekspor Benih Lobster, 2 Masih Buron

Jakarta, Rasilnews - Dalam konferensi pers di KPK, Rabu (25/11/2020) malam, Nawawi Pomolango Wakil Ketua KPK RI mengatakan bahwa dua dari tujuh tersangka...

Pesawat Tempur Israel Serang Suriah

Suriah, Rasilnews - Militer Suriah mengklaim bahwa pesawat tempur Israel melakukan serangan udara ke selatan Ibu kota pada Selasa (24/11) malam....

Recent Comments