Monday, October 26, 2020
Home Tajuk Rasil TAJUK RASIL "BELAJAR DARI DENMARK"

TAJUK RASIL “BELAJAR DARI DENMARK”

Tajuk Rasil
Selasa, 10 September 2019

Belajar Dari Denmark

Sedih, itulah ungkapan rakyat ketika mengamati isu panas revisi Undang Undang KPK akhir-akhir ini yang tentu kontroversial. Banyak pengamat berpendapat bahwa hal ini jelas merupakan kemunduran dalam pemberantasan korupsi karena isi RUU KPK versi DPR justru melemahkan KPK. Padahal, KPK merupakan lembaga penegak hukum yang jadi role model dan sukses serta dijadikan contoh bagi sejumlah negara. Selain itu, KPK juga merupakan anak kandung reformasi, gerakan politik pasca-1998 yang menginginkan agar Indonesia bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Kepedihan yang semakin mendalam melihat fenomena korupsi yang kian hari masih merajalela di negeri ini, tidak ada salahnya kita “refreshing” sejenak dari kejenuhan dan kekesalan tersebut dengan melihat fenomena yang berbanding terbalik seratus delapan puluh derajat di negeri lain. Sembari menenangkan saraf-saraf yang setiap hari tegang dan kaku mendengar berita-berita yang melulu hanya tentang korupsi, suap dan lainya.

Mari kita sedikit demi sedikit belajar, atau paling tidak, ya mengetahui-lah bagaimana bisa ada sebuah negara yang benar-benar bersih dan bebas dari korupsi, di saat negara kita justru harus bersusah-payah dan berjuang keras melawan dan memberantas korupsi. Toh, ilmu tidak mesti dipelajari langsung, namun bisa belajar dari pengalaman orang. Termasuk ilmu dalam hal memerangi korupsi.

Negara ini adalah negara paling bersih alias paling bebas korupsi pada tahun 2018. Sebagai salah satu negara dengan pendapatan per kapita terbesar di dunia, negara Skandinavia ini juga tercatat sebagai negara yang memiliki pemerataan kekayaan terbaik di dunia. Artinya, hampir tidak ada kesenjangan kesejahteraan antar penduduk-nya. Tidak mengherankan, rakyat mereka diklaim sebagai rakyat yang paling bahagia berdasarkan survey Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Bukan negara Islam/Muslim, negara yang dimaksud adalah Denmark.

Denmark, bersama Selandia Baru dan Finlandia, adalah negara paling bebas korupsi di dunia berdasarkan Indeks Persepsi Korupsi yang dibuat oleh Transparency International. Lembaga ini juga menempatkan Denmark sebagai negara dengan pemerintahan yang paling transparan. Tentu saja, transparansi berkontribusi besar pada penyelenggaraan pemerintah yang bersih.

Dan, sebagai implikasinya, kepastian hukum membuat iklim bisnis menjadi kondusif dan akhirnya mendorong kualitas kehidupan ekonomi Denmark. Jadi, semacam efek domino. Pertama, transparansi oleh Pemerintahnya. Selanjutnya, transparansi memungkinkan seluruh masyarakat turut mengawasi jalannya pemerintahan. Nah, dengan pengawasan oleh seluruh rakyat, tentu penegakan hukum dapat diwujudkan, karena rakyat mengetahui siapa saja pemimpinnya yang terjerat kasus korupsi atau perbuatan pidana lainnya.

Sependapat dengan analisa Ridwan Thalib, SH, LL.M di acara ‘Bincang Hukum’ Rasil sabtu lalu, bahwa rakyat pun jadi dapat mengikuti proses hukum dan jalannya pemeriksaan yang melibatkan koruptor-koruptor tersebut, sehingga tidak ada lagi putusan-putusan pengadilan yang disalahgunakan-lah, dipalsukan-lah, atau pun dibeku-kan seperti yang terjadi di negara kita tercinta.

Kembali lagi pada negara Denmark, lantas apa yang sebenarnya menyebabkan negeri itu sedemikian maju dalam menciptakan kehidupan sosial yang transparan dan bebas korupsi? Salah satunya adalah dalam sejarah kerajaan Denmark yang menyadari bahwa korupsi tidak dapat diberantas dengan hukuman represif. Dan karenanya, menaikkan gaji para pegawai istana, memberikan mereka jaminan perlindungan (asuransi), dan pensiun yang baik.

Kerajaan juga telah mengubah budaya rakyat Denmark. Mengenalkan kebebasan pers, suatu kebijakan yang tidak lazim di lingkungan monarki. Nah, kebebasan pers inilah yang menjadi alat paling efektif dan efisien dalam membongkar kasus-kasus korupsi. Efektifitas kebijakan ini semakin didukung oleh adanya kajian yang membuktikan bahwa rendahnya tingkat korupsi pada negara demokrasi maju berhubungan positif dengan kebebasan pers.

Pelajaran selanjutnya yang dapat diambil dari Denmark adalah bahwa masyarakat Denmark sangat sulit dimanipulasi oleh pemerintahan yang berkuasa. Mereka mengerti betul bagaimana sistem, situasi dan kondisi kekuasaan pemerintahan yang sedang memimpin mereka. Mereka juga memiliki pemahaman yang mendalam atas bagaimana lembaga-lembaga negara bekerja ataupun bagaimana seharusnya berjalan. Alhasil, masyarakat Denmark jadi memiliki kepercayaan yang sangat tinggi kepada pemerintahnya bahwa pemerintahnya benar-benar bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya, serta membawa negara Denmark mencapai tujuan negara.

Di Denmark, lembaga Ombudsman memainkan peranan yang sangat penting dalam memastikan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pemerintahan. Lembaga ini bertanggung jawab mengkaji setiap aspek pelayanan publik dengan berperan sebagai pengawas dan whistleblower.

Sungguh indah membayangkannya bukan? Semua berjalan teratur dan harmonis. Masyarakat kenal dan paham betul siapa pemimpinnya, menaruh harapan dan kepercayaan yang besar. Sebaliknya, sang Pemimpin yang memegang amanah harapan dan kepercayaan rakyat tersebut benar-benar bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya. Mungkin tidak ya suatu hari negara kita juga bisa seperti Denmark ?

wallahualam bis shawab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Jelang Kedatangan Habieb Rizieq Shihab Ke Indonesia

Jakarta, Rasilnews – Beredar sebuah video di medsos yang memperlihatkan nasehat dan pesan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habieb Rizieq...

12 Duta Besar untuk Negara Sahabat Dilantik Oleh Presiden Jokowi Hari ini

JAKARTA, RASILNEWS - Presiden Jokowi Widodo melantik 12 orang duta besar  luar biasa untuk ditugaskan di Negara-negara sahabat, Senin (26/10/2020).

Manfaat Bersepeda Secara Rutin

Oleh : Suji Rahayu (Jurnalis Rasilnews) Bersepeda atau yang populer disebut gowes, adalah termasuk sebagai salah satu...

Mewujudkan Keluarga Inspiratif

Oleh : Suji Rahayu (Jurnalis Rasilnews) Harta yang paling berharga adalah keluargaIstana yang paling indah adalah keluargaPuisi...

Recent Comments