Wednesday, October 28, 2020
Home Tajuk Rasil Tajuk Rasil "Jenderal Sudirman Dan Para Ulama"

Tajuk Rasil “Jenderal Sudirman Dan Para Ulama”

“Tajuk Rasil”

Selasa, 19 Shafar 1441 H/ 6 Oktober 2020

Masih dalam rangka hari peringatan TNI tahun ini, mari kami ceritakan secuplik kisah tentang kedekatan Panglima Besar Jenderal Sudirman dengan para ulama dan ajaran Islam. Ada sebuah buku yang membuat mampu kita mengenal, mencintai, dan merindukan Rasulullah SAW. Buku itu berjudul ‘Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad’ karya KH. Moenawar Chalil. Sebuah buku yang membeberkan kepada kita, kisah agung kehidupan Rasulullah SAW.

Buku ini seharusnya tidak saja dibaca oleh kaum Muslimin Indonesia, tapi harus dibaca oleh seluruh kaum Muslimin sedunia. Buku ini ditulis oleh Kiai Moenawar Chalil selama lima tahun lamanya, sejak zaman Belanda, melampaui petualangan dan penyelamatan di zaman Nippon Jepang, dan menyertai revolusi kemerdekaan sebagai bahan bakar perjuangan. Ini adalah sebuah buku, yang harus dibaca dan diteladani oleh seluas-luasnya manusia.

Buku ini ditulis secara berangsur-angsur oleh Kiai Moenawar, sejak tahun 1936 dan selesai pada tahun 1939. Diterbitkan berangsur-angsur pula, dengan segala dinamika di zaman yang semuanya serba susah. Harapan Kiai Moenawar sederhana atas buku yang ditulisnya, “Kitab Tarikh Nabi Muhammad ini perlu diketahui, dibaca dan dipelajari oleh para kawan umat Islam di Indonesia yang memang sungguh berkepentingan.”Ada sebuah kisah, tentang peran buku ini dalam perjuangan bangsa.

Pada tahun 1947, di tengah-tengah kecamuk agresi militer kedua yang dilakukan oleh sekutu dan Belanda, Kiai Moenawar Chalil bertemu semuka dengan Panglima Besar Jenderal Soedirman yang memimpin Angkatan Perang Republik Indonesia. Mereka berdua berbincang hangat dan mesra, layaknya saudara lama.

Kepada Kiai Moenawar, Panglima Soedirman dengan air muka teduh, bicara dengan jujur dan sangat tegas menceritakan kesannya pada buku Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad ini.“Saya telah berkali-kali membaca, mempelajari dan memperhatikan Tarikh Nabi Muhammad karangan saudara.

Saya selama ini belum pernah membaca buku riwayat hidup Nabi Muhammad yang sepanjang itu, terutama riwayat peperangan yang dipimpin oleh beliau sendiri, selain dari buku karangan saudara,” demikian ucapan Jenderal Soedirman kepada Kiai Moenawar Chalil dalam pertemuan di Jogjakarta kala itu.

Lalu Jenderal Soedirman menceritakan, bahwa buku inilah yang menemaninya selalu dalam perjalanan perang melawan Belanda. Dari buku ini beliau menyarikan nilai-nilai luhur yang beliau gunakan dalam memimpin Angkatan Perang Republik Indonesia.

Buku ini yang memberi jiwa dalam sejarah perang gerilya mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari serangan Belanda.“Buku Tarikh Nabi Muhammad karangan saudara itulah yang seringkali saya baca dan saya perhatikan dalam saat yang terluang, selama saya memimpin Angkatan Perang Republik Indonesia untuk melawan Belanda sekarang ini.” Jenderal Soedirman membangkitkan semangat perjuangan rakyat Indonesia dengan cara membacakan dan mengisahkan kehidupan Rasulullah Saw.

Perihidup Rasulullah menjadi inspirasi dan juga tenaga dalam perjuangan Indonesia.Lalu Panglima Besar Jenderal Soedirman mengajukan beberapa pertanyaan, sekaligus usulan kepada Kiai Moenawar Chalil. Panglima Soedirman meminta sang kiai memperdalam riwayat peperangan Nabi Muhammad Saw. Semua peristiwa-peristiwa militer mohon diterang-uraikan lebih panjang lagi, demikian harapan Jenderal Soedirman.

Kiai Moenawar Chalil kemudian menjawabnya dengan singkat, “Insya Allah.”Setelah peperangan revolusi kemerdekaan usai, Kiai Moenawar Chalil menyusun ulang Tarikh Nabi Muhammad. Setelah disusun dan rampung pada tahun 1952, Kiai Moenawar Chalil mengubah sedikit judul kitab ini menjadi “Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam” dan kemudian diterbitkan oleh Penerbit Bulan Bintang.

Kiai Moenawar Chalil adalah seorang ulama besar di zamaannya. Aktivis Sarekat Islam di wilayah Kendal, Jawa Tengah. Beliau di minta oleh Kiai Tjokroaminoto untuk memimpin Sarekat Islam di wilayahnya. Beliau juga pernah bergerak di dalam organisasi Muhammadiyah, Kiai Haji Mas Mansyur meminta Kiai Moenawar Chalil berkhidmat pada Muhammadiyah wilayah Kendal dan Semarang.Pernah merasakan nikmatnya penjara di zaman penjajah.

Dan setelah semua reda, beliau menuntut ilmu di Makkah Al Mukarramah. Setelah kemerdekaan, Presiden Soekarno memberikan amanah kepada beliau sebagai pejabat tinggi Kementerian Agama. Beliau meminta izin pensiun awal agar mampu menyempurnakan Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad seperti yang telah beliau janjikan kepada Jenderal Soedirman.

Pada tahun 1956, buku ini rampung revisi dan menjadi lebih lengkap. Dan alhamdulillah buku ini masih bisa kita baca hingga hari ini.Kiai Moenawar Chalil wafat pada 23 Mei 1961, di Kampung Kuitan, Semarang. Beliau meninggalkan banyak sekali warisan intelektual bagi kita, kaum Muslimin Indonesia. Sebuah warisan yang jika kita membacanya, maka akan berlimpah kearifan kita.

Beliau menulis biografi Empat Serangkai Imam Mazhab. Beliau mengajak kaum Muslimin untuk kembali kepada Alquran dan Sunnah dalam bukunya Kembali kepada ‘Al Quran dan As Sunnah’. Beliau menulis buku tentang Mukjizat Al Quran sebagai Mukjizat Terbesar.

Beliau mengupas rahasia Malam 17 Ramadhan dalam sebuah buku khusus, yang membahas tentang turunnya Al Quran. Dan masterpiece beliau tentu buku yang sedang kita bahas kali ini, Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam.Semoga Allah merahmati beliau dan memberikan rezeki disisi-Nya. Al Fatihah….

Wallahu ‘Alam Bish Showwab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Sebanyak 12.369 Personel Gabungan Amankan Aksi Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law Ciptaker

Jakarta, Rasilnews - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan sebanyak 12.369 personel gabungan TNI-Polri dan pemerintah daerah diterjunkan...

Aqsa Working Group Ikut Serta Dukung Aksi Global Aksi Mogok Makan Untuk Pembebasan Tahanan Palestina

Jakarta, Rasilnews - Al-Aqsa Working Group (AWG) menyatakan ikut serta untuk mendukung aksi global mendukung aksi mogok makan yang dilakukan oleh...

Satgas Ingatkan Pemda Agar Tak Lengah Sikapi Zonasi

JAKARTA, RASILNEWS - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito ingatkan Pemda soal zonasi karena peningkatan zona oranye. Melihat peta...

MUI desak Presiden Perancis Meminta Maaf Kepada Umat Islam

Jakarta, Rasilnews - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta Presiden Prancis Emmanuel Macron minta maaf kepada umat...

Recent Comments