Sunday, November 1, 2020
Home Tajuk Rasil TAJUK RASIL "KEDAULATAN VAKSIN DAN KESEHATAN ISLAM"

TAJUK RASIL “KEDAULATAN VAKSIN DAN KESEHATAN ISLAM”

“Tajuk Rasil”
Selasa, 5 Shafar 1442 H/ 22 September 2020

Saat ini seluruh dunia tak terkecuali Indonesia sedang menanti dengan harap-harap cemas kehadiran vaksin Covid-19 karena angka penderita positif virus corona yang masih cukup tinggi. Berbagai pakar peneliti dunia dan WHO tengah mempersiapkan vaksin Covid-19. Namun, berbagai macam polemik muncul terkait uji coba klinis vaksin yang dilakukan di Indonesia. Polemik Calon Vaksin Covid-19 diantaranya adalah Vaksin Sinovac, kandidat vaksin virus corona, yang berasal dari China. Sesuai rencananya, vaksin Covid-19 ini telah diuji klinis fase III mulai awal Agustus lalu hingga Desember nanti dengan melibatkan 1.620 sukarelawan.

Apabila uji klinis fase III ini berjalan lancar, hasilnya akan segera diregistrasikan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Lalu setelah lolos di BPOM, vaksin akan diproduksi massal oleh PT Bio Farma pada Januari 2021. Bio Farma ditargetkan bisa memproduksi 250 juta dosis vaksin Covid-19 per tahun.

Meskipun saat ini kita sangat membutuhkan vaksin corona, tapi tetap prinsip kehati-hatian terkait keamanan penggunaan vaksin harus dikedepankan. Perlu transparansi dari pemerintah perihal detail vaksin yang akan diuji serta tahapan uji klinis yang akan dilaksanakan karena berhubungan dengan keselamatan masyarakat yang terlibat dalam proses uji klinis.

Semua tahapan uji klinis harus akurat, objektif, profesional serta sesuai dengan kaidah ilmiah. Jangan sampai uji klinis yang dilakukan pada ribuan orang hanya sekadar untuk mendapatkan data riset percobaan yang ujung-ujungnya bermuara kepada bisnis perdagangan vaksin luar negeri. Seyogianya, pemangku kebijakan memberikan dukungan lebih besar terhadap teknologi riset dan pengembangan vaksin di dalam negeri sehingga bisa meraih kedaulatan vaksin demi melindungi kesehatan rakyat.

Dalam Islam, kebutuhan atas pelayanan kesehatan termasuk kebutuhan dasar masyarakat yang menjadi kewajiban negara. Rumah sakit, klinik dan fasilitas kesehatan lainnya merupakan fasilitas publik yang diperlukan oleh kaum Muslim dalam pengobatan kesehatan. Sehingga wajib disediakan oleh negara secara cuma-cuma sebagai bagian dari pengurusan negara atas rakyatnya. Ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “Pemimpin adalah pengurus rakyat dan dia bertanggung jawab atas rakyat yang dia urus.” (HR. Bukhari)

Islam telah meletakkan dinding yang tebal antara kesehatan dan kapitalisasi serta eksploitasi kesehatan. Sehingga semua pelayanan kesehatan akan diberikan secara memadai, berkualitas dan gratis untuk seluruh rakyat. Oleh karena itu, kedaulatan dan kemandirian vaksin mutlak diwujudkan dalam Islam. Kedaulatan vaksin berarti negara mampu memenuhi kebutuhan vaksin bagi rakyatnya secara mandiri. Di samping itu negara juga mampu menentukan kebijakan terkait vaksin tanpa diintervensi oleh pihak lain atau negara asing.

Sejatinya kedaulatan vaksin adalah bagian dari pemenuhan jaminan kesehatan dalam Islam yang memiliki empat sifat. Pertama, universal, dalam arti tidak ada pengkelasan dan pembedaan dalam pemberian layanan kepada rakyat. Kedua, bebas biaya alias gratis. Rakyat tidak boleh dikenai pungutan biaya untuk mendapat pelayanan kesehatan. Ketiga, seluruh rakyat bisa mengaksesnya dengan mudah. Keempat, pelayanan mengikuti kebutuhan medis, bukan dibatasi oleh plafon.

Dalam pemenuhannya tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Pembiayaan ini bisa dipenuhi dari sumber-sumber pemasukan negara yang telah ditentukan oleh syariah. Diantaranya dari hasil pengelolaan harta kekayaan umum termasuk hutan, berbagai macam tambang, minyak dan gas, dan lain sebagainya. Bisa juga dari sumber-sumber kharaj, jizyah, ghanimah,fa’i, ‘usyur, pengelolaan harta milik negara dan lain sebagainya. Berdasarkan sumber-sumber pemasukan tersebut tentu lebih dari cukup untuk bisa menciptakan kedaulatan dan kemandirian vaksin.

Dengan kedaulatan vaksin akan membawa dampak baik bagi pulihnya krisis kesehatan yang melanda Indonesia akibat pandemi Covid-19 serta mampu menghindarkan Indonesia dari resesi ekonomi yang mengancam. Semua hal ini tentu akan didapatkan ketika negara menerapkan nilai-nilai terbaik, yaitu Islam. Aturan yang berasal dari Allah SWT. Sang Pencipta manusia dan seluruh alam, yang paling mengetahui apa yang terbaik untuk makhluk-Nya.

Wallahu’alam bisshawab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Presiden Jokowi Ajak Umat Islam Teladani Akhlaq Rasulullah

Jakarta, Rasilnews - Presiden Joko Widodo mengajak umat Islam untuk meneladani akhlak terbaik Rasulullah yang patut diteladani dan sangat relevan dalam...

Ketum GP Ansor : Islam Adalah Agama Rahmah Dan Kasih Sayang

Jakarta, Rasilnews - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor H Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, Islam adalah agama yang...

Prof Wiku : Perkembangan Penanganan Pandemi Covid-19 di Tingkat Kabupaten/Kota Meningkat Lebih Baik

Jakarta, Rasilnews - Perkembangan penanganan pandemi Covid-19 pada sebagian besar kabupaten/kota sejauh ini menunjukkan hasil yang baik.

Sebanyak 12.369 Personel Gabungan Amankan Aksi Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law Ciptaker

Jakarta, Rasilnews - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan sebanyak 12.369 personel gabungan TNI-Polri dan pemerintah daerah diterjunkan...

Recent Comments