Friday, October 23, 2020
Home Covid-19 TAJUK RASIL "KESEHATAN UTAMA, EKONOMI MENGIKUTI"

TAJUK RASIL “KESEHATAN UTAMA, EKONOMI MENGIKUTI”

Senin, 26 Mujarram 1442 H/ 14 September 2020

Penerapan kembali PSBB yang akan dilakukan pemprov DKI akan dimulai 14 September, seluruhnya diwarnai selisih pandang pemprov dan pemerintah pusat. Selisih pandang yang akhirnya sedikit banyak menimbulkan kebingungan di masyarakat. Yang mana satu kebijakan yang harus mereka patuhi? Sejauh mana warga harus khawatir dengan ini wabah?

Pemerhati bangsa Tony Rosyid berpendapat mestinya, semua unsur yang ada di pemerintahan pusat, termasuk para menteri, fokus saja bekerja. Identifikasi berbagai masalah, lalu pikirkan dengan serius penyelesaiannya. Jangan kerja, kerja, kerja, tapi tidak tahu apa yang harus dikerjakan. Disinilah perlunya gagasan, strategi dan perencanaan yang matang sebelum kerja, kerja, kerja.

Covid-19, ini masalah kesehatan. Menteri kesehatan mestinya di garda terdepan. Kenapa justru tidak kelihatan. Sementara pimpinan Satgas bukan dari orang kesehatan. Kalau memang menkes dianggap tak mampu, ganti. Lakukan reshuffle. Presiden punya otoritas. Tak perlu menunggu jadwal reshuffle ‘berjama’ah’. Ketika tak mampu, ya ganti. Supaya mesin Pemerintah bisa beroperasi dengan baik.

Tony Rosyid pun menyoroti belum lagi soal anggaran. Sudah dibuat dasar regulasinya. Perppu corona diterbitkan. Diperkuat lagi dengan UU No 2/2020. Penanganan corona dan dampaknya dianggarkan khusus, bahkan terus dinaikkan. Dari 405,1 Triliyun jadi 677,2 Triliyun. Naik lagi jadi 686,2 Triliyun. Dan sekarang 905 Triliyun. Tapi, kenapa covid-19 tak juga teratasi?

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho dalam sebuah webinar di Jakarta Kamis lalu, mengatakan pentingnya merubah mindset masyarakat bahwa kesehatan diutamakan nanti ekonomi akan mengikuti. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total di DKI Jakarta dinilai sebagai contoh tepat untuk mengatur kembali strategi menekan pandemi Covid-19. Setelah pandemi berhasil diatasi, barulah kemudian diikuti oleh upaya pemulihan ekonomi.

Upaya Pemerintah DKI itu dilakukan mencermati perkembangan kasus Covid-19 di ibu kota negara ini yang terus mengalami peningkatan. Gubernur Anies Baswedan menyebut DKI Jakarta mengalami kondisi darurat. Yaitu, tingkat kematian akibat Covid-19, ketersediaan tempat tidur isolasi dan ICU khusus, serta tingkat kasus positif Covid-19.

Dikutip dari laman Republika.co.id, Andry mengharapkan, langkah Pemprov DKI Jakarta dapat ditiru pemerintah daerah lainnya, dengan menempatkan kesehatan sebagai prioritas utama. Dalam fase PSBB yang kembali seperti awal pandemi di Jakarta, diharapkan pemerintah menggenjot tracing, tracking dan testing setidaknya hingga vaksin selesai diproduksi massal. Tak hanya itu, tes usap atau swab test tidak hanya dilakukan di perkantoran. tetapi juga kawasan industri karena berpotensi besar menjadi klaster penyebaran Covid-19.

Adapun, pengamat ekonomi dari Center of Reform on Economics (Core) Mohammad Faisal menilai percepatan penyaluran bantuan sosial (bansos) tunai menjadi salah satu solusi untuk menahan tekanan ekonomi lebih dalam akibat pandemi. Salah satu yang berpotensi menopang ekonomi domestik tahun ini adalah belanja pemerintah melalui bansos tunai.

Karena PSBB yang akan diberlakukan kembali di wilayah DKI Jakarta pada 14 September ini diperkirakan kembali membuat penurunan mobilitas orang dan mempengaruhi laju perekonomian nasional. Akibatnya, golongan masyarakat bawah yang bekerja di sektor informal dan mengandalkan upah harian akan sangat mudah kehilangan pendapatannya yang akhirnya menekan konsumsi. Mohammad Faisal menyarankan agar bansos tunai tidak hanya untuk pekerja formal, tapi diperluas ke pekerja informal.

Melihat sikap jajaran pemerintah pusat yang selalu membuat pusing rakyatnya. Sebaliknya, ketika kita mengamati negara lain macam Vietnam, Singapura, Selandia Baru, Korea Selatan, Thailand, bahkan Cina, menunjukkan bahwa upaya terpadu dan serentak seluruh jajaran pemerintahannya adalah salah satu kunci utama, menangani wabah. Ini yang harus dicontoh. Tak bisa tidak, adu pendapat pusat dan provinsi harus disudahi. Jikalaupun hendak berdebat, tak perlu di depan rakyat. Ini bukan lagi masa kampanye. Pemilihan presiden dan pemilihan gubernur masih jauh, sementara rumah sakit-rumah sakit dan kuburan sudah mulai penuh.

Wallahu a’lam bishawab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Ini Target Anthony Ginting dan Jonatan Christie di Asia Open

Jakarta, RasilNews - Dua tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie ditargetkan menembus final di Asia Open I dan II tahun...

Menangi Formula 1 GP Eifel, Lewis Hamilton Samai Rekor Legenda Hidup F1 Michael Schumacher

Nuerburg, RasilNews - Keberhasilan Lewis Hamilton memenangi Formula 1 GP Eifel 2020 semakin memiliki nilai plus. Hasil itu membuatnya menyamai rekor legenda...

Hasil Lengkap Liga Champions Eropa Matchday Pertama

Eropa, RasilNews - Liga Champions 2020/2021 telah dimulai, dan ada empat grup yang sudah memainkan matchday pertama terlebih dahulu dan sisa empat...

Peringati Hari Santri Saat Pandemi

JAKARTA, RASILNEWS - Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015, Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22...

Recent Comments